Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Mewujudkan Mimpi Indonesia

Mimpi Indonesia
Sun Tzu adalah seorang Jenderal dari Negeri China yang ahli dalam strategi perang. Ungkapan yang sangat popular dari seorang Jenderal Ahli strategi perang itu adalah, Mereka yang terampil dalam limu perang selalu akan membawa musuh ketempat dimana mereka akan bertempur dan tidak dibawa kesana oleh musuhnya.

Ungkapan seorang Sun Tzu yang sangat sederhana itu ternyata mengandung arti yang sangat dalam. Perang memang memerlukan strategi, begitu juga dengan perang didunia politik, Ungkapan Sun Tzu yang terkenal itu bisa tercermin dalam pertarungan politik antara politisi senior Bob Dole dan Bill Clinton pada pemilihan Presiden Amerika Serikat tahun 1996’.

Calon Presiden Amerika Serikat Bob Dole dalam satu kampanyenya mencoba mengambil hati rakyat Amerika Serikat dengan melakukan pendekatan kembali ke masa silam adalah jembatan emas menuju kesentosaan Amerika Serikat. Dalam orasi politiknya Bob Dole menyatakan bahwa perkenakan saya menjadi jembatan ke sebuah Amerika yang disebut mitos oleh orang-orang yang tidak tahu, biarkan saya menjadi jembatan kepada masa kesentosaan, kepercayaan dan keyakinan dalam tindakan. Dan bagi orang-orang yang mengatakan bahwa hal itu tidak akan pernah terjadi lagi, bahwa Amerika tidak pernah lebih baik, saya katakan anda salah dan saya tahu, karena saya ada disana dimasa silam dan saya masih ingat”.

Pidato politik Bob Dole yang mengusung jargon kembali ke masa silam, langsung mendapat tanggapan dari Bill Clinton, Dalam orasi politiknya Bill Clinton menyatakan. Saya mencintai dan takzim akan sejarah Amerika yang kaya dan membanggakan, dan saya bertekad untuk membawa tradisi-tradisi terbaik kita di masa depan, tetapi dengan segala respek, kita tidak perlu membangun jembatan ke masa silam, kita perlu membangun jembatan ke masa depan dan itulah komitmen saya kepada anda untuk dilaksanakan. Jadi mari lah kita memantapkan hati untuk membangun sebuah jembatan ke abad 21, untuk menghadapi tantangan dan melindungi nilai-nilai kita.

Kesimpulannya Bill Clinton ingin mengambil keuntungan dari pidato Bob Dole dengan membangun citra bahwa Clinton adalah pemimpin yang mempersiapkan bangsa Amerika memasuki abad 21. Bob Dole membangun jembatan ke masa silam sedangkan Clinton membangun jembatan ke masa depan. Sejarah kemudian mencatat bahwa rakyat Amerika lebih cerdas untuk menentukan pilihannya sehingga Clinton berhasil mengalahkan si jago tua Bob Dole.

Membangun jembatan emas dalam konteks Indonesia tentunya sangat menarik untuk kita bahas, mengingat saat ini di Indonesia sedang berlangsung pemilihan umum 2014. Sudah barang tentu beberapa partai politik sedang merancang strategi dalam rangka mengambil hati rakyat Indonesia. Beberapa jargon politik pun dikumandangkan oleh Partai Politik, salah satunya adalah Partai Hanura atau Hati Nurani Rakyat yang mengusung jargon politik Mewujudkan Mimpi Indonesia.

Mewujudkan Mimpi Indonesia adalah sebuah impian yang bertujuan untuk membangun jembatan emas bagi masa depan Indonesia yang lebih baik. Sebagaimana yang disampaikan oleh Wiranto Calon Presiden dari Partai Hanura yang menyatakan bahwa “Kita semua punya mimpi akan Indonesia yang adil, makmur dan sejahtera. Mimpi adalah visi. Dalam mewujudkannya, kita sudah punya misi yang jelas untuk melahirkan pemimpin yang bersih, peduli dan tegas”.

Ketika sejarah telah mencatat seorang Bill Clinton dengan jargon politiknya membangun jembatan emas bagi masa depan Amerika Serikat yang lebih baik hingga rakyat Amerika Serikat lebih cerdas untuk menentukan pilihannya sehingga Bill Clinton berhasil mengalahkan Bob Dole yang mengusung Jargon Kembali ke Masa Silam. Mungkinkah sejarah juga akan mencatat ketika rakyat Indonesia menentukan pilihannya pada pemilu 2014, bahwa Mewujudkan Mimpi Indonesia untuk membangun jembatan emas bagi masa depan Indonesia yang lebih baik adalah pilihan yang tepat.

Berita Lainnya :