Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Agus Sutondo Dapat Hadiah Mobil Dari KPU Depok

Hadiah Mobil
Keberuntungan itu bukan sesuatu yang terjadi secara kebetulan, artinya keberuntungan itu memang ada tapi tidak secara kebetulan, melainkan harus direncanakan lalu diperjuangkan serta jangan lupa tetap optimis dan berharap hanya kepada ALLAH.

Namun ada juga keberuntungan yang bersipat rekayasa yang sengaja diciptakan oleh orang-orang tertentu dalam rangka mencari keuntungan sesaat hingga menimbulkan kerugian bagi orang lain. Rekayasa keberuntungan inilah yang sekarang sedang marak terjadi ditengah-tengah kehidupan masyarakat kita.

Rekayasa keberuntungan ini adalah bagian dari modus penipuan yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Modus penipuan ini dilakukan dengan cara memasukkan kupon undian berhadiah kedalam kemasan berbagai merk barang dagangan seperti produk kopi, susu, makanan dan lain sebagainya. Modus lainnya juga dilakukan dengan cara menyebar kupon undian palsu dipinggir jalan atau dirumah-rumah penduduk.

Berbagai upaya modus penipuan kupon undian palsu ini bertujuan untuk menjebak bila ada orang yang mendapatkan kupon undian didalam kemasan berbagai merk barang dagangan atau orang yang menemukan kupon undian kemudian orang tersebut menghubungi nomor telpon yang ada didalam kupon undian palsu itu.

Kupon undian palsu ini memang sengaja diciptakan dalam rangka merekayasa keberuntungan seseorang agar tergiur dengan hadiah yang dijanjikan dalam kemasan kupon undian palsu tersebut. Hadiahnya memang sangat menggiurkan, umumnya berhadiah mobil-mobil mewah. Bagi yang tergiur tanpa mempertimbangkan secara logika, serta merta percaya begitu saja maka orang seperti ini sangat rentan menjadi korban yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab. Para oknum pelaku penipuan ini didunia maya sering disebut sebagai Komplotan Penipu Undian (KPU)

Selanjutnya calon korban yang tidak mempertimbangkan akal secara logika dan percaya begitu saja, maka sang korban ini langsung menghubungi nomor telpon yang tercantum di kupon undian tersebut. Dalam percakapan telpon itu, Komplotan Penipuan Undian (KPU) akan meminta uang administrasi dari biaya balik nama, STNK dan BPKB mobil sebelum diserahkan pada pemenang hadiah keberuntungan yang direkayasa (Korban Penipuan). Melalui uang administrasi ini diharapkan calon korban menurut untuk segera mentransfer uang yang diminta tersebut karena tergiur dengan hadiah mobil mewah yang tertera dalam kupon undian palsu itu.

Cerita dibawah ini mungkin bisa menjadi pelajaran berharga terkait dengan modus penipuan yang dilakukan oleh KPU (Komplotan penipu Undian) :

Sebut saja nama korbannya Agus Sutondo yakni nama saya sendiri, karena kalau pakai nama orang lain khawatir mendapat teguran keras karena dianggap telah melakukan pencemaran nama baik alias perbuatan tidak menyenangkan.

Dalam kurun waktu tiga minggu ini, agus sutondo sudah mendapatkan kupon undian palsu yang dikirim oleh KPU (Komplotan Penipu Undian). Kupon Undian Palsu ini didapat melalui kemasan merk barang dagangan yang sudah dimasukan kupon undian palsu oleh Komplotan Penipu Undian (KPU). 

Minggu pertama mendapat kupon undian berhadiah mobil Livina, minggu kedua mendapat hadiah mobil Avanza sedangkan minggu ketiga mendapatkan hadiah mobil Alphard, Wah kalau seandainya hadiah mobil ini benar adanya tentu agus sutondo bisa disebut orang yang paling beruntung dan orang yang paling bingung karena mau ditaruh dimana ketiga mobil hadiah tersebut he he he.

Untungnya Agus Sutondo termasuk orang yang tidak mudah tergiur dengan segala macam keberuntungan yang direkayasa itu. Oleh Agus Sutondo pemberian hadiah mobil dari KPU itu dianggap sebagai rekayasa pihak-pihak tertentu yang berupaya ingin menjerumuskannya kedalam jurang kehancuran hingga mengakibatkan kerugian yang sangat besar. Boro-boro buat bayar administrasi, buat beli pulsa modem aja masih kembang kempis he he he.

Demikian sekilas info yang bisa disampaikan, semoga dengan informasi ini membuat kita semua selalu waspada terhadap praktek penipuan yang dilakukan oleh Komplotan Penipu Undian (KPU) yang sepak terjangnya sudah meresahkan masyarakat. Mungkinkah Komplotan Penipu Undian ini berdomisili di Kota Depok atau bisa disebut sebagai KPU Depok ? Waktulah nanti yang akan membuktikan, karena segala macam jenis kejahatan suatu saat pasti akan terendus juga keberadaannya.

Berita Lainnya :