Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Guru Cantik di Lingkaran Pelangi Pantai Senggigi

Guru Cantik
Menikmati terik matahari pagi di pantai senggigi merupakan hari-hariku sebagai anak pantai. Namun sebelum beraktifitas sebagai anak pantai, pekerjaan rutinku tetap tak terlewatkan untuk memenuhi kewajibanku sebagai penyuplai koran maupun majalah ke hotel-hotel yang berada di sepanjang pantai senggigi, baik koran dan majalah dalam negeri maupun luar negeri.

Menyandang predikat sebagai penjaja koran di pantai senggigi adalah pekerjaan yang menyenangkan hati. Kebetulan, akulah satu-satunya pedagang koran di pantai senggigi. Karena cuma aku seorang diri yang berjualan koran di pantai senggigi, hal inilah yang membuat hotel-hotel di sepanjang pantai senggigi menjadi pelanggan tetapku. Kadang setelah lepas berdagang, waktu yang ada bisa aku pergunakan untuk mencari tamu dengan menjadi anak pantai.

Berbekal pengalaman sebagai anak pantai kuta di pulau bali, rasanya tak sulit untuk memikat hati para turis asing yang sedang berjemur diri di pantai senggigi. Bila sedang beruntung, kadang bisa menemani turis asing pergi ke gili air, gili meno, gili terawangan bahkan mengantar sampai ke pulau komodo menjadi sesuatu yang sangat menggembirakan.

Di pantai senggigi, aku tinggal di Lombok Pub, sebuah tempat hiburan malam yang lokasinya hanya beberapa puluh meter dari pantai senggigi. Pemilik Lombok Pub ini adalah seorang warganegara belanda yang sangat baik hati hingga mau memberikan tempat tinggal untukku dan gratis. Bahkan aku sendiri sudah dianggap sebagai adik angkatnya.

Waktu itu !! Tak ada rasa letih dan lelah, walaupun sepanjang hari harus bergulat mencari rezeki sebagai anak pantai, malam hari pun, aku pergunakan untuk membantu kehidupan dunia malam di Lombok Pub. Dan pekerjaan sukarela ini pun sangat mengasyikan, Kadang disini juga bisa mendapatkan tamu asing sambil menikmati alunan lagu indah pesona malam pantai senggigi.

Mendengarkan alunan lagu di lombok pub inilah yang mengawali perkenalanku dengan seorang wanita lajang berparas cantik, turis asing asal negeri kangguru, ia adalah seorang guru di Australia, orangnya ramah dan baik hati. Guru cantik itu, panggilan akrabnya Anna, ya Anna layaknya syair lagu Anna yang dinyanyikan oleh John Lennon vokalis group legendaris the beatles.

Anna begitu menikmati alunan lagu itu di Lombok Pub, hatinya berbunga-bunga, Anna merasa tersanjung mendengar namanya disebut-sebut !! Hingga berkali-kali Anna mengucapkan, terima kasih agus, terima kasih agus !! Aku pun turut gembira. Karena aku pun begitu menikmati suasana itu. Tak lama kemudian, sebelum kami berpisah pulang ke hotel, Anna sempat janjian agar aku mau menemaninya besok berjalan-jalan di pantai senggigi !! Aku pun mengangguk dan berjanji akan menemaninya besok.

Esoknya, saat aku sedang menyusuri pantai selepas mengantar koran langgananku, tiba-tiba terdengar suara memanggil, Agus, Agus ? Aku menoleh kebelakang, ingin tahu siapa yang memanggilku ? Alangkah kaget dan senangnya aku setelah tahu yang memanggilku adalah Anna, ya Anna terlihat sedang menikmati sarapan pagi di restaurant pinggir pantai senggigi. 

Agus, kamu dari mana, dan apa yang kamu bawa itu, tanya Anna padaku ? Mendapat pertanyaan seperti itu, aku langsung menjawab !! Anna, aku habis mengantar koran dan majalah ke hotel-hotel langgananku. Oh ya, jawab Anna. Agus jualan koran dan majalah ya, kembali Anna bertanya ? Benar Anna jawabku !! Oh ya, Agus. Kamu sudah sarapan belum, hayo, sarapan dengan Anna disini, nanti Agus temanin Anna jalan-jalan ya. Oke, thanks ya Anna, jawabku.

Sarapan pagi dengan guru cantik di pinggir pantai senggigi memang sangat mengasyikan, kami berdua banyak cerita tentang budaya Indonesia khususnya budaya suku sasak di pulau Lombok. Dalam bincang-bincang itu, Anna juga ingin agar aku bisa menemaninya selama berlibur di pulau Lombok bahkan Anna memintaku juga untuk menemaninya berlibur di pulau dewata bali.

Selepas sarapan, Anna mengajakku berjemur di pinggir pantai, walaupun saat itu langit terlihat mendung diatas pantai senggigi, namun Anna tetap menikmati suasana mendung itu sambil tetap bercerita dan saling bercanda, bahkan sesekali kita berdua tertawa lepas sambil menikmati angin sepoi-sepoi pantai senggigi. Anna begitu menikmati suasana itu, begitu juga dengan diriku. Walaupun perkenalanku dengan Anna belum begitu lama, Kami berdua seperti orang yang sudah lama saling mengenal.

Langit di atas pantai senggigi semakin terlihat gelap !! Tak lama kemudian. suasana indah penuh keceriaan itu, mendadak berubah !!! Saat itu tiba-tiba, langit mendung diatas pantai senggigi, mencurahkan hujan deras !! Ayo, Anna kita cari tempat berteduh, tanyaku pada Anna !! Tidak Agus, kita berdua disini saja, jawab Anna sambil tetap memandang jauh ke laut lepas ? Agus, coba kamu lihat diatas sana, lihat ada apa di atas awan itu, beautiful ?? Jawab Anna sambil membidik dengan kameranya.

Aku pun kaget melihatnya, terlihat segumpalan awan meluncur dari atas langit layaknya pusaran tornado yang ingin menghantam lautan ? Terlihat pula orang-orang di pinggir pantai berteriak kagum melihat pemandangan itu, tak peduli dengan hujan deras yang mengguyur pantai senggigi. Banyak turis-turis asing tak ingin kehilangan moment yang sangat berharga itu untuk memotret pemandangan luar biasa indahnya itu ?

Kekaguman itu semakin bertambah, saat hujan mulai reda !! Diantara deburan ombak pantai senggigi, hanya beberapa meter dari pinggir pantai, terlihat ada lingkaran pelangi begitu indah ? Lingkaran pelangi itu terlihat pangkalnya ada di pinggir pantai, ujung lainnya ada di seberang bukit di belakang pantai senggigi arah batu bolong.

Aku sendiri yang melihat pemandangan itu berdecak kagum ? Baru kali ini dalam hidupku, aku bisa melihat pangkal pelangi ? Selama ini, mitos tentang pangkal pelangi adalah tempat bidadari sedang mandi ? Ah, itu cuma mitos. Dan mitos itu ternyata tidak benar. Simbol bidadari itu memang ada, dan bidadari itu adalah sosok Anna, Guru cantik yang sedang berdua denganku menikmati indahnya lingkaran pelangi di pantai senggigi.

Puas menikmati pemandangan itu, Anna mengajakku jalan-jalan menyusuri pantai senggigi. Dalam suasana penuh keceriaan itu, terkadang Anna mencubitku lalu berlari dan aku mengejarnya, begitu juga sebaliknya. Tak lama kemudian, awan hitam mulai menyibakkan bayangan sang surya sembari menumpahkan gerimis kecil, kami berdua tetap menikmati suasana itu layaknya dua cangkir teh disaat mendung, hangat dan manis. Bahkan saat hujan gerimis reda dan awan hitam mulai menghilang, matahari dan sinar jingga pun turut bahagia melihat keceriaan sepasang anak manusia yang sedang asyik bercanda ria di pinggir pantai.

Lingkaran pelangi di pantai senggigi seakan pertanda hari esok yang lebih baik. Hadirnya sosok Anna, guru cantik asal Australia yang ramah dan baik hati ini telah jadi inspirasiku. Pesona dibalik lingkaran pelangi itu membuat langkahku semakin jauh dalam sebuah angan dan mimpi indah yang akan dilanjutkan dalam cerita selanjutnya yang berjudul antara Labuan Bajo, Sape dan Negeri Impian Australia.