Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Memahami Tugas dan Fungsi Wakil Rakyat

Tugas Wakil Rakyat
Beranikah calon anggota legislatif atau calon wakil rakyat ketika melakukan sosialisasi dalam rangka menyerap aspirasi yang diinginkan oleh masyarakat mengatakan bahwa saya bukan dinas sosial, saya bukan dinas pekerjaan umum dan saya bukan dinas tenaga kerja ? Ungkapan tegas ini memang harus berani diucapkan agar masyarakat memahami terkait dengan tugas dan fungsi seorang legislator di parlemen.

Kondisi demikian memang sering terjadi ketika calon wakil rakyat sedang melakukan komunikasi dengan masyarakat, Tidak jarang masyarakat berharap bantuan konkrit dari calon yang diusulkan untuk menduduki gedung parlemen, seperti meminta bantuan pengaspalan jalan secara langsung, bantuan pembangunan tempat ibadah, pemberian sembako, meminta pekerjaan dan lain sebagainya.

Tugas sebagai wakil rakyat jika terpilih nanti memang benar harus membawa aspirasi masyarakat, akan tetapi aspirasi yang didapat berdasarkan hasil reses maupun kunjungan ke daerah pemilihannya masing-masing sebagai bahan dan rumusan kasar yang akan diperjuangkan dalam ruang-ruang rapat sehingga menghasilkan sebuah kebijakan atau peraturan perundang-undangan. Untuk itu seorang calon wakil rakyat memang harus memiliki daya juang yang tangguh serta mampu bersuara sebagai seorang legislator ketika sedang membahas peraturan perundang-undangan, penganggaran dan pengawasan sehingga dapat mempengaruhi sebuah kebijakan yang berdaya guna bagi kepentingan publik.

Hal ini sesuai dengan keberadaan wakil rakyat atau anggota legislatif sebagaimana yang diamanatkan dalam undang-undang. Dalam Undang-Undang seorang wakil rakyat memang sudah digariskan fungsinya sebagai pembuat peraturan perundang-undangan (legislasi), penganggaran (budgeting) dan fungsi pengawasan. Oleh karena itu, wakil rakyat tersebut diharapkan mampu menjalankan tugasnya sesuai dengan fungsinya. Dengan kata lain wakil rakyat harus mampu memperjuangkan sebuah kebijakan atau produk hukum yang nantinya dapat menghasilkan sesuatu yang benar-benar hidup ditengah masyarakat. Begitu juga sebagai pengawas harus dapat memastikan kebijakan yang dihasilkan dapat bermanfaat dan tidak terlahir secara percuma

Maka atas dasar tugas dan fungsinya itu, Seyogjanya calon wakil rakyat harus berani mengatakan dan menjelaskan pada masyarakat bahwa menilai calon legislatif atau calon wakil rakyat harus berdasarkan dengan tugas dan fungsinya, bukan hanya sekedar menjanjikan atau langsung memberikan bantuan pengaspalan jalan seketika, pemberian lapangan pekerjaan atau pemberian sembako seketika. Penjelasan ini sangat penting agar masyarakat jangan sampai salah alamat hingga harus meminta hal-hal yang bersipat terlalu berlebihan hingga calon wakil rakyat harus dapat memenuhi permintaannya secara seketika padahal tugas dan fungsi wakil rakyat tidak seperti itu.

Begitu juga dengan masyarakat, sejatinya bila ingin melihat kinerja anggota legislatif yang lebih maju seharusnya paradigma lama itu harus dihilangkan. Apalagi dengan harapan ingin mendapatkan sesuatu atau iming-iming materi secara langsung dari sang calon wakil rakyat.

Berita Lainnya :