Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Mungkinkah Memex Diterima di Indonesia

Satu lagi dunia maya dihebohkan dengan hadirnya Memex yang diklaim bakalan menyaingi reputasi google dalam hal teknologi mesin pencari di dunia maya. Sebagai mesin pencari baru, tentu kehadiran Memex bisa menjadi ancaman yang serius bagi mesin pencari lainnya.

Mesin pencari layanan yang namanya diambil dari kombinasi Memory dan Index ini sejatinya dapat digunakan untuk mencari hal apapun bahkan lebih canggih dari mesin pencarian google.

Akan tetapi, sang pembuat layanan ini, Christopher White dari Lembaga Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA), ingin Memex fokus membantu memerangi berbagai macam bentuk tindak kejahatan, terutama untuk masalah prostitusi online dan perdagangan manusia.

Sebagai gambaran, mari kita ambil contoh kasus dari masalah prostitusi online. Sistem milik Memex nantinya akan menyisir semua informasi di internet yang berkaitan dengan masalah tersebut. Salah satu kemungkinan informasi yang disisir berasal dari iklan prostitusi yang di-posting secara online.

Berdasarkan iklan tersebut, sistem akan mengambil informasi seperti nomor telepon, gambar, dan juga lokasi metadatanya. Dengan data yang dihimpun ini, diharapkan pihak berwenang dapat dengan mudah memetakan lokasi kejahatan.

Berbeda dengan hasil pencarian yang ditawarkan oleh Google, Bing, dan Yahoo, yang didasarkan pada iklan dan ditampilkan secara linear berdasarkan algoritma mesin pencari, Memex akan menyajikan informasi ke dalam bentuk infografis yang canggih, yang informasi itu sulit ditemukan oleh Google.

Saat ini, Memex tersedia secara gratis dan tersedia untuk diakses oleh publik. Alasannya mengapa White menyediakan layanan ini secara publik ialah karena semua pengerjaan layanan ini menggunakan dana yang berasal dari pajak warga AS.

Karena Memex disediakan secara gratis, akankah fasilitas super canggih ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, mungkinkah Memex bisa diterima di Indonesia ? Sebagaimana kita ketahui, kosa kata Memex memang masih terbilang sangat tabu untuk diucapkan oleh masyarakat Indonesia karena berkonotasi vulgar !!

Lalu kenapa namanya harus Memex ? Apakah masyarakat kita tidak canggung untuk mengucapkannya, padahal mesin pencari super canggih ini mampu mendeteksi dan memetakan lokasi kejahatan.

Misalkan, ada seseorang yang ingin mencari anggota keluarganya yang jadi korban perdagangan manusia, ketika bertanya pada temannya, kemana saya harus mencari ? Dijawab oleh temannya, cari saja di memex he he he so pasti bakalan ditemukan lokasinya.

Bila teman-teman masih penasaran dengan kehadiran Memex, cari saja di pencarian google dengan kata kunci Memex, mohon maaf bagi yang punya pikiran kotor, so pasti bakalan kecewa.