Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Senandung Rindu Dibalik Kudeta Militer Thailand

Kudeta Militer Thailand
Cerita ini sambungan dari kisah nyata Kejamnya Polisi Diraja Malaysia :

Setelah lepas dari kejaran Polisi Diraja Malaysia, Aku balik lagi ke jembatan penyeberangan, tempat dimana aku ingin berniaga. Suasana disana memang agak lengang, hanya ada dua pedagang berasal dari Indonesia yang terlihat tetap tenang, seperti tidak ada kejadian yang dirasakan sebelumnya terkait dengan razia yang dilakukan oleh Polisi Diraja Malaysia dua jam yang lalu, padahal waktu itu suasana begitu ramai hiruk pikuk.

Aku coba bertanya pada mereka berdua, apakah mereka ikut berlarian dari kejaran polisi ? Mereka menjawab tidak ikut berlarian karena mereka punya modal yakni paspor sebagai senjata ampuh yang akan mereka tunjukkan jika ada pemeriksaan oleh Polisi Diraja Malaysia, beberapa kali razia dilakukan namun mereka selalu lolos dari pemeriksaan karena menunjukan identitas dirinya melalui paspor yang dimilikinya.

Melalui informasi itulah, akhirnya aku berani menggelar dagangan diatas jembatan penyebrangan di kawasan Chow Kit. Terkait dengan beragam isu dan desas-desus kejamnya Polisi Diraja Malaysia, aku mencoba menanyakan hal itu pada kedua pedagang dari Indonesia itu ? Jawaban mereka berdua ternyata sama, bahwa Polisi Diraja Malaysia memang kejam perlakuannya terhadap para pendatang. Hal itu sering mereka saksikan sendiri di atas jembatan penyebrangan, para pendatang sering diseret-seret bagaikan binatang oleh polisi Diraja Malaysia.

Bahkan isu dan desas desus tentang suntik dan bubuk Pil Sakit Jiwa, seakan mereka membenarkan, terutama dilakukan pada para pendatang yang sudah tiga kali tertangkap oleh Polisi Diraja Malaysia.

Fakta ini memang harus ditelusuri lebih jauh, mengingat informasi ini bukan hanya aku dapat dari kehidupan nyata yang aku jalani ketika tinggal di negeri jiran Malaysia. Bahkan sebelumnya, ketika aku pernah singgah berdagang di Selat Panjang, Tanjung Pinang dan Tanjung Balai Karimun maupun Pulau Batam, isu dan desas desus ini pernah beredar disana bahwa banyaknya orang gila di wilayah tersebut akibat mendapat perlakuan tidak manusiawi dari Polisi Diraja Malaysia ? Mereka yang hilang ingatan itu karena sudah tiga kali di deportasi oleh pihak Pemerintah Malaysia, banyak informasi beredar bahwa mereka di suntik ataupun makanannya diberi bubuk Pil Sakit Jiwa.

Benarkah kekejaman itu terjadi ? Malah hari-hari selanjutnya ketika aku berniaga diatas jembatan penyeberangan di kawasan Chow Kit, Kekejaman itu sering kutanyakan pada pendatang yang sedang ngumpul di jembatan penyeberangan, aku tanyakan tentang isu dan desas-desus perlakuan kejam Polisi Diraja Malaysia. Jawaban mereka pun sama, bahwa informasi suntik dan makanan yang diberi bubuk pil sakit jiwa itu benar adanya.

Seakan tak ingin hanyut dalam kesedihan terhadap nasib para pendatang yang mencari nafkah di negeri jiran Malaysia. Aku mencoba tetap berpikir positif dan tetap melanjutkan aktifitasku sebagai pendatang yang mencoba mengadu nasib di negeri orang dengan berjualan kerajianan tangan. Sering juga aku melihat perlakuan kejam Polisi Diraja Malaysia ketika sedang melakukan razia di kawasan Chow Kit, cerita tentang para pendatang yang diseret-seret bagaikan binatang terlihat jelas di hadapanku yang kulihat dari atas jembatan penyeberangan di kawasan Chow Kit.

Sama seperti di Singapura maupun di Johor Bahru, ternyata daganganku laku keras di Kuala Lumpur. Bahkan, aku pernah ditawari oleh warganegara Malaysia untuk bekerja sama dengannya. Aku diajak berjualan di tokonya di kawasan Central Market Kuala Lumpur. Central Market ini adalah kawasan Pasar Seni yang sangat ramai di Kuala Lumpur. Tawaran menggiurkan itu aku tolak, karena aku ingin bebas dan tidak ingin terikat oleh siapapun. Walaupun warganegara Malaysia itu menjanjikan, akan membuatkan KAD Pengenalan Malaysia semacam KTP Indonesia.

Tidak terasa hampir tiga bulan aku tinggal di Malaysia, Seperti biasa bila ijin tinggal habis, Aku menyeberang kembali ke Singapura melalui Johor Bahru. Di Singapura sengaja aku tidak ingin bertemu dengan Norma sang kekasih ? Selama ini komunikasi dengan Norma hanya melalui surat dengan menggunakan alamat surat dari warung makan, tempat dimana pertama kali aku menyelamatkan diri ketika dikejar-kejar oleh Polisi Diraja Malaysia, Pemilik warung makan itu pun sangat baik padaku. Kebaikan pemilik warung makan inilah yang membuat aku bisa berkomunikasi via surat dengan Norma sang kekasih yang tinggal di Singapura.

Setiap menulis surat, Aku selalu cerita tentang pengalaman baruku, baik saat tinggal di Kuala Lumpur atau cerita tentang perjalananku di berbagai negara bagian Malaysia lainnya seperti Negeri Sembilan, Melaka, Terengganu dan lain sebagainya. Dalam setiap suratku selalu tercurahkan rasa rindu yang teramat sangat pada Norma kekasihku !! Begitu juga dengan surat balasan Norma yang mengatakan hal yang sama yakni sangat rindu dengan kekasihnya.

Saat aku menyeberang ke Singapura !! Kadang terpikir apakah aku harus ketemu dengan Norma ? Ah perasaan itu selalu ada, tapi mengingat aku ingin fokus pada perjalananku selanjutnya ke berbagai Negara. Hasrat ingin bertemu Norma selalu tertahan. hati memang tidak bisa dibohongi, aku teramat rindu dengannya ? Teringat kenangan indah saat berdua bersamanya. Terkadang aku suka merenung sendiri, apakah aku bisa berjumpa kembali dengan kekasihku itu, mengingat perjalananku ini masih panjang, entah kapan akan berakhir, aku pun tak tahu ? Apalagi tekadku sudah bulat ingin keliling dunia, mungkin bila tidak ada aral melintang, setelah singgah di Malaysia, tujuan selanjutnya adalah Negara Thailand  ? Bagiku Malaysia dan Singapura hanyalah tenpat pembelajaran awal, hidup merantau di negeri orang.

Saatnya pun tiba, pada bulan ke empat atau lima hari sebelum masa tinggalku habis di Malaysia. Maka dengan tekad yang bulat, berangkatlah aku dari Kuala Lumpur menuju Negara Bagian Kedah untuk menyeberang ke Negara Thailand.

Namun rencana tinggallah sebuah rencana ? Siapa menyangka saat tiba di Kedah, Aku mendengar informasi yang mengejutkan. Situasi di Thailand sedang genting karena terjadi Kudeta Militer di sana !!! Di perbatasan antara Malaysia dan Thailand, terlihat banyak warganegara Thailand maupun warganegara asing lainnya yang menyeberang ke Malaysia. Melihat situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan itu, hatiku ragu dan bimbang ? Apakah aku harus meneruskan perjalanan ke Thailand atau tidak ?

Rasa ragu dan bimbang itu terjawab sudah !!! Saat sedang mencari makanan dan minuman, Kesempatan itu aku pergunakan untuk bertanya pada pemilik warung makan ? Pemilik rumah makan itu menyarankan, agar niatku pergi ke Thailand ditunda saja mengingat situasi lagi kurang baik di sana, jawab pemilik rumah makan !!! Jawaban pemilik rumah makan itulah yang mengurungkan niatku pergi ke Thailand, sempat terpikir dalam hati, kenapa harus memaksakan diri pergi ke Thailand, toh aku juga bisa pergi kemana pun tanpa harus mampir ke Thailand.

Saat itu terbersit sebuah rencana, mengapa tidak langsung saja melanjutkan perjalanan ke Beijing Negeri China, toh uang hasil penjualan yang kudapat selama ini, cukup untuk menempuh perjalanan itu !! Dalam pikiranku itu, sudah terbayang bagaimana rasanya nanti berniaga di negeri China. Sebuah angan-angan yang membuat tekad dan langkahku semakin kuat untuk melanglang buana keliling dunia. Tak ingin berlama-lama di negara bagian Kedah, toh masa ijin tinggalku hampir habis,. Maka berangkatlah aku meninggalkan Kedah menuju Kuala Lumpur kembali. Angan-angan berangkat ke Beijing, bisa aku mulai dari Singapura aja pikirku, sekaligus ingin bertanya melalui Kedutaan besar Indonesia di Singapura, bagaimana dengan prosedur perjalanan ke Beijing Negeri China.

Sesampainya di Kuala Lumpur, tak lupa aku singgah di warung makan tempat dimana aku sering menerima balasan surat dari Norma. Aku sempat terkejut ketika pemilik warung makan menyampaikan kabar, ada surat baru dari Singapura ? Seperti biasa surat itu pasti datangnya dari Norma. Sempat terpikir, Ah seandainya tidak terjadi kudeta militer di Thailand ? Tentu aku tak tahu kalau kekasihku itu mengirim surat kembali untukku, padahal baru beberapa hari sebelumnya, norma pernah mengirim surat padaku.

Membaca surat dari Norma ini memang agak beda dari surat-surat sebelumnya ? Norma berharap sekali bisa bertemu denganku. Disamping rasa rindu, Norma juga menyampaikan ada sesuatu yang sebenarnya ingin dia sampaikan padaku, katanya sangat penting dan Norma sangat berharap aku bisa balik lagi ke Singapura. Lebih jauh Norma mengatakan bahwa dia ingin di hari ulang tahunnya nanti, aku bisa hadir menemaninya, seiring dengan tulisan di kalimat terakhir, ada sebuah syair lagu yang dinyanyikan oleh Ella sang Lady Rocker asal Malaysia yang berkisah tentang kerinduan akan datangnya sang kekasih

Duh......senangnya mendapat kabar dari Norma, Kabar kerinduan dari sang kekasih, ? Sang kekasih yang begitu berharap bisa menemaninya, saat hari ulang tahunnya tiba. Duh.....ternyata ada hikmah dibalik kegagalanku pergi ke Thailand. Dibalik terjadinya Kudeta Militer di Thailand ternyata ada senandung rindu dari seorang gadis cantik melayu yang telah menjadi kekasihku itu. Mungkin bila tidak terjadi kudeta militer di Thailand, tentunya aku tidak tahu bahwa kekasihku itu mengharapkan kehadiranku pada hari ulang tahunnya.

Setelah mengucapkan terima kasih pada pemilik warung makan, aku mohon pamit untuk pergi ke Singapura. Dalam langkahku selanjutnya, Perjalanan ke Singapura kali ini ada yang beda, tidak seperti perjalanan sebelumnya ? Perjalanan kali ini seperti ada rasa, bahwa hati ini tidak bisa dibohongi. Aku juga sangat rindu dengan Norma. Ada sebuah hasrat dalam hati untuk sang kekasih nun jauh disana ? Tak ada lagi kata yang bisa ku ucapkan padamu sayang, selain aku juga sangat merindukanmu ? Surat dari Norma itu seakan telah merangkai sebuah kata dalam lukisan hati yang rindu pada seseorang ? Rindu pada sosok gadis cantik melayu yang selalu menyapaku dan selalu tersenyum manis padaku yang kini telah menjadi kekasihku.

Bertemu kembali dengan sang kekasih tentunya sangat membahagiakan. Apalagi pertemuan itu disaat sang kekasih akan merayakan hari ulang tahunnya ? Kebahagiaan itu lebih sempurna lagi saat mendapat kabar dari sang kekasih. Tentunya sebuah kabar yang sangat menggembirakan, Cerita selanjutnya bisa dilihat pada artikel yang berjudul : Kekasihku Pegawai Negeri Singapura

Cerita Diatas adalah rangkaian kisah nyata bersambung dibawah ini :