Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Gang Rukun Kampung Gali di Jakarta

Gang Rukun
Pertigaan Jalan Pangeran Jayakarta
Petrus atau penembak misterius pernah membuat heboh publik tanah air khususnya dikalangan dunia kriminal di Indonesia. Petrus adalah sebuah operasi rahasia pada tahun 1980-an untuk menanggulangi tingkat kejahatan yang sangat tinggi pada waktu itu. Petrus pertama kali dilancarkan di Yogyakarta. Operasi ini dilakukan dalam rangka pembersihan para Gali atau Gabungan Anak Liar atau sebutan lain preman Yogjakarta.

Akibat operasi itu, Suasana Kota Yogjakarta pada tahun 1980 begitu mencekam. Para preman yang selama ini dikenal sebagai Gali atau Gabungan Anak Liar dan menguasai berbagai wilayah operasi tiba-tiba diburu tim Operasi Pemberantasan Kejahatan (OPK) yang kemudian dikenal sebagai penembak misterius. Sepak terjang petrus dan para Gali inilah yang mendorong Iwan Fals menciptakan lagu berjudul SuGali

Setelah melakukan operasi pembersihan di Yogjakarta, akhirnya gebrakan itu dilanjutkan di berbagai kota lain yakni dengan melakukan operasi penangkapan dan pembunuhan terhadap orang-orang yang dianggap mengganggu keamanan dan ketentraman masyarakat khususnya di Jakarta dan Jawa Tengah.

Ratusan jiwa telah melayang akibat operasi petrus ini, umumnya para korban Petrus saat ditemukan da­lam kondisi tangan dan lehernya te­ri­kat. Kebanyakan korban juga dimasukkan ke dalam karung yang ditinggal di pinggir jalan, di depan rumah, dibuang ke sungai, la­ut, hutan dan kebun. Pola pengambilan pa­ra korban kebanyakan diculik oleh orang tak dikenal dan dijemput aparat ke­amanan.

Begitu sadisnya operasi petrus yang tak kenal ampun ini, maka ketika operasi ini pertama kali dilakukan di Yogjakarta, sebanyak kurang lebih 60 orang para Gali tewas ditangan petrus. Sisanya yang selamat karena mereka melarikan diri keluar dari Yogjakarta. Kemanakah mereka pergi mengungsi, ternyata sebagian dari mereka pergi mengungsi ke salah satu kampung di Jakarta atau tepatnya di kawasan mangga dua selatan.

Jauh sebelum peristiwa penembak misterius terjadi, Kampung ini memang dikenal dengan kampung gali karena hampir sebagian besar penduduknya adalah mantan para Gali, baik Gali Yogjakarta, Solo maupun Semarang. Kampung yang penduduknya sebagian besar mantan gali ini hidup sangat rukun, karena itu kampung ini dinamakan dengan sebutan gang rukun, artinya walaupun kampung ini banyak dihuni oleh para mantan gali namun kehidupan warganya penuh dengan solidaritas dan saling tolong menolong. Gang rukun ini berlokasi persis di pinggir jalan Pangeran Jayakarta.

Gang rukun ini adalah kampung yang unik, kampung ini hidup terus selama 24 jam, kehidupan warganya pun penuh warna. Ada yang warganya berwiraswasta, pekerja swasta maupun hidup dalam dunia kriminal dan lain sebagainya. Bahkan dominasi gali perempuan dikampung ini begitu banyak, mereka ayu-ayu namun siapa menyangka bahwa dibalik paras ayunya gali-gali perempuan itu. mereka adalah sosok perempuan-perempuan tangguh dan pemberani.

Karena warganya yang penuh pengertian dan solidaritasnya yang tinggi, wajar saja bila Gang Rukun tak pernah sepi. hampir disetiap sudut ada saja yang bermain segala macam jenis judi, minum-minuman keras bahkan transaksi ganja dan obat-obatan terlarang ada di kampung ini. Pendek kata seluruh kehidupan dunia kriminal ada dikampung ini.

Apalagi Kampung ini tak jauh dari tempat bisnis esek-esek kelas kaki lima jembatan merah, gunung sahari. Kampung ini juga tak jauh dari kawasan dunia malam mangga besar. Kedua tempat tersebut bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Bahkan banyak para wanita penghibur di kedua tempat tersebut tinggal di gang rukun. Di kampung ini berdiri juga belasan yayasan pembantu rumah tangga hingga gang rukun juga sering disebut sebagai sentralnya asisten pembantu rumah tangga di Jakarta.

Kini kampung itu memang telah punah dalam peta Jakarta, Kampung ini tergusur akibat derasnya pembangunan di ibukota Jakarta, Khususnya pembangunan pusat perkantoran dan pertokoan di kawasan mangga dua. Gang rukun tergusur pada tahun 1983, tepat tiga setahun setelah terjadinya peristiwa penembakan misterius. Warga yang tergusur ini menyebar ke seantero jabodetabek. Namun walaupun sudah tidak sekampung lagi, mereka yang pernah lahir dan besar disana sering mengadakan reuni, bahkan arisan bulanan sering diadakan antar warga gang rukun.

Tapi siapa menyangka bahwa di kampung yang penuh dengan kehidupan dunia kriminal itu, dunianya para Gali, generasi penerusnya justru menjadi orang-orang yang sukses dalam kehidupan dan jauh dari kesan kriminal. Ada yang jadi dokter, polisi, tentara, ustad, pengacara, pengusaha bahkan ada juga yang bekerja di atase kebudayaan di Rusia. Gali juga Manusia, Gali juga bisa cerdas karena mereka juga punya harapan untuk masa depan yang lebih baik