Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Kisah Sarung Merah dan Hijau di Bilik Sempit

Sarung Merah dan Sarung Hijau
Kisah sarung merah dan sarung hijau dibilik sempit di Kota Depok merupakan kisah nyata yang tidak bisa dipisahkan dari hingar bingarnya pesta demokrasi lima tahunan pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Depok tahun 2015.

Kisah sarung merah dan sarung hijau merupakan kejadian di bilik sempit pada tanggal 9 Desember 2015 atau bertepatan dengan hari pencoblosan pada pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Depok periode 2016-2021.

Bila teman-teman hadir pada tanggal 9 Desember 2015 dan setelah teman-teman masuk ke dalam bilik sempit itu ternyata di dalam bilik sempit itu terlihat sebuah bantal kecil sebagai tempat sandaran dan didalam bilik sempit yang hanya tertutup kain tipis yang menutupi setengah dari bilik itu. Janganlah malu-malu atau ragu untuk memilih langsung atau mencoblos langsung calon Walikota dan Wakil Walikota Depok pilihan anda. Karena di bilik sempit itulah masa depan Kota Depok tercipta. 

Langkah pertama bukalah lipatan kertas suara lalu rebahkan kertas suara itu di bantal dan jangan lupa pergunakan paku yang sudah disediakan. Langkah kedua dengan paku itu silahkan anda memilih langsung atau mencoblos langsung sepasang calon Walikota dan Wakil Walikota Depok yang sedang memakai sarung merah dan sarung hijau diatas pundaknya.

Cobloslah dengan hati nurani anda, karena hati nurani rakyat itu bersih, sayangkan kalau dinodai oleh puluhan lembar uang yang nantinya justru akan merugikan kita semua. Karena dengan hati nurani rakyat tentunya kita dapat mewujudkan Kota Depok yang lebih baik lagi. Salam Dua Jari Untuk Kota Depok Yang lebih Baik……..Amin.

Berita Lainnya :