Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Tangisan Gadis Cantik di Bukit Senyum

Gadis Cantik di Bukit Senyum
Kisah ini adalah sambungan dari kisah nyata yang berjudul, Tabir Cinta di Persimpangan Jalan.

Pulang dari liburan di Pulau Tioman, Akhirnya aku harus berpisah dengan Norma, Januar dan Maya di Johor Bahru. Mereka bertiga pulang ke Singapura sedangkan aku langsung berangkat ke Kuala Lumpur.

Sebelum kami berpisah, Norma sempat berpesan padaku, Jaga diri kamu baik-baik yah Gus, Awas jangan sampai tergoda gadis lain apalagi sampai pergi jauh ke Beijing atau dan Thailand !! Norma tetap sayang dan tak mau kehilangan Agus.

Hingga sebelum berpisah di Johor Bahru, aku sempat bertanya pada Norma ? Kapan kira-kira aku akan datang kerumahmu ? Sabar ya gus, nanti pada waktunya, Norma akan beritahukan sama agus ?

Begitu sayangnya Norma padaku, perhatiannya juga sangat besar. Ah nggak mungkin aku mengkhianat cintanya yang tulus itu, batinku dalam hati. Setiap bertemu atau berpisah denganku, Norma tak pernah lepas mencium tanganku, wujud kasih sayang dan ketulusan hati dari seorang gadis cantik melayu yang mencintai kekasihnya.

Setelah tinggal beberapa minggu di Kuala Lumpur, Aku sengaja tidak singgah ke Singapura. Mengingat aku juga tak mau mengganggu aktifitas kekasihku disana. Untuk itu aku langsung menuju Pelabuhan Pasir Gudang di Johor Bahru untuk pulang kembali ke Pulau Batam.

Sesampainya di Pulau Batam, Malamnya aku coba telpon Norma, mengabarkan padanya bahwa aku sudah tiba di Pulau Batam. Norma memang sudah tahu aktifitasku di Pulau Batam. Begitu juga Norma sudah tahu dimana aku sering nongrong bersama teman-teman.

Beberapa hari kemudian, tiba-tiba tanpa kabar apapun, Norma datang menemuiku di Pulau Batam ? Sempat kaget juga aku melihat kedatangannya, apalagi saat itu aku sedang ngumpul bersama teman-teman di kawasan pujasera Nagoya.

Seperti biasa setiap bertemu Norma selalu mencium tanganku, Namun kali ini di wajah cantiknya itu terasa beda seperti ada sesuatu yang tersembuyi, seakan ada beban yang sangat kuat yang sedang dirasakannya. Tanpa menunggu lama lagi, aku pamit dengan teman-teman dan langsung mengajak Norma makan siang.

Mengawali pembicaraan sebelum makan siang, aku sempat bertanya pada Norma. Kamu kenapa, kok kelihatan sedih ? Norma ingin bicara banyak sama Agus, Pokoknya buaaaanyak sekali jawab Norma !!! Oh yah jawabku, Memang ada apa, jadi penasaran nih jawabku ? Nanti saja yah Gus setelah kita makan, Tapi jangan disini, tak enak dilihat orang, jawab Norma ? Ok deh nanti kita ngobrol-ngobrol di bukit senyum aja yah, jawabku.

Apa tuh bukit senyum, jawab Norma ? Bukit senyum kan dekat dengan tempat tinggalku di tanah longsor, dekat kok dari sini, jawabku. Malah dari bukit senyum, disana kita bisa melihat pemandangan indah Singapura di waktu malam hari !! Oh yah, jawab Norma, Tapi Norma kan nggak bisa sampai malam gus, nanti sore juga Norma harus balik lagi ke Singapura. Nggak apa-apa kan gus, walaupun kita bertemu cuma sehari, itu pun sudah membuat rindu norma terobati !!! Nggak apa-apa kok, Agus juga senang bisa bertemu dengan Norma, sambil aku cubit pipinya dengan gemes.

Setelah makan berangkatlah kami berdua dengan naik taksi ke Bukit Senyum, tak lupa mampir dulu ke tempat tinggalku ditanah longsor, setelah itu kami berdua berjalan bergandengan tangan menuju bukit senyum.

Kenapa aku harus mengajak Norma ke bukit senyum, Karena ada suatu pesan berarti yang ingin aku sampaikan padanya ? Di bukit senyum inilah aku sering memandang singapura di waktu malam hari, sambil membayangkan ? Nun jauh diseberang sana ? Seorang gadis cantik melayu telah membuat hari-hariku penuh dengan kerinduan. Sering terucap dalam hati !!! Tuhan, tolong sampaikan padanya, betapa aku merindukannya saat ini. Sambil tatapan mataku memandang lepas, nun jauh diseberang sana kekasihku tinggal.

Pesan berarti itu ternyata seiring sejalan dengan perasaan hati yang sama. Hal ini terucap disaat kami berdua sedang menikmati indahnya pemandangan singapura diatas bukit senyum !! Tahu kah Gus, Norma tiap malam selalu merindukanmu, Namun dalam kerinduan itu, Norma hanya mampu berdoa ? Semoga kekasihku, nun jauh diseberang sana, mendapat kemudahan dalam meraih masa depannya.

Disaat sedang asyik membicarakan perasaan rindu, tiba-tiba Norma menyampaikan maksud kunjungan mendadaknya ke Pulau Batam ? Gus, Norma ada masalah yang sangat berat ? Orangtua Norma tetap memaksakan agar Norma segera menikah dengan pria pilihannya. Norma nggak mau Gus !! Nggak mungkin, sepertinya nggak mungkin Gus !!! Bila Norma harus menikah dengan pria yang tidak Norma cintai.

Gus, saat ini hati norma serba bingung, entah apa yang harus Norma lakukan menghadapi semua ini ? Norma sudah bicara sama orangtua, kalau Norma sudah punya kekasih dan Norma sangat mencintainya !!! Mereka marah besar Gus, jawaban mereka selalu mengatakan, semua ini katanya buat kebaikan masa depan Norma ? Entah gus, masa depan apa yang mereka maksud padahal hidup bersama tanpa dilandasi rasa cinta justru akan menjadi masalah dikemudian hari.

Gus selama berhari-hari dirumah sejak kita berlibur di Pulau Tioman, Norma selalu dimarahin orangtua. Norma selalu bilang pada mereka kalau Norma itu bukan anak kecil lagi, Norma kan sudah besar, sudah tahu mana yang baik dan mana yang buruk. Apalagi Norma sudah bekerja dan bisa hidup mandiri. Lalu mereka menjawab dan mengatakan, Siapa itu Agus, anak tidak jelas asal usulnya ? Norma pun menjawab, Agus itu anak baik, Norma tahu siapa Agus.

Begitu panjang Norma menyampaikan perasaan batinnya !! Dalam curhatnya itu, Norma menangis tak henti-hentinya, seakan tak kuasa menahan beban dalam hidupnya !! Tangisan Norma membuatku larut dalam suasana sedih, Tangisan gadis cantik di bukit senyum ini membuat naluriku sebagai laki-laki tersentak. Dalam batinku mengatakan, Aku harus segera melakukan sesuatu, toh semua yang terjadi terhadap Norma tak lepas dari keberadaanku disana.

Sudah yah, Norma jangan menangis lagi yah. Biar nanti Agus yang akan menjelaskan pada orangtuamu. Apapun yang terjadi nantinya, Agus siap menanggung segala resiko ? Benarkah Gus, kamu siap menanggung segala resiko, jawab Norma ? Benar, Apapun yang terjadi, Agus siap menanggungnya, jawabku tegas !! Minggu depan, Apakah Agus siap datang kerumah dan bertemu dengan orangtua Norma ? Siap kok, jawabku dengan tegas. Namun untuk menghibur sang kekasih, aku sempat berkelakar. Wah…..ini wakuncar pertamaku dong bisa datang ke rumahmu.

Apa tuh Gus, arti wakuncar jawab Norma ? Waktu kunjungan pacar atau kekasih, jawabku sambil tertawa meledeknya. Oh kirain apaan jawab Norma, sambil ikut-ikutan tertawa dan mencubit pinggangku dengan gemes.

Tangisan gadis cantik itu berubah menjadi tawa dan canda. Hingga suasana romantis di bukit senyum ini telah menjawab hasrat kerinduan yang selama ini hadir dalam khayalan. Dan Bukit senyum se-akan menjadi saksi perjalanan cinta seorang anak manusia yang sedang di mabuk asmara.

Sebuah perjalanan asmara yang penuh rintangan ? Ibarat makan buah simalakama, kita bakal tersudut dalam pilihan yang teramat sulit. Karena diantara pilihan itu ada sekeping luka didalam hati dan terhalang jurang yang semakin jauh serta semakin jauh. Terlihat disana terkenang dalam kesedihan, disini juga merasakan hal yang sama dalam kepiluan hati. Jawaban itu semakin jelas, saat melihat judul cerita berikutnya Air Mata Gadis Melayu di Pelaminan.

Cerita Diatas adalah rangkaian kisah nyata bersambung dibawah ini :