Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Tragedi Pilpres di Gedung Mahkamah Konstitusi

Singkat cerita Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada tanggal 22 Juli 2014 akhirnya memutuskan bahwa pemenang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 adalah pasangan nomor urut dua yakni Jokowi-Jusuf Kalla.

Seperti sudah diprediksi dari awal, pihak Prabowo-Hatta mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi dengan membawa sejumlah barang bukti sebagai materi gugatan.

Sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan, Mahkamah Konstitusi akhirnya menggelar persidangan, Dalam persidangan yang dihadiri puluhan ribu massa itu, Didalam gedung terdengar, Hakim MK membacakan materi gugatan dari pihak pelapor yakni pasangan nomor urut satu yakni Prabowo-Hatta :

Hakim MK : Saudara terlapor dari pasangan Jokowi-Jusuf Kalla, apakah anda bisa memberikan pembuktian terhadap gugatan Prabowo-Hatta.

Terlapor : Bisa pak hakim, kami siap memberikan semua barang bukti sebagai pembuktian atas kemenangan kami di pilpres 2014.

Hakim MK : Saudara terlapor, silahkan bawa kemari semua barang bukti yang anda punya.

Tak lama kemudian, datang puluhan orang dari kubu pasangan Jokowi-Jusuf Kalla masuk sambil membawa berkotak-kotak berkas, bukti hasil penghitungan suara di TPS seluruh Indonesia. Bukti-bukti itu menumpuk di persidangan.

Setelah memeriksa barang bukti, Hakim MK bertanya pada pelapor yakni pasangan Prabowo-Hatta,

Hakim MK : Saudara Pelapor, apakah anda bisa memberikan pembuktian atas kemenangan pasangan Prabowo-Hatta dalam Pilpres 2014.

Pelapor : Bisa pak hakim, kami siap memberikan semua barang bukti sebagai pembuktian atas kemenangan kami di Pilpres 2014.

Hakim MK : Saudara pelapor, silahkan bawa kemari semua barang bukti yang anda punya.

Tak lama kemudian masuk empat orang, jalannya sangat lambat karena masing-masing sedang menggendong satu orang.

Hakim MK : menegur dengan keras, saudara pelapor, apa-apaan ini, mana bukti yang saya minta ? 

Pelapor : Dari kubu Prabowo-Hatta menjelaskan dengan singkat dan jelas, bahwa itu bukti yang diminta Hakim.

Hakim MK : bertanya sekali lagi, ini apa-apaan ? Dengan agak kesal dan sedikit berteriak.

Pelapor : dari kubu Prabowo-Hatta menjawab, Hakim Yang Mulia, yang kami bawa adalah bukti-bukti kuat bahwa kami menang dalam Pilpres, mereka berempat yang sedang digendong itu adalah masing-masing sebagai pemilik dari lembaga survei, JSI, IRC, LSN dan Puskaptis.

Hakim MK : bukti diterima, walaupun keempat lembaga survei itu abal-abal, tolong simpan keempat orang itu di gudang jangan sampai hilang, sambil mengetok palu tanda sidang ditunda minggu depan, tok, tok, tok 

Materi apa saja yang nantinya akan disampaikan oleh Hakim Mahkamah Konstitusi, lalu apa yang akan terjadi dengan amar putusannya nanti ? Silahkan dilihat pada skenario, dibalik Tragedi Pilpres di Gedung Mahkamah Konstitusi pada sidang konyol jilid kedua yang akan bersambung habis lebaran wk wk wk

Berita Lainnya :