Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Asmara di Tapal Batas Antara Johor dan Singapura

Gadis Melayu
Ilustrasi Gadis Cantik Melayu Kampung
Cerita bersambung ini adalah sambungan dari cerita : Pacaran Dengan Gadis Cantik Singapura

Hubunganku dengan Norma dari hari ke hari semakin dekat, kami layaknya seperti sepasang kekasih yang sedang pacaran. begitu indah kurasakan semua itu, Karena setiap hari aku berdagang selalu ditemani oleh Norma, gadis cantik melayu yang senyum manisnya selalu membuatku bahagia.

Tak terasa sudah hampir dua pekan aku berada di singapura. Waktu sepertinya berjalan dengan begitu cepat. Hingga satu hari sebelum masa berlaku ijin tinggalku berakhir, Aku ingin mengatakan sesuatu pada Norma. sepertinya tidak etis kalau aku pergi begitu saja tanpa pamit dengannya. Kesempatan itu akhirnya kulakukan ketika kami berdua sedang menikmati makan siang di kawasan sungai road.

Setelah selesai menikmati hidangan, kucoba memberanikan diri berkata dengannya. Norma, aku sangat senang bisa bertemu lagi dan bisa berteman akrab denganmu. jujur aku katakan, Saat ini seperti ada sesuatu yang hilang ketika tiba saatnya aku harus meninggalkan Singapura untuk pergi keliling dunia, sesuai dengan janji dan keinginanku. Ada pertemuan pasti ada perpisahan, tapi apakah perpisahan itu akan menjadi sesuatu yang sia-sia, aku pun tak tahu. Maafkan aku Norma, maafkan kalau selama kamu menemaniku di Singapura ada sesuatu yang membuatmu kecewa. Kutatap wajah Norma, aku ingin melihat reaksi apa yang muncul dibalik perkataanku tadi.

Norma terlihat menundukkan kepala, seakan tak sanggup menatap wajahku. Suasana begitu hening, keceriaan yang ada di wajah Norma terlihat berubah, Norma terlihat terpukul dengan ucapanku tadi. Seakan dia tak rela aku meninggalkan Singapura dan meninggalkan dirinya.

Tapi alangkah kagetnya, ketika tiba-tiba Norma berkata. Gus, Norma senang bisa berteman dengan Agus. Sebagai seorang teman, normalkan kalau bersedih bila melihat temannya akan pergi mennggalkannya. Tapi kalau memang Agus tetap ingin keliling dunia, Norma hanya bisa berdoa, semoga Agus sukses dan kita bisa bertemu kembali.

Suara Norma begitu lembut, sebagai seorang laki-laki, aku cukup mengerti bahwa dibalik ucapannya itu, seperti ada sesuatu yang mengganjal ? Jujurkah Norma berkata seperti itu, walaupun dia tersenyum, kulihat kedua bola matanya mengeluarkan air mata.

Kamu nggak marahkan sama aku ? Nggak Gus, aku baik-baik saja, kulihat dia menunjukkan senyum manisnya padaku, senyum yang selama ini telah membuatku hanyut dalam perasaan bahagia bisa berteman dengan gadis cantik bernama Norma. Dibalik senyum itu masih kulihat tatapan sedih dari seorang gadis cantik melayu yang selama ini selalu menemani hari-hariku di singapura.

Disaat aku sedang larut dalam suasana sedih, tiba-tiba Norma berkata, Gus, kamu nanti mau langsung ke Kuala Lumpur atau singgah dulu di Johor ? Mendapat pertanyaan seperti itu, agak gugup juga aku menjawabnya, mungkin aku akan singgah dulu di Johor dalam beberapa hari ? Ooh dimana nanti kamu menginap Gus, kamu mau tidak tinggal ditempat saudara Norma, tanya Norma menawarkan diri padaku agar aku mau tinggal dirumah saudaranya.

Terima kasih Norma, aku tidak mau merepotkanmu, biarlah aku tinggal dimana saja, toh sebagai seorang pengelana tentu aku harus siap menghadapi segala sesuatu yang akan terjadi. Sekali lagi aku ucapkan terima kasih ya Norma, kamu begitu baik sama aku. Norma pun menjawab, sama-sama Gus, tapi jangan lupakan Norma ya, kalau Agus sudah ada di Kuala Lumpur atau dimanapun, jangan lupa kasih kabar melalui surat sama norma yah. Maukan Agus berjanji ? Yah….Norma, Aku janji, akan selalu mengabarimu.

Setelah aku berkata seperti itu, terlihat wajah Norma berseri kembali. Oh iya Gus, kamu nanti berangkat ke Johor jam berapa ? Mungkin jam 10 pagi, emang kenapa Norma ? Ah tidak kenapa-napa gus, cuma ingin tahu saja, jawab Norma.

Akhirnya setelah makan siang, aku tidak melanjutkan dagang kembali, karena Norma ingin mengajakku jalan-jalan keliling Singapura lagi. Entah perasaan apa yang ada dihatinya saat itu, dalam setiap perjalanan terlihat dia begitu senang penuh dengan keceriaan. Begitu juga dengan diriku, walaupun kami sadar bahwa dalam hitungan jam lagi kita berdua akan berpisah.

Esok pagi ketika aku sedang berkemas-kemas di tempat penginapanku di sultan gate, tiba-tiba aku terkejut, Norma datang bersama Januar Garip dan teman-temannya. Halo Agus, sudah mau siap-siap berangkat yah, tanya Norma padaku.

Kaget juga aku mendengar sapaan manja Norma ditempat aku menginap ? halo juga, loh kamu sama siapa kemari Norma ? Norma sama Januar dan teman-teman. Kami berencana ingin mengantar Agus ke Johor, maukan Gus diantar Norma dan Januar !!! Wah ngerepotin nih, jawabku ? Tidak Gus, kami senang kok bisa mengantar Agus sampai ke Johor. Kebetulan kami juga sudah lama tidak pergi ke Johor, sekalian nengok saudara Norma di Johor, jawab Norma.

Entah senang bercampur aduk dengan perasaan tidak enak sama Norma dan Januar, akhirnya aku menyanggupi juga, mau diantar oleh mereka pergi ke Johor. Makasih ya Norma, makasih yah Januar sudah mau menganterku ke Johor.

Tidak apa-apa Gus, jawab Januar, kami senang kok bisa berteman dengan Agus. Kulihat Norma tetap tersenyum manis ketika aku berkata mau diantar dengan teman-temannya.

Tak lama kemudian akhirnya berangkatlah kami konvoi dengan tiga sepeda motor menuju ke Johor, Norma boncengan dengan Januar sedangkan aku dibonceng oleh saudara sepupu Januar bernama Ibrahim. Dalam perjalanan ke Johor, ketika kami sudah memasuki areal perbatasan Johor Singapura. Tiba-tiba Norma turun dari boncengan motor dan menghampiriku sambil menyerahkan sesuatu, Gus, disimpan ya, jangan sampai hilang !!! Kulihat pemberian Norma itu, sebuah kotak kecil, entah apa isinya, sebelum aku menjawab, Norma buru-buru berkata, sudah Gus, disimpan saja, nanti dibukanya kalau Agus sudah sampai di Johor ya.

Penasaran juga, kira-kira apa yah isi dari kotak kecil pemberian Norma ini ? Norma begitu baik dan penuh perhatian padaku, Rasa penasaran itu masih tetap berkecamuk dihatiku, dalam perjalanan di tapal batas antara Johor dan Singapura seperti ada sesuatu yang membahagiakanku walaupun aku tidak tahu apa yang ada didalam kotak kecil pemberian Norma itu.

Sesampainya di Johor, Aku diajak makan siang bersama Norma, Januar dan teman-temannya. Kulihat Norma masih tetap ceria dan tetap tersenyum manis padaku.

Akhirnya tibalah perpisahan itu, setelah makan siang, aku diantar menuju terminal Johor yang lokasinya memang tidak begitu jauh dari perbatasan Johor Singapura. Aku begitu terharu dan tidak menyangka, Kalau ternyata Norma, Januar dan teman-temannya begitu baik padaku. Mereka begitu tulus penuh persahabatan. Mereka pun berharap suatu saat nanti bisa bertemu denganku lagi.

Aku salami mereka satu demi satu, tak lupa kuucapkan terima kasih atas bantuannya karena telah menganterku sampai ke Johor. Ketika aku menyalami Norma, setengah berbisik, Norma mengatakan, Gus, nanti jangan lupa yah, kotaknya dibuka dan jangan lupakan Norma yah. Makasih Norma, makasih ya, aku janji tidak akan melupakan Norma.

Sepeninggalan teman-temanku, aku melangkah dengan pasti menuju tempat tunggu para penumpang di terminal bis Johor. Aku penasaran, apa sih yang diberikan oleh Norma, terutama isi didalam kotak kecil itu.

Setelah mendapatkan tempat duduk, dengan hati dag, dig, dug, kubuka kotak kecil pemberian Norma. Setelah kubuka ternyata didalam kotak kecil itu ada secarik kertas yang terlipat membentuk sebuah gambar hati. Perlahan dengan penuh penasaran, secarik kertas terlipat itu akhirnya aku buka. Rasa penasaran itu kini hilang bercampur aduk menjadi satu dengan kebahagian yang tak terhingga. ketika kalimat demi kalimat yang kubaca di surat cinta itu ternyata berisi sebuah ungkapan perasaan tulus dari seorang gadis yang rmenyatakan rasa sayang dan cintanya padaku.

Sedih dan bahagia bercampur aduk menjadi satu, ketika gadis cantik melayu Singapura bernama Norma itu ternyata memang sayang dan mencintaiku dengan tulus. Aku sempat merenung dan bertanya dalam hati, apakah ada pesan tersembunyi, dibalik kotak kecil pemberian Norma. Sebuah pesan yang mengandung arti sangat dalam bahwa asmara di tapal batas antara Johor dan Singapura menjadi saksi bisu, tumbuhnya perasaan hati seorang gadis yang begitu tulus mencintai laki-laki yang justru akan pergi meninggalkan dirinya

Jawaban dari semua itu bisa diikuti pada tulisan bersambung lainnya dengan judul : Mahligai Asmara di Jembatan Cinta

Cerita diatas adalah rangkaian cerita bersambung dibawah ini :