Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Tabir Cinta di Persimpangan Jalan

Tabir Cinta
Kisah ini adalah sambungan dari kisah nyata yang berjudul, Gairah Cinta Gadis Melayu di Pulau Tioman.

Banyak kenangan indah di Pulau Tioman bersama Norma kekasihku, Ada nuansa romantis di sana, terasa begitu indah, seakan ada sebuah harapan menuju masa depan bagi perjalanan cinta kita berdua. Apalagi disaat kami sedang menikmati duduk berdua di hamparan pasir Pantai Tioman, Norma sempat berkata sambil tangannya yang lembut menggenggam jari jemariku serta tatapan matanya yang sendu memandang serius padaku.

Gus, mau kah Agus menikah dengan Norma ? Norma teramat sayang dan cinta sama Agus, Norma siap menghadapi segala resiko yang akan terjadi nantinya. Karena Norma sangat yakin sekali, bila hubungan kita berdua yang dilandasi dengan ketulusan cinta dan saling menyayangi akan membawa kebahagian kelak.

Entah mengapa sejak pertama kali Norma bertemu dengan Agus di Tanjung Pinang, perasaan itu mulai ada di hati Norma, Walaupun pertemuan itu teramat singkat. Karena itu Gus, Norma sangat senang sekali bisa berjumpa lagi dengan Agus, saat Agus datang ke Singapura.

Waktu itu Norma tidak menyangka bisa bertemu lagi dengan Agus. Tahu tidak Gus, hari-hari selanjutnya, rasa itu semakin tumbuh subur saat kita sering bertemu di Singapura. Sampai akhirnya Norma juga sering mengunjungi Agus di Johor Bahru Malaysia, karena ada rasa rindu yang teramat sangat disana.

Entah Gus, Norma juga bingung, mengapa rasa itu begitu kuat. Walaupun akhirnya, Norma juga tak kuasa untuk menahan rasa itu, bahwa getar-getar asmara memang telah tumbuh di hati Norma. Masih ingat kah Agus dengan surat pertama dari Norma. Surat yang Norma berikan saat kita tiba di perbatasan antara Johor dan Singapura ? Waktu itu Norma merasa tidak akan bertemu lagi dengan Agus, tapi Norma juga tidak bisa membohongi diri bahwa rasa itu harus disampaikan walaupun hanya dalam bentuk surat. Karena Norma ingin agar Agus tahu, melalui surat itu tercurahkan sebuah rasa yang sesungguhnya.

Tahu tidak Gus, begitu banyak pria yang dekat dengan Norma, bahkan banyak diantaranya yang suka dengan Norma. Namun bagi Norma, mereka semua adalah teman yang baik, tak lebih dari itu. Karena memang tak ada rasa, Tapi mengapa ketika berjumpa dengan Agus, terasa ada yang beda. Rasa itu tiba-tiba muncul dan tumbuh di hati norma yang paling dalam bahwa Norma jatuh hati pada Agus.

Masih ingat tidak Gus, saat kita bertemu lagi di Tanjung Pinang, Saat itu Norma begitu rindu dengan Agus. Entah mengapa Gus, Norma juga bingung melihat kenyataan ini ? Itu lah Gus, arti dari sebuah rasa yang tidak bisa Norma hindari. Rasa itu semakin menggelora, saat agus menyatakan hal yang sama. Masih ingat kan Agus, ketika pertama kali Agus memegang tangan Norma dan mengecup kening Norma serta menyatakan sebuah rasa yang sama diatas kapal perang Malaysia.

Hari itu bagi Norma terasa begitu membahagiakan, gelora cinta diatas kapal perang Malaysia menjadi sebuah catatan indah bagi awal perjalanan cinta kita berdua. Karena itu mengapa Norma melarang Agus pergi ke Thailand maupun ke Beijing, Karena Norma tak mau kehilangan Agus !! Kembali Norma ingin mengatakan, mau kah Agus menikah dengan Norma ? Sambil tangannya tetap memegang erat jari jemariku.

Benarkah Norma ingin mengajakku menikah, batinku ? Padahal Januar sudah menyampaikan padaku bahwa Norma telah dijodohkan oleh pria pilihan orangtuanya. Seriuskah Norma dengan ucapannya itu, batinku pun mengatakan, mungkinkah semua ini benar adanya, pun kalau seandainya benar, Seriuskah Norma ingin mengajakku menikah, apakah aku sanggup menjalankannya, mengingat belum terpikir sama sekali niatan untuk segera menikah apalagi dengan kehidupan dan statusku yang masih belum jelas ?

Ah…..begitu cepat norma menyampaikan hal itu, batinku ? Norma memang bukan cinta pertamaku tapi Norma adalah kekasih pertamaku. Ia memang cantik, pintar dan mempunyai status sebagai pegawai negeri singapura. Pantaskah aku yang tidak jelas ini mendampingi hidupnya sebagai sepasang suami istri, batinku ? Tapi mengingat aku juga begitu mencintai dan menyayanginya serta ungkapan seorang Norma yang mampu membangkitkan sebuah harapan bahwa dengan rasa cinta dan kasih sayang yang tulus adalah modal awal untuk menggapai sebuah kebahagiaan ?

Tiba-tiba Norma menegurku, Kenapa Gus, kamu diam dan terlihat melamun ? Apakah Agus tidak siap menikah dengan Norma ?

Ah…..tidak jawabku spontan !! Agus siap kok menikah dengan Norma, Tapi apakah Norma sudah pikirkan panjang lebar tentang semua itu, Agus ini masih belum punya apa-apa. Masih banyak yang harus Agus lakukan untuk mencapai masa depan, apakah Norma sudah siap dengan kenyataan ini ? Bila Norma sudah siap dengan segalanya, buat Agus tidak menjadi masalah, karena Agus juga teramat sayang dan mencintai Norma dengan tulus. Dan Agus juga yakin, sama seperti Norma juga yakin, bahwa dengan rasa sayang dan cinta yang tulus tentu menjadi kekuatan bagi kita untuk melangkah menuju kebahagiaan bersama.

Benarkah semua itu Gus, jawab Norma ? Benarkah Agus mau dan siap menikah dengan Norma ? Benar, jawabku dengan tegas !! Agus tidak bohong, Agus siap menikah dengan Norma, kembali aku menegaskan ucapanku itu.

Terima kasih yah Gus, lega rasanya hati Norma saat ini !! Oh yah….Gus, Norma sudah siap dengan segalanya. Masalah status bukan segalanya bagi Norma, Karena Norma sangat yakin bahwa Agus adalah laki-laki yang bertanggungjawab untuk membahagiakan orang yang dicintainya dengan tulus.

Oh yah…..Gus, mau kah Agus datang kerumah Norma, beranikah Agus bertemu dengan orang tua Norma ? Tahu tidak Gus, ketika Norma ulang tahun dan Agus menemani Norma disana ? Orang tua Norma marah besar ketika mereka tahu bahwa agus adalah kekasih Norma !!! Maafin Norma yah Gus, hal ini sepertinya harus Norma sampaikan sama Agus, mengapa orang tua Norma bersikap seperti itu, karena orangtua Norma sudah menentukan pria pilihannya untuk Norma.

Norma melawan Gus, karena tak mungkin Norma suka dengan pria yang tidak Norma cintai, Maafin Norma yah Gus, Norma tak ingin Agus kecewa nantinya, tapi percayalah Gus, cinta dan rasa sayang Norma tetap tak akan berubah, karena itu mengapa Norma melakukan perlawanan dan berharap Agus bisa datang kerumah Norma ? Mau kan Agus ke rumah Norma.

Wah…..ternyata benar juga apa yang disampaikan oleh Januar ? Ternyata Norma memang telah dijodohkan oleh pria pilihan orangtuanya, tapi dia melakukan perlawanan, batinku ? Agus siap kok kerumah Norma, Kenapa harus takut, Agus kan laki-laki, sewajarnya Agus datang kerumahmu dan bertemu dengan orangtuamu, jawabku dengan tegas.

Benarkah Gus ? Bila itu benar, ternyata dugaan Norma tidak meleset, Agus memang laki-laki bertanggungjawab dan berani menanggung resiko !!! Makasih yah Gus, Norma tambah sayang dan cinta sama Agus, sambil tangannya tetap menggenggam erat jari jemariku. Aku tatap wajah cantik Norma, terlihat diantara kedua pipinya mengalir air mata kebahagiaan.

Pesona indahnya Pulau Tioman Malaysia, ternyata telah membuka tabir cintamu yang dulu hinggap dan kini mulai terungkap. Walaupun tabir cinta itu berada di persimpangan jalan !! Apalagi disana ada bukit tinggi yang harus aku daki agar sampai di jalan berikutnya. Apakah bukit tinggi itu bisa aku daki, kisah berikutnya bisa dilanjutkan pada cerita Tangisan Gadis Cantik Diatas Bukit Senyum.

Cerita Diatas adalah rangkaian kisah nyata bersambung dibawah ini :