Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Cara Mendapatkan Bantuan Siswa Miskin

Bantuan Siswa Miskin
Pendidikan itu sangat penting bagi kehidupan. Karena pendidikan, kemampuan, wawasan dan ilmu pengetahuan adalah sesuatu yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan kita. Melalui pendidikan banyak hal yang bisa kita dapatkan. Sejatinya pendidikan merupakan segala bidang penghidupan dalam memilih dan membina hidup yang lebih baik yang sesuai dengan martabat manusia. Dari penjelasan tersebut kita bisa mengambil kesimpulan bahwa pendidikan merupakan hal yang sangat penting dan tidak bisa lepas dari kehidupan.

Begitu pentingnya pendidikan hingga suatu bangsa yang ingin maju tentunya pendidikan harus dipandang sebagai sebuah kebutuhan, sama halnya dengan kebutuhan-kebutuhan yang lain, Apalagi bicara tentang mutu sebuah pendidikan juga sangat berpengaruh terhadap perkembangan suatu bangsa. Misalkan Negara Jepang. Negara yang disebut sebagai ahli tehnologi ini begitu sangat menghargai arti dari sebuah pendidikan.

Dalam sejarah dunia, Negara Jepang pernah mengalami kehancuran secara total akibat dijatuhkannya bom atom oleh sekutu di Hirosyima dan Nagasaki. Kaisar Jepang waktu itu Hirohito mengemukakan sebuah pertanyaan yang sangat menyentuh hati dan bermakna sangat luas, pertanyaan yang diajukan Hirohito adalah, Berapa orang guru yang hidup akibat dijatuhkannya bom atom oleh sekutu ? Mengapa saya justru menanyakan berapa guru yang masih hidup di Jepang, Hal ini ini karena melalui para guru yang masih hidup, Mari kita benahi pendidikan kita melalui guru-guru yang kita punyai dan masih hidup. Melalui kerja keras kita, terutama guru-guru, saya yakin Jepang akan bangkit kembali, bahkan akan lebih hebat dari kemampuan kita sebelum perang terjadi.

Itulah sedikit informasi tentang begitu pentingnya arti pendidikan bagi kita semua. Lalu bagaimana dengan Negara kita Indonesia tercinta. Lepas dari carut marutnya dunia pendidikan di tanah air yang tak pernah berakhir, terutama masih banyaknya anak bangsa yang jumlahnya mencapai jutaan orang yang tidak bisa menikmati indahnya dunia pendidikan.

Maka melihat realita seperti itu akhirnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan membuat suatu Program yang dinamakan Program Bantuan Siswa Miskin (BSM) dengan target agar 12,86 juta siswa dan mahasiswa dapat dibantu melalui BSM (Bantuan Siswa Miskin) di tahun 2014. Jumlah tersebut tersebar mulai dari jenjang SD hingga perguruan tinggi.

Nilai nominal bantuan untuk masing-masing siswa dan mahasiswa penerima Bantuan Siswa Miskin di setiap jenjang adalah sebagai berikut :

1. untuk jenjang SD, tahun 2013 sebesar Rp.360.000, meningkat menjadi Rp.450.000 di 2014 ;
2. untuk jenjang SMP, sebesar Rp.560.000 meningkat menjadi Rp.750.000 di 2014 ;
3. untuk jenjang sekolah menengah, besarannya tetap, yaitu Rp1.000.000; 
4. untuk perguruan tinggi juga tetap yaitu Rp.12.000.000/mahasiswa/tahun.

Adapun ketentuan dan syarat-syarat untuk mendapatkan Bantuan Siswa Miskin adalah sebagai berikut :

Pertama : Membawa Kartu Perlindungan Sosial (KPS) ke sekolah untuk didaftar sebagai calon penerima Program BSM dengan disertai salah satu bukti tambahan berikut ini :

1. Kartu keluarga yang nama Kepala keluarganya sama dengan nama Kepala Rumah Tangga (KRT) di KPS atau ;
2. Surat Keterangan bahwa anak/siswa berasal dari Rumah Tangga Penerima KPS dari Kepala RT/RW/Dusun/Setara jika :
3. Nama Kepala Keluarga tidak sama dengan KRT di KPS namun alamat di Kartu Keluarga sama dengan alamat di KPS.

Kedua ;
1. Kepala Sekolah dapat mencatat calon penerima BSM berdasarkan KPS dan Kartu Calon penerima BSM untuk dimasukkan dalam formulir Rekap Kartu.
2. Kepala Sekolah ynag tidak menerima KPS bersama Komite Sekolah dapat mengusulkan siswa dari Keluarga Miskin yang tidak menerima KPS untuk dimasukkan ke dalam formulir usulan sekolah, Jika julmlah penerima KPS kurang dari kuota Kabupaten/Kota dengan ketentuan :
a. Orang tua siswa terdaftarsebagai peserta Program Keluarga Harapan (PKH) atau :
b. Siswa yatim, piatu atau yatim piatu.
c. Siswa berasal dari keluarga korban bencana.

Ketiga :
1. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota menggabungkan seluruh data calon penerima BSM dari seluruh sekolah di wilayahnya.
2. Dinas pendidikan Kabupaten/Kota menyerahkan rekapitulasi data BSM ke Direktorat Pembinaan SD.
3. Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan : Surat Keputusan Penetapan Penerima Program BSM sebagai dasar penyaluran dan Program BSM tahun pelajaran 2014/2015.

Keempat : Dana BSM dapat diambil di Lembaga Penyalur dengan ketentuan sebagai berikut :
1. Siswa bersama orang tua/wali murid membawa kartu identitas dan mengisi slip penarikan tabungan.
2. Pengambilan tidak dapat diwakilkan selain oleh pihak yang bersangkutan (sesuai specimen).
3. Dapat diambil alih oleh orang tua/wali murid apabila siswa penerima BSM masih dibawah umur 9belum memiliki KTP) dan status rekeningnya “QQ”

Demikian informasi ini disampaikan semoga bermanfaat bagi kita semua, jangan sampai anak-anak bangsa yang masuk dalam kategori siswa miskin tidak dapat menikmati bangku sekolah atau mengenyam pendidikan sebagai modal utama untuk sebuah kehidupan yang lebih baik……amin.

Berita Lainnya :