Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Surat Dari Gojek Untuk Idris dan Pradi

Surat dari Gojek
Seperti biasa selepas sholat subuh, saya selalu duduk diteras dengan pakaian rapi untuk menikmati minum kopi dan hidangan pagi ala kadarnya sambil menunggu order panggilan pelanggan gojek melalui handpone. Inilah hari-hari rutinku setiap pagi sejak saya menjadi driver gojek.

Biasanya dipagi hari banyak sekali pesanan pelanggan yang ingin menggunakan jasa gojek. Seperti dipagi ini, saya langsung meluncur ke lokasi pelanggan setelah mendapat order pelanggan melalui aplikasi gojek di hp.

Bu, ayah berangkat dulu ya, ada orderan masuk nih, kata-kata pamit pada isteri dirumah itulah yang selalu terucap bila saya mendapat order pertama di pagi hari sebagai driver gojek.

Tak lama kemudian, saya sudah menyusuri jalan tole iskandar kota depok tempat dimana lokasi pelanggan itu berada yang memang lokasinya tidak jauh dari tempat tinggal saya.

Setelah sampai dilokasi pelanggan, salam khas gojek selalu saya ucapkan pada pelanggan. Kali ini pelanggan saya adalah seorang wanita setengah tua, wanita ini sangat ramah dan mempersilahkan saya menunggu sebentar didepan rumahnya.

Mas ini namanya siapa dan tinggal dimana, tanya wanita setengah tua tersebut ? nama saya agus bu, saya tinggal di pondok sukmajaya, jawabku dengan ramah.

Apakah mas agus kenal dengan pak idris dan pak pradi calon walikota dan wakil walikota depok, kembali ibu itu bertanya ? Kenal bu, bahkan saya tahu rumahnya pak idris dan pak pradi, orangnya ramah, baik hati dan tidak sombong, jawabku dengan ramah.

Wah kebetulan dong, tanya ibu itu dengan semangat ? Siap bu, saya siap mengantar ibu kerumah pak Idris dan Pak Pradi ? 

Oh tidak mas agus, saya tidak minta diantar, saya hanya ingin mas agus mengantar dua kotak yang didalamnya berisi surat penting, satu kotak untuk pak idris dan satu kotaknya lagi untuk pak pradi, gimana, bisakan, tanya ibu itu ? Bisa, bisa bu !! Gojek bukan hanya bisa mengantar orang tapi juga bisa mengantar barang dan sejenisnya jawabku dengan lantang.

Ok, kalau mas agus siap, nih dua kotak yang harus mas agus antar kepada pak idris dan pak pradi, kembali ibu itu bertanya sambil menyerahkan dua kotak kecil layaknya sebuah kado berwarna seperti pelangi ?

Dalam hati, saya sempat berpikir ? surat apaan ya yang mau dikirim oleh ibu ini, katanya sih surat penting ? Tapi sebagai driver gojek profesional, saya tidak boleh tahu urusan orang lain, tugas saya sebagi driver profesional hanya mengantar pesanan para pelanggan.

Tak lama kemudian dengan penuh semangat, kembali saya menyusuri jalan raya untuk menuju rumah pak idris dan pak pradi. Dalam perjalanan tersebut saya lebih memilih mengantar kotak pertama terlebih dahulu ke rumah pak idris, mumpung hari masih pagi, Setelah itu baru saya mengantar kotak kedua kerumah pak pradi, dalam batinku.

Sesampainya dirumah pak idris, saya disambut oleh seorang ibu yang ternyata adalah istrinya pak idris. Maaf bu, apakah ini rumahnya pak idris ? Betul, saya sendiri istrinya, jawab ibu idris dengan ramah. Maaf bu, saya driver gojek, apakah bapak ada dirumah bu ?

Oh, mas dari driver gojek ya ? Apa ada yang bisa saya bantu, kebetulan bapak sedang tidak ada dirumah. Bapak sedang melakukan kegiatan subuh keliling, jawab bu idris dengan ramah ?

Makasih bu, saya dapat tugas dari pelanggan gojek untuk mengantar kotak ini sambil menyerahkan kotak kecil pada ibu idris. Oh ya, apa ini jawab ibu idris ? Maaf bu, saya tidak tahu. tapi kata pelanggan saya, isinya surat penting. Tugas saya hanya mengantar pesanan para pelanggan sambil mengucap mohon pamit ingin jalan lagi untuk mengantar pesanan berikutnya.

Oh ya, terima kasih, nanti akan ibu sampaikan ya kebapak, jawab ibu idris dengan ramah. 

Setelah pamit dan mengucapkan terima kasih, kembali saya menyusuri jalan raya untuk mengantar kotak kedua menuju rumah pak pradi di daerah kukusan kecamatan beji.

Tak lama kemudian, sesampainya dirumah pak pradi, kebetulan pak pradi sedang ada dirumah dan saya disambut dengan ramah layaknya tamu yang istimewa oleh pak pradi yang memang terkenal sangat ramah pada siapa saja. Sebagai driver gojek, saya langsung menyampaikan maksud kedatangan saya kerumah pak pradi. Maaf pak, saya driver gojek, saya dapat pesanan dari pelanggan untuk bapak sambil menyerahkan kotak kecil pada pak Pradi.

Wah apa ini, jangan-jangan bom ya ??? kata pak pradi sambil bercanda sesuai dengan ciri khasnya yang memang senang bercanda dan gaul. Maaf pak, saya tidak tahu isinya, kata pelanggan saya isinya surat penting, tugas saya hanya mengantar pesanan pelanggan sambil mengucap mohon pamit ingin jalan lagi, jawabku.

Nanti dulu, jangan jalan dulu !! Saya boleh buka kan kotak ini, jawab pak pradi dengan senyum ramahnya. Maaf pak, itu kan untuk bapak, jadi hak bapak untuk membukanya, jawabku dengan sopan.

Setelah mendengar penjelasanku, pak pradi langsung membuka kotak kecil pesanan pelangganku. Pak pradi langsung mengambil sebuah kertas yang tergulung rapi yang ada didalam kotak kecil itu.

Loh, kok isinya cuma gulungan kertas, tanya pak pradi dengan ciri khas candanya ? Maaf pak saya tidak tahu, jawabku dengan ramah, sambil melihat pak pradi yang mulai membuka gulungan kertas itu ? Oh, ternyata isinya surat aspirasi dari masyarakat, jawab pak pradi padaku ? 

Maaf mas ini namanya siapa, tanya pak pradi sambil menatapku. Nama saya agus pak, jawabku dengan ramah ? Oh ya, namanya bagus, mas agus mau tahu gak isi surat ini, isi suratnya adalah aspirasi dari salah satu anggota masyarakat kota depok, saya bacakan ya, biar mas agus tahu, kata pak pradi ?

Sebelum saya sempat menjawab, pak pradi sudah mulai membacakan pelan-pelan isi surat tersebut, berikut ini isinya.

Kepada Yth, Pak Pradi Calon Wakil Walikota Depok

Semoga tetap semangat dan sehat selalu…..amin.

Singkat saja pak, saya ingin menyampaikan aspirasi secara pribadi pada bapak walaupun hanya melalui surat. 

Aspirasi saya adalah, saya siap memberikan hak suara saya pada pasangan calon walikota dan wakli walikota depok yakni pasangan bapak idris abdul shomad dan pradi supriatna sebagai walikota dan wakil walikota depok periode 2016-2021.

Dukungan pribadi ini saya sampaikan setelah saya banyak membaca dan mendengar bahwa bapak ingin membangun taman terpadu di setiap kelurahan dan ingin melakukan pemberdayaan yang berguna bagi generasi muda kota depok.

Semoga niatan tulus dari bapak bisa terwujud dan berguna bagi masyarakat, khususnya buat saya pribadi, karena dengan adanya taman terpadu tersebut, kelak saya bisa menikmati hari-hari tua saya untuk berjalan-jalan di taman sambil berinteraksi sosial dengan masyarakat yang lain. 

Saya juga bisa melihat anak-anak saya dapat pembinaan yang baik melalui sarana dan prasarana yang disediakan oleh pemerintah kota depok buat bekal masa depannya kelak.

Demikian aspirasi dari saya, tertanda Mia Mahmi Laksono.

Terlihat pak pradi tersenyum sambil menatapku setelah membacakan surat aspirasi dari masyarakat yang diantar melalui jasa gojek ?

Mas agus, jangan pergi dulu, tunggu sebentar ya. Saya mau balas surat aspirasi ini, nanti mas agus yang antar surat balasannya, oke kata pak pradi tegas !! Oh ya, mas agus mau minum apa, kopi ada, teh ada, kata pak pradi dengan canda khasnya ? Makasih pak, saya minum kopi aja, terima kasih atas kebaikan bapak, jawabku dengan ramah.

Tak lama kemudian, Pak Pradi menyerahkan padaku sebuah kotak kecil yang didalamnya berisi balasan surat aspirasi dari masyarakat.

Mas agus, tolong antarkan surat balasan ini, Dan ini buat mas agus untuk ongkos antarnya, sambil menyerahkan uang 200 ribu padaku ? Maaf pak, tarif gojek bukan 200 ribu tapi 15 ribu, jawabku ?

Gak apa-apa, jawab pak pradi, tapi saat saya mau menerima kotak kecil dan pemberian uang ongkos antarnya, tiba-tiba pundak saya ada yang menepuk ???

Mas, bangun mas, bangun mas !!! tukang gojek udah datang tuh, tadi katanya pesan gojek !!! Kaget juga saya ketika dibangunin oleh isteri.

Oh, ternyata cerita diatas cuma mimpi doang, mimpi jadi driver gojek profesional gara-gara ketiduran saat menunggu gojek yang akan mengantarku pergi ke tanah baru.

Dalam perjalanan bersama driver gojek menuju tanah baru, Saya sempat juga termenung dengan mimpi tersebut ?

Saya berpikir ini bukan mimpi kosong, mimpi surat aspirasi dari masyarakat ini adalah wujud nyata dari pernyataan Pak Pradi sendiri ketika saya dan tim koalisi pelangi pernah berbincang-bincang dengan beliau tentang harapan bagi kota depok kedepan.

Keberadaan taman terpadu di tiap kelurahan dan pemberdayaan bagi generasi muda adalah bagian dari 10 program unggulan pasangan Idris dan Pradi selaku calon Walikota dan Walik Walikota Depok.