Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Gairah Cinta Gadis Melayu di Pulau Tioman

Pulau Tioman Malaysia
Cerita ini adalah sambungan dari kisah nyata, Kekasihku Pegawai Negeri Singapura : 

Norma, terima kasih atas cintamu yang tulus, atas perhatianmu yang besar padaku. Benarkah Norma nggak mau kehilanganku ? Seandainya aku pergi ke Beijing dan melanjutkan perjalanan ke negeri lain, apakah tiu akan mengurangi rasa sayang dan cintaku, apakah itu juga berarti akan ada sesuatu yang hilang ? Lalu apakah dengan kepergian yang semakin jauh akan menghilangkan semua itu ? Agus juga teramat mencintai dan menyayangi Norma. Toh, di Batam, di Singapura maupun di Malaysia sama saja dengan di Beijing. Karena cinta dan rasa itu tak akan hilang, dimana pun kita berada.

Norma nggak keberatan kan bila Agus harus melanjutkan perjalanan ke Beijing, Nanti kalau segala urusan selesai, mungkin Agus akan berangkat dari Kuala lumpur ke Beijing. Soalnya ongkosnya lebih murah daripada berangkat dari Singapura ke Beijing. Sebelum aku melanjutkan kata-kata, Tiba-tiba Norma menyelaku.

Gus, Norma tetap tidak setuju Agus berangkat ke Beijing, percayalah sama Norma, ini nasehat dari Norma, Nasehat dari sang kekasih yang tak mau kehilangan kekasih yang dicintainya !! Percayalah Gus, masa depan Agus ada di sini. Sudah yah Gus, Agus nggak usah pergi ke Beijing, Toh Norma tetap tak akan meninggalkan Agus walaupun waktu Norma mungkin agak terbatas untuk menemanimu. Mau kan sayangku, mau kan mendengar saran dari kekasihmu ini.

Mendengar ucapan kata sayang yang tulus dari Norma membuat hatiku langsung luluh. Norma memang bukan cinta pertamaku, Tapi Norma adalah Gadis yang pertama menjadi kekasihku. !! bagaimana Gus, Agus Dengar kan saran dari Norma, Agus jangan pergi jauh yah apalagi harus ke Beijing. Kata-kata dari Norma itu begitu menyejukkanku !!! Hmmm, makasih yah atas saranmu, Agus senang Norma begitu khawatir terhadapku, Karena itu, Agus batalkan niat pergi ke Beijing, Duuuh, Norma pasti senangkan.

Benarkah Gus, tanya Norma ? Benar kok, Agus nggak bohong, jawabku. Mendadak Norma mencubit pipiku sambil berkata, Gus, Norma tambah sayang sama Agus, Jangan khianati Norma ya Gus !!! Oh yah Gus, Bulan depan Agus datang ke Singapura lagi yah, Norma dan Januar punya rencana ingin pergi ke Pulau Tioman. Kami rencana pergi berempat, Agus, Norma, Januar dan Maya kekasihnya Januar.

Agus mau kan, mau yah sayangku. Agus nggak usah memikirkan biaya, semua sudah kita urus, nanti Agus tidur sekamar dengan Januar, sedangkan Norma bersama Maya. Kita sudah pesan tempat loh Gus di Pulau Tioman. Agus tahu kan Pulau Tioman, Pulau Balinya Malaysia.

Oh iyah, jawabku ? Memang Norma tahu Pulau Bali dan pernah pergi kesana, sok tahu kamu he he he candaku !’ Agus walaupun Norma belum pernah pergi ke Pulau Bali Indonesia, tapi dari cerita teman-teman, Pulau Bali itu katanya seperti Pulau Tioman. Norma sebenarnya ingin sekali ke Pulau Bali, tapi Norma maunya pergi bersama kekasihku ini sambil kembali mencubit pipiku dengan gemeees.

Oh yah Gus, Dari Singapura nanti Agus mau kemana lagi, awas yah kalau Ke Beijing atau ke Thailand, Norma marah kalau itu terjadi !!!’ Gak lah jawabku, Kan Agus sudah janji, mungkin rencananya mau keliling dulu ke beberapa Negara bagian di Malaysia, gak apa-apa kan ? Ooh kalau itu sih boleh, jawab Norma. Tapi jangan lupa, bulan depan Agus sudah harus balik lagi ke Singapura ? Oke bos, jawabku.

Waktu yang ditentukan pun tiba, Setelah keliling di beberapa negara bagian Malaysia,  Aku balik lagi ke Singapura untuk memenuhi janji Norma yang ingin mengajakku pergi ke Pulau Tioman. Setibanya di Singapura, Aku langsung menelpon Norma. Hingga ke-esokan harinya, Norma menjemputku untuk berangkat bersama-sama Januar dan Maya menuju Pulau Tioman.

Sesampainya di Pulau Tioman, aku sekamar dengan Januar dan Norma sekamar dengan Maya. Didalam kamar, Januar banyak cerita tentang hubunganku dengan Norma. Januar tidak menyangka seorang Norma bisa mencintaiku dan menjadi kekasihku, padahal banyak pria lain yang menyukai Norma. Tapi mengapa justru pilihan Norma jatuh pada Agus, kata Januar.

Januar juga cerita bahwa Norma itu gadis yang pintar bergaul, disamping cantik, cerdas, juga mempunyai sipat yang baik. Kamu sungguh beruntung Gus bisa mempunyai kekasih seperti Norma. Walaupun sebenarnya Norma itu akan dijodohkan oleh laki-laki pilihan orangtuanya tapi Norma tetap tidak berpaling dengan Agus. Maaf ya Gus, untuk yang satu ini, Agus jaga rahasia yah, jangan sampai Norma tahu kalau informasi ini datangnya dari Januar.

Kaget juga aku mendengar Norma dijodohkan dengan pria pilihan orangtuanya ? Oh iyah, benarkah itu, jawabku ? Benar Gus, Norma memang akan di jodohkan oleh pria pilihan orangtuanya, tapi sepertinya Norma melakukan perlawanan. Ingat tidak Gus, saat Norma ulang tahun, Agus datang kan ! Norma sengaja ingin menunjukan pada keluarganya bahwa Norma sudah punya kekasih yang di cintainya yakni Agus. Waktu itu keluarga Norma marah besar !!! Mereka tetap ingin agar Norma mau menikah dengan pria pilihan orangtuanya. Maaf yah Gus, Januar sengaja menceritakan agar Agus tidak kecewa melihat kenyataan ini.

Sebelum aku menjawab, tiba-tiba pintu kamar ada yang mengetuk lalu terdengar suara memanggil, Gus, agus, buka kan pintu ? Suara memanggil itu ternyata suara Norma !!! Setelah pintu kubuka. Ada Norma dan Maya berdiri didepan pintu. Norma langsung nyeletuk, hayo lagi pada ngapain nih ? Oh yah Gus, kita jalan-jalan yoh ke pantai, mau kan, lagi pula ngapaian kita ke Pulau Tioman kalau cuma duduk-duduk didalam kamar ? Aku melirik ke Januar, terlihat Januar mengangguk setuju dengan ajakan Norma dan Maya.

Dalam langkahku menyusuri pantai bersama Norma, masih terbayang ucapan Januar tentang kekasihku ini yang dijodohkan oleh pria pilihan orangtuanya, benarkah ucapan Januar itu ? Ah….sementara kulupakan saja dulu ucapan Januar itu, toh Norma juga terlihat begitu bersemangat menemaniku sambil bergandengan tangan menyusuri pantai di Pulau Tioman.

Apalagi berjalan bersama kekasih tentunya suatu hal yang sangat menyenangkan dan menyejukkan hati. Kita bisa bercanda, tertawa dan bercerita apa saja tentang indahnya asmara. Dalam suasana yang romantis itu, rasanya tak tega bertanya tentang cerita dari Januar. Disamping tak ingin kekasihku ini bersedih, Lebih dari itu tentunya Norma akan bertanya-tanya darimana aku tahu informasi itu, sedangkan Januar sudah berpesan agar aku merahasiakannya.

Suasana semakin romantis apalagi terasa genggaman tangannya begitu erat memegang lenganku, seakan ada gairah yang terpancar di wajah cantiknya itu. Tatapan matanya yang indah penuh pesona, seakan memancarkan gairah asmara yang terpendam, hingga pesona itu terlihat laksana asa yang bergejolak dengan desir-desir letupan gairah yang menggelora dari seorang gadis cantik melayu di Pulau Tioman. 

Gairah cinta gadis cantik melayu seorang Norma memang telah membuatku lupa akan cerita dari Januar. Aku begitu menikmati suasana dan pesona itu. Suasana romantis bersama kekasih sambil berjalan bergandengan tangan di sepanjang pantai Pulau Tioman. Sesekali bercanda dan tertawa. Ah, begitu indahnya dunia saat itu.

Tak lama berjalan menyusuri pantai, Norma mengajakku istirahat. Gus, kita istirahat yah, tanya Norma padaku. Lalu kami pun duduk menghadap lautan yang terhampar luas di depan mata. Saat itu Norma begitu manja denganku. Sambil menggenggam erat jari jemariku, Norma bercerita tentang masa depan cinta kita berdua. Norma berharap apa pun yang akan terjadi, jalinan cinta kita berdua tetap tumbuh dan bersemi. Karena itu, mengapa Norma melarangku pergi jauh darinya.

Cinta kita berdua memang sangat tulus, saling mencintai dan menyayangi hingga terasa begitu indah. Tak ada nafsu dan bumbu-bumbu sex disana, Begitu juga dengan perbedaan yang ada, entah status sosial, beda negara dan lain sebagainya. Namun perbedaan itu bukan suatu halangan yang berarti bagi perjalanan cinta kami berdua ? Ah……sungguh definisi cinta yang sangat murni.

Gairah Gadis Melayu di Pulau Tioman tetap tak akan terlupakan. Ada kemurnian cinta yang menjaganya. Balutan kemurnian cinta inilah yang membuat perjalanan kami selanjutnya tak tergoyahkan, walaupun tabir gelap mulai terungkap dalam kisah selanjutnya yang berjudul Tabir Cinta Di Persimpangan Jalan.

Cerita Diatas adalah rangkaian kisah nyata bersambung dibawah ini :