Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Menang Bermartabat dan Kalah Terhormat

Menang Bermartabat Kalah Terhormat
Hari ini tanggal 6 April 2014, tepat jam 00.00 adalah masa tenang menjelang detik-detik Pemilihan Calon Legislatif, Anggota DPR, DPD, DPRD Propinsi dan Kabupaten/Kota yang akan dimulai serentak pada tanggal 9 April 2014.

Tiada lagi hiruk pikuk kampanye, pemasangan spanduk, alat peraga maupun pertemuan antara calon legislatif dengan masyarakat, simpatisan maupun pendukungnya untuk menyampaikan visi dan misinya. Hari ini praktis segala kegiatan yang berbau kampanye dihentikan.

Semua Calon Legislatif bisa beristirahat sejenak, menahan nafas untuk sedikit melepas lelah setelah berbulan-bulan lamanya melakukan kegiatan demi kegiatan dalam rangka mencari simpatik maupun dukungan dari masyarakat agar kelak pada hari pencoblosan dapat diberi kepercayaan untuk menjadi Wakil Rakyat di Gedung Parlemen.

Proses perjalanan Pemilu 2014 memang cukup panjang dan melelahkan. Begitulah pesta demokrasi lima tahunan dalam proses pemilihan calon legislatif. Dalam demokrasi tentunya kalah dan menang merupakan keniscayaan yang tidak bisa dihindari, jalan demokrasi yang panjang dan berliku, memang berujung pada dua pilihan, Menang atau Kalah.

Setiap orang yang telah sepakat bermain dalam demokrasi seharusnya siap menerima apapun hasilnya, Menang atau Kalah. Menang Bermartabat dan Kalah secara terhormat.

Dalam proses demokrasi, seyogjanya para calon legislatif dituntut untuk all out memenangkan pertarungan politik dengan berbagai cara yang santun, terhormat dan bermartabat. Dalam proses itu, mereka juga berkesempatan untuk mengerahkan semua sumber daya politik yang dimiliki untuk meraih target yang telah ditentukan, melalui cara-cara yang tidak melanggar aturan main yang telah disepakati bersama. Disamping itu proses demokrasi juga tetap menjunjung nilai-nilai kejujuran, saling menghormati dan tetap tidak berpotensi memecah belah kehidupan bernegara berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945

Apakah proses panjang pemilu 2014 akan berakhir pada tanggal 9 April 2014, atau kah akan ada proses lain yang mengikutinya, misalkan gugatan sengketa terhadap hasil pemilu 2014 yang telah dilangsungkan secara demokratis ? katakan sengketa pemilu terjadi, maka pihak yang berniat ingin mengotori pemilu ini jelas tidak menghormati aspirasi rakyat yang telah mengartikulasikan kedaulatan politiknya melalui pemilihan umum yang langsung, bebas, rahasia, jujur dan adil.

Semoga sengketa pemilu 2014 tidak akan terjadi, karena kita semua tentu berharap proses demokrasi ini akan berjalan damai, fair, jujur dan tidak ada kata lain kecuali meruntuhkan seluruh egonya untuk menerima hasil akhir perhelatan demokrasi itu, apa pun hasilnya ? Menang Bermartabat dan Kalah secara terhormat.

Mari kita sukseskan Pemilu 2014, Dan kita jadikan momentum ini menjadi sesuatu yang bermanfaat banyak untuk perubahan Indonesia yang lebih baik