Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Sosok Robin Hood Penjahat Legendaris Kusni Kasdut

Kusni Kasdut
Saat ini mungkin tidak banyak orang yang mengenal siapa itu Kusni Kasdut, padahal kisah petualangan penjahat legendaris ini sudah banyak ditulis dalam berbagai artikel. Kisah perjalanan hidup seorang Kusni Kasdut memang penuh misteri, penjahat legendaris yang juga mantan pejuang melawan penjajah belanda pada masa revolusi 1945 itu pernah terlibat dalam berbagai aksi perampokan dan pembunuhan di negeri ini.

Salah satunya adalah ketika Kusni Kasdut pernah merampok Museum Nasional pada 31 Mei 1961. Layaknya adegan film, Kusni yang menggunakan jeep dan mengenakan seragam polisi, menyandera pengunjung dan menembak mati seorang petugas museum. Dalam aksi nekat itu ia membawa lari 11 butir permata koleksi museum. Akibat aksi perampokan ini sosok Kusni Kasdut menjadi buronan terkenal di tanah air.

Kusni Kasdut yang bernama asli waluyo ini memang spesialis perampok barang-barang antik, kisahnya sebagai sosok mantan pejuang yang tersesat menjadi penjahat berdarah dingin ini sempat dijuluki sebagai robin hood nya Indonesia karena ternyata hasil rampokannya sering dibagi-bagikan kepada kaum miskin. Bahkan sekitar tahun 1979, sebuah media memuat cerita bersambung berjudul “Kusni Kasdut”. Cerita yang mengkisahkan tentang sepak terjang penjahat kakap bernama Kusni Kasdut

Ada sebuah peristiwa yang tak terlupakan dalam kehidupan saya yakni pernah bertemu dengan sosok Robin Hood Penjahat Legendaris Kusni Kasdut ketika sedang digelandang petugas polisi untuk dibawa ke polwitabes 101 surabaya. Pertemuan saya dengan Kusni Kasdut mantan pejuang Kemedekaan ini memang tidak sengaja. Semua berawal dari kenakalan bocah kecil yang tidak pernah patuh pada pesan orang dewasa.

Saat itu usia saya kurang lebih baru beranjak 10 tahun, Saat itu saya diajak berlibur oleh sahabat almarhum ibu saya yang kebetulan hanya mempunyai putra semata wayang bernama bambang. Sahabat almahum ibu saya ini memang sangat baik, saya biasa memanggilnya bu lek. Saya diajak ikut berlibur ke Surabaya sekalian menemani bambang yang memang juga sebagai sahabat kecil saya.

Liburan dimasa kecil di Surabaya ini memang sangat mengasyikan, kami menginap di hotel di kawasan jalan dinoyo Surabaya selama 4 hari. Entah bagaimana jalan ceritanya, tiba-tiba bambang mengajakku untuk jalan-jalan naik beca, Kami berdua sempat minta ijin untuk jalan-jalan sama orangtuanya bambang, ijin diberikan tapi pesannya naik beca jangan jauh-jauh.

Harap maklum namanya juga bocah kecil yang nakal, pesan hanya masuk telinga kiri keluar melalui telinga kanan. Setelah keliling-keliling naik beca, saya dan bambang berniat pergi ke kebun binatang Surabaya, padahal satu hari sebelumnya kami pernah pergi kesana, maklum bocah kecil nakal ini masih penasaran dengan suasana kebun binatang Surabaya.

Setelah puas bermain di kebun binatang Surabaya ternyata kami berdua kebingungan untuk pulang kembali ke hotel, kami berdua lupa nama hotel dan alamatnya, Disaat kebingungan itu, kami berdua minta diantar kekantor polisi oleh abang beca hingga akhirnya kami harus menunggu di salah satu ruangan di polwiltabes 101 surabaya. Kebetulan pada saat itu polwiltabes 101 surabaya sedang menunggu tamu istimewa yakni buronan kelas kakap penjahat legendaris Indonesia Kusni Kasdut.

Pantesan ketika kami berdua tiba di polwiltabes 101 surabaya suasana begitu ramai karena banyak insan pers yang sedang menunggu kedatangan Kusni Kasdut. Kebetulan sebelum kedatangan Kusni Kasdut, kedua orangtua bambang datang ke polwitabes untuk melaporkan kehilangan anaknya. Gayung pun bersambut akhirnya kami berdua dapat ditemukan kembali. Saat itu pula tamu istimewa Kusni Kasdut tiba di Polwiltabes 101 surabaya, banyak insan pers yang mengambil foto dan mewawancarainya.

Namanya juga bocah kecil yang nakal, kami sempat minta foto bersama dengan Kusni Kasdut. Bahkan sempat sosok Kusni kasdut yang terkenal kejam tapi ternyata baik hati dan ramah ini pernah menasehati kami berdua, inilah pesan Kusni Kasdut pada kami berdua, le, kalian jadi laki-laki harus berani, jangan takut pada kebenaran dan jangan sungkan minta maaf bila ada kesalahan. Pesan dari sosok penjahat legendaris ini sampai sekarang masih membekas bahkan foto kami berdua dengannya di polwiltabes 101 surabaya masih tersimpan.

Beberapa tahun kemudian terdengar kabar di media cetak bahwa sosok Kusni Kasdut di eksekusi mati, Begitulah akhir dari riwayat perjalanan Kusni Kasdut, yang pada masa perjuangannya menjadi seorang pemuda yang simpatik, ramah, juga sangat pendiam. Seorang mantan pejuang revolusi yang baik, betapa pun catatan kejahatannya, almarhum Kusni lebih terhormat ketimbang para penjilat-penjilat yang kini menikmati buah manis kemerdekaan. Memang sejarah penuh ironi, dimana revolusi memakan anaknya sendiri. Dengan tegar, Kusni Kasdut menjalani hukuman mati di depan regu tembak pada 16 Februari 1980.

Demikianlah sedikit cerita tentang keberadaan sosok penjahat legendaris Indonesia yang juga pernah menjadi bagian dari perjalanan kehidupan saya walaupun hanya sekedar foto bersama dan sebuah nasehat yang sangat berarti dalam kehidupan saya selanjutnya.

Berita Lainnya :