Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Pengalaman Pergi Haji Dengan Calon Walikota Depok

Pengalaman Pergi Haji
Assalam mualaikum, apakah ini dengan mas agus sutondo ? Walaikum salam, Benar pak kyai, ini agus sutondo ? Maaf mas agus bisa datang tidak hari ini ke jalan dewi sartika untuk mengambil peralatan ibadah haji. Bisa pak kyai, terima kasih atas informasinya.

Percakapan via telpon itulah yang mengawali perkenalan saya 12 tahun yang lalu dengan pak kyai Idris Abdul Shomad calon Walikota Depok yang berpasangan dengan mas Pradi Supriatna dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Depok tahun 2015.

Hari-hari selanjutnya, saya selalu mendengar pak kyai memberikan ceramah maupun pembekalan dalam setiap pertemuan rutin para calon jamaah haji, baik pertemuan di hotel maupun di asmara haji pondok gede. Disamping sering memberikan pembekalan, sosok pak kyai ini juga ringan tangan. Beliau sering membantu menaikkan koper para calon jamaah haji kedalam bis yang mengantar para calon jamaah haji pindah tempat, baik waktu di Madinah, di Mekah maupun di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Mengenang sosok pak kyai Idris Abdul Shomad, ada sebuah peristiwa yang tak terlupakan. Peristiwa itu terjadi, ketika saya kehilangan sebuah koper saat baru tiba di madinah. Entah apa yang terjadi, ketika semua jamaah haji sudah memasuki hotel lengkap dengan bawaan kopernya masing-masing. tiba-tiba saya merasa kebingungan !! Karena koper milik saya tidak terlihat sama sekali, padahal koper tersebut berbeda warna dengan koper yang diberikan oleh penyelenggara haji. Memang disamping kita mendapat jatah dua koper yang berwarna biru ukuran besar dan kecil, saya juga membawa koper berwarna merah, khusus untuk keperluan pribadi saya dan istri tercinta.

Setelah berusaha mencari koper ke segala penjuru hotel, mencari lantai demi lantai dihotel tempat kami menginap, namun koper tersebut seakan raib ditelan bumi, hilang tak berbekas ? Dalam kebingungan tersebut, tiba-tiba pak kyai menegur saya. Mas agus lagi nyari apa, kok seperti lagi bingung ? Maaf pak kyai, saya lagi bingung karena koper warna merah milik saya hilang.

Gak usah sedih mas agus, pergilah sholat ke masjid nabawi, Dan berdoalah disana ditempat mustajab di raudlah, tempatnya persis diantara mimbar dan makam Nabi Muhammad. Berdoalah mohon petunjuk dari Allah. Insya Allah mas agus tidak akan bersedih lagi. Terima kasih pak kyai atas arahannya, jawabku sambil melangkah menuju masjid nabawi yang jaraknya dari tempat kami menginap hanya puluhan meter, kebetulan kami menginap di hotel yang lokasinya persis di depan masjid nabawi.

Sesampainya didalam masjid, saya langsung sholat persis diantara mimbar dan makam rasul. Setelah sholat, saya langsung berdoa memohon pada Allah agar diberi kemudahan dalam menjalankan ibadah haji.

Ya Allah, berilah kami kemudahan dalam menjalankan ibadah haji, Ya Allah, Saat ini hamba kehilangan koper, bila koper tersebut memang bukan menjadi hak saya. Ya Allah, saya ikhlas menerimanya, namun bila koper tersebut memang menjadi hak saya, maka berilah kemudahan bagi saya untuk mendapatkan petunjuk dariMU, Ya Allah.

Setelah berdoa, ada perasaan tenang dihati, seakan tak pernah terjadi apa-apa. Namun, saat saya melangkah pulang menuju hotel, tiba-tiba ada sesuatu yang tak terduga, samar-samar, saya melihat sebuah koper berwarna merah persis didepan hotel tempat saya menginap. Dengan perasaan senang dan setelah memastikan bahwa koper tersebut adalah milik saya, Alhamdulillah dengan mengucap rasa syukur, saya panjatkan puji pada Allah yang telah mengabulkan doa saya. Koper merah tersebut akhirnya dapat ditemukan, Itulah sedikit cerita tentang pengalaman yang tak terlupakan saat pergi haji bersama pak kyai Idris Abdul Shomad.