Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Kekasihku Pegawai Negeri Singapura

Pegawai Negeri Singapura
Cerita ini adalah sambungan dari kisah nyata, Senandung Rindu Dibalik Kudeta Militer Thailand :

Setibanya di Singapura, aku langsung menelpon Norma, mengabarkan kalau aku sudah tiba di Singapura, Norma sangat senang sekali mendapat telpon dari kekasihnya, bahkan ia berencana datang ke tempat aku menginap di Sultan Gate.

Benar saja, tak lama kemudian, sang kekasihku itu sudah datang ketempat penginapan, terlihat wajahnya begitu ceria memancarkan kebahagiaan bisa bertemu denganku lagi. Senyum manis sebagai ciri khasnya tak pernah lepas selalu tersenyum padaku.

Hari itu Norma terlihat sangat cantik, penampilannya sangat beda dari sebelumnya. Terbersit dalam hati, layakkah aku menjadi kekasihnya, dan mengapa Norma memilih diriku menjadi kekasihnya ? Apakah ini yang dinamakan dengan cinta yang tulus. Sebuah rasa yang bisa datang dan pergi dari mana saja. Sebuah rasa yang tak memandang status sosial maupun penampilan secara fisik.

Gus, norma kangen sekali sama agus, kata-kata manja dari Norma itulah yang membuyarkan lamunanku ? Kenapa, agus gak mau ketemu sama Norma bila tiba di singapura, agus nggak kangen ya sama Norma ?

Bingung juga aku mendapat pertanyaan bertubi-tubi dari Norma ? Agus juga kangen sama Norma, nggak mungkin kalau nggak kangen, agus datang lagi ke singapura. Kalau agus nggak ingin ketemu sama Norma, Karena agus tidak ingin merepotkan Norma yang selalu menemaniku berniaga !! nggak apa-apakan, Norma nggak marah kan sama Agus ?

Nggak gus, Norma nggak marah kok sama Agus, Norma ngerti dengan keadaan Agus, malah Norma tambah sayang sama Agus.

Kata-kata terakhir itulah yang membuatku tambah bersyukur mempunyai seorang kekasih yang cantik jelita dan mempunyai pengertian yang sangat besar padaku, kata-kata terakhir itulah yang membuat suasana jadi semakin indah, apalagi di tambah rasa kangen yang begitu menggelora diantara aku dan Norma.

Oh yah gus, lusa Norma ulang tahun, Norma senang sekali Agus bisa hadir menemani Norma. Gus, kita jalan-jalan yoh ke Orchard, mau kan gus, mau yah, kata norma dengan manjanya. Siap bos jawabku !! Norma pun senang dengan jawabanku. Norma sempat nyeletuk, emangnya Norma bos apa, sambil tertawa lepas.

Tak lama kemudian berangkatlah kami berdua meninggalkan tempat penginapan di Sultan Gate menuju MRT Bugis untuk melanjutkan rencana jalan-jalan ke kawasan orchard road. Dalam perjalanaan sempat aku bertanya, memangnya kita mau ngapain ke Orchard ? Kita kan sering jalan-jalan kesana, tanyaku pada Norma.? Kali ini beda gus, pokoknya surprise deh buat Agus ? Kok surprise sih, hayo mau ngerjain aku yah, jawabku ngeledek Norma.

Dalam canda dan tawa selama di perjalanan, tak terasa sampailah kami berdua di kawasan Orchard Road. Tiba-tiba Norma mengajakku pergi ke toko pakaian. Gus kita beli baju dan celana yah, Agus mau kan Norma belikan baju dan celana ? Mendapat tawaran dari Norma, aku sempat kaget ?

Oh….jadi ini yang dinamakan dengan surprise tadi, nggak ah, malu lah aku dibeliian baju dan celana sama perempuan, jawabku !!! lagian aku kan punya uang buat beli, pokoknya aku nggak mau di beliin sama Norma, biar aku sendiri yang bayar yah, makasih atas kebaikan Norma. Lagi pula buat apa sih mesti beli baju dan celana, toh celana dan bajuku masih ada, jawabku.

Norma tetap memaksakan diri agar aku mau dibelikan baju dan celana olehnya, karena ia ingin kekasihnya itu bisa menemaninya pada saat hari ulang tahunnya, Norma berencana ingin mengenalkan kekasihnya itu pada teman-temannya di Singapura ? Aku tetap kekeuh tidak mau di traktir oleh Norma, hingga setelah kuberi penjelasan, Norma pun akhirnya mengerti, walaupun masih terlihat raut wajah kekecewaan di wajah manisnya itu.

Di toko pakaian itu, norma terlihat sibuk memilih baju dan celana yang pas buat aku ? Sempat terpikir dalam hati, Norma begitu penuh perhatian terhadapku !!! Ah……sungguh beruntung, punya kekasih seperti Norma. Tiba-tiba Norma menegurku, gus sepertinya baju dan celana ini cocok buat Agus ? Agus pasti terlihat keren, tanya Norma sambil memperlihatkan beberapa helai baju dan celana padaku.

Setelah urusan belanja selesai, kembali Norma mengajaku ke salon. Gus kita ke salon yah, biar Agus kelihatan lebih tampan dan keren, mau kan tanya Norma padaku. Oke bos, jawabku. Kali ini Norma yang memaksakan diri untuk membayar ongkos. Duh, luar biasa sekali perhatian kekasihku ini, batinku.

Selesai juga acara jalan-jalanku dengan Norma, pergi belanja pakaian, ke salon dan belanja kebutuhan acara ulang tahunnya. Saat malam tiba, kami berdua pergi ke suatu tempat untuk menikmati suasana romantis diantara kami berdua. Seakan kami berdua ingin menumpahkan rasa rindu yang terpendam selama ini. 

Dalam suasana romantis itu, norma sempat bertanya padaku. Gus, Norma teramat sayang dan mencintai Agus, Norma nggak mau kehilangan Agus. Bolehkan Norma menyarankan, Agus nggak usah keliling dunia yah, Agus tinggal saja di Singapura atau di Malaysia, atau Agus bisa tinggal menetap di pulau Batam atau Tanjung Pinang, Norma nggak mau kehilangan Agus !! Agus mau kan dengerin saran Norma ?

Kenapa kamu berubah pikiran, jawabku ? Dulu dengan sekarang beda gus, rasa cinta Norma sekarang begitu besar sama Agus, Norma takut kehilangan Agus bila tetap merantau keliling dunia, mau kan gus dengar saran Norma, kembali Norma mengulangi pertanyaannya itu ?

Bingung juga aku mendapat pertanyaan dari sang kekasih ? Terbersit dalam hati, apakah perjalananku akan berakhir sampai disini ? Norma, tahu nggak, aku punya rencana mau pergi ke Beijing, niatku ini telah tertanam di hati sejak gagal pergi ke Thailand. Sebelum aku meneruskan bicara, tiba-tiba norma nyeletuk !!! 

Apaaa…..pergi ke Beijing, nggak ah, norma nggak setuju, Agus pasti nggak akan ketemu dengan Norma lagi, Beijing itu jauh gus, kenapa ingin meraih masa depan harus memaksakan diri pergi ke tempat yang sangat jauh. Jangan pergi yah gus, kalau Agus sayang dan cinta sama Norma, mau kan Agus dengar saran Norma. Ini untuk kebaikan Agus juga, mau kan gus ?

Terllihat wajah cantik dan manis itu seperti wajah yang begitu berharap, terlihat juga ada tetesan air mata mengalir diantara kedua pipinya. Tak tega aku memandang wajahnya. Saran dari Norma, kujawab. Oke bos, Agus ikut aja saran dari Norma. Wajah sendu itu terlihat ceria kembali. Makasih ya gus, Norma janji sama Agus, nanti akan Norma carikan kerja di Singapura.

Waktu yang ditunggu pun akhirnya tiba. Saat hari ulang tahunnya, Norma menjemputku di tempat penginapan. Aku pun menyambutnya dengan memakai pakain yang dipilih oleh Norma. Melihat penampilanku itu, Norma sempat bilang, Gus, kamu itu sebenarnya boleh juga. Betul kan, Agus kalau di urus pasti penampilannya beda, tanya Norma padaku ? hmm bisa aja kamu, Norma memang kekasihku yang penuh perhatian padaku, jawabku.

Sesampainya dirumah Norma, suasana perayaan hari ulang tahun kekasihku ini sungguh meriah, semua teman-temannya diundang, Norma begitu bersemangat memperkenalkanku pada teman-temannya, tak terlihat rasa malu dan minder ? Terlihat Norma begitu bangga memperrkenalkan kekasihnya itu pada teman-temannya.

Ketulusan cinta Norma membuatku hanyut dalam kebahagian, tak tega rasanya mengkhianati atau meninggalkan dirinya. Cinta yang tulus itulah yang membuat tekadku keliling dunia tertunda. Hingga hari-hari selanjutnya, aku tetap berniaga, kalau tidak di Singapura, Malaysia, Tanjung Pinang maupun Pulau Batam.

Tak terasa hampir enam bulan, aku bolak balik antara Singapura, Malaysia, Tanjung Pinang maupun Pulau Batam. Hingga pada suatu hari, saat aku berniaga di Singapura, tiba-tiba Norma datang menemaniku. Dengan tetap tersenyum manis, Norma mengabarkan, ia diterima menjadi Pegawai Negeri Singapura ?

Gus, Norma mau menyampaikan kabar, Norma diterima menjadi Pegawai Negeri. Mungkin waktu Norma agak terbatas, Agus nggak marah kan sama Norma !! Mendapat kabar seperti itu, aku sempat kaget dan senang mendengarnya. Duh, Agus senang sekali Norma bisa jadi Pegawai Negeri Singapura, Kenapa harus kecewa dan marah, toh itu buat masa depan Norma, jawabku.

Oh ya, gus, kamu tinggal di Batam saja yah, biar sewaktu-waktu Norma bisa datang kesana. Norma tetap sayang dan cinta sama Agus, Norma juga nggak mau kehilangan Agus !! Kata-kata indah dari Norma itu tetap terucap, Kata-kata indah itulah yang membuatku hanyut dalam perasaan bahagia, hingga harus berlanjut pada cerita berikutnya yang berjudul : Gairah Cinta Gadis Melayu di Pulau Tioman.

Cerita Diatas adalah rangkaian kisah nyata bersambung dibawah ini :