Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Humor Pilkada Depok

Pilkada Depok
Pernahkah kita mendengar sebuah ungkapan popular bahwa senyum itu menyehatkan baik secara fisik maupun psikologis. Orang yang sering tersenyum membuat wajahnya nampak lebih menawan dan indah dipandang mata. Konon katanya dibalik pria murah senyum selalu ada mantan yang sedang kangen he he he.

Berikut ini sedikit lelucon yang dikemas dalam Humor Pilkada Depok. Semoga humor segar ala Kota Depok ini dapat membuat teman-teman tersenyum hingga bisa menyegarkan pikiran dan tubuh bisa lebih rileks.

Humor Pilkada Depok :

Pembeli : Bang, telornya berapa sekilo ?
Bang Agus : Telor ayam atau telor bebek ?
Pembeli : Telor ayam.
Bang Agus : Telor ayam biasa atau ayam kampung ?
Pembeli : Ayam biasa...
Bang Agus : Yang lokal atau yang import ?
Pembeli : Yang lokal aja.....!!! (udah mulai kesal)
Bang Agus : Yang lokal, mau yang dari Jakarta, Bekasi, Bogor atau Depok ?
Pembeli : Yang dari Depok aja deh…!!!!! (muka tambah kesel) 
Bang Agus : Yang lokal Depok, mau yang nomor 1 atau 2
Pembeli : emang ada yang pakai nomor ? 
Bang Agus : ada bu, yang lagi laris sih nomor 2
Pembeli : kayak pemilu aja pakai istilah nomor urut, ya udah nomor 2 aja 
Bang Agus : Makasih bu, udah milih nomor 2 (sambil masukin telor kedalam plastik) 
Pembeli: Abang ini jual telor kayak kampanye aja ???
Bang Agus : Mmm..mmm...maaf bu.....kampanye seperti ini lebih praktis dibanding bagi-bagi telor dan sembako gratis karena hati nurani rakyat itu bersih jangan dinodai he he he 
Pembeli : benar bang, karena sekarang rakyat sudah pintar (keselnya udah mulai hilang), ngomong-ngomong, nomor urut dua siapa bang ?
Bang Agus : Nomor urut dua adalah Idris dan Pradi
Pembeli : Ooh, pak Idris yang kyai dan Bang Pradi yang tokoh pemuda itu ya bang
Bang Agus : Benar bu…..?
Pembeli : Ok deh, nanti saya akan pilih nomor urut dua aja pas pencoblosan
Bang Agus : Makasih ya bu, dah milih nomor urut dua he he he

Kata Sandi Pilkada Depok :

Gaung Pilkada Depok ternyata bukan hanya monopoli para aktifis politik saja, Namun gaung itu juga merambah ke sekolah taman kanak-kanak sebagaimana cerita dibawah ini :
Seorang guru TK berdiri di depan kelas, bertanya pada murid-muridnya :
Siapa tahu apa itu pilkada ? 
Ga tahu bu…. jawab murid-muridnya hampir serentak. Harap maklum namanya juga anak-anak TK.
Pilkada itu adalah pemilihan pemimpin kita. Sekarang ngerti ?
Ngerti bu….jawab anak-anak serentak
Kapan pilkada kota depok dilaksanakan ? Siapa yang tahu kembali bu guru bertanya ? 
Murid-muridnya diam saja, sampai tiba-tiba seorang anak bernama agus mengangkat tangan. Baik agus sayang, kapan pilkada kota depok dilaksanakan, tanya bu guru pada agus ?
Setelah anak-anak bobo bu, jawab si agus yang sering mendengar di malam hari ketika orang tuanya menggunakan kata pilkada sebagai kata sandi he he he

Berita Lainnya :