Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Presiden PKS Anis Matta Tukang Bohong

Dalam ajaran agama manapun yang namanya bohong pasti dosa apalagi kalau kebohongannya untuk menutupi kejahatan, so pasti tambah dosa, lebih berdosa lagi bila yang berbohong itu orang yang paham akan ajaran agama. Masihkah orang seperti ini jadi panutan apalagi katanya orang ini mau dicalonkan jadi presiden, wah bisa hancur Republik Indonesia bila dipimpin oleh orang yang suka bohong.

Baru jadi Presiden Partai Politik saja sudah tukang bohong apalagi kalau sudah jadi presiden bagi rakyat Indonesia, bisa kacau balau nanti kehidupan rakyat Indonesia, rakyat pasti akan terus dibohongin, terus dibohongin dan terus dibohongin.

Kalau kita bicara kebohongan, entah apapun bentuknya, suatu saat nanti kebohongan ini lambat laun pasti akan terungkap, seperti ada ungkapan popular Indonesia yang mengatakan, bahwa sepandai-pandainya bangkai ditutupin pasti akan tercium juga baunya. Begitu juga terhadap perilaku kita, sepandai-pandainya berdusta pasti akan terbongkar juga.

Fakta inilah yang terjadi saat ini, ketika Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta pernah dimintai keterangan sebagai saksi dalam sidang kasus suap impor renyah daging berjanggut di Kementerian Pertanian yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Jakarta.

Publik tentu masih ingat bagaimana ketika Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Ahmad Fathanah bersama seorang wanita cantik di Hotel Le Meridien Jakarta. Anis Matta pernah membantah kenal dengan Ahmad Fathanah namun bantahan itu akhirnya terjawab ketika dalam persidangan di pengadilan tipikor jakarta, Anis Matta harus terpaksa mengakui mengenal Ahmad Fathanah.

Dalam kesaksiannya di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (26/9/13), Anis mengatakan mengenal Ahmad Fathanah pada tahun 2012, sebagai kawan dekat Luthfi Hasan Ishaaq. Namun saat itu, Anis Matta tidak mengetahui secara persis apa pekerjaan Ahmad Fathanah. Anis Matta juga tidak tahu Ahmad Fathanah merupakan kader atau simpatisan parpol. "Tidak," ujar Anis singkat. Kita cuma tahu dia berteman dengan Presiden PKS Luthfi Hasan Isaaq saat itu, sambungnya.

Namun dengan kepiawaian hakim dalam melakukan tanya jawab, pengakuan Anis Matta tidak hanya sampai di situ. Anis bahkan akhirnya mengakui bahwa Amad Fathanah adalah calo politik PKS, meski awalnya dia mencoba untuk tidak jujur dan berbohong. Hal ini membuat majelis hakim tiba-tiba menegur Presiden PKS Anis Matta agar berbicara jujur. Di ruangan ini kita bicara jujur. Jujur keharusan orang bermartabat, itu syariat juga," ujar Hakim Nawawi.

Dalam hal lain, Hakim Nawawi menilai keterangan Anis Matta tidak tegas soal urusan pembiayaan yang dibayarkan oleh Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin. Pembayaran itu terkait pencalonan Ilham dalam Pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan yang diurus oleh Ahmad Fathanah. Tadi penuntut umum menyampaikan saksi Wali Kota Makassar memberi tahu pertemuan di Makassar dan segala sesuatunya diurus Fathanah. Anda beri jawaban, apa perantara ini termasuk dari segi pembiayaan untuk mendapat dukungan dari PKS ? Istilah perantara yang digunakan meliputi pembiayaan ? ujar Hakim Nawawi. Iya termasuk pembiayaan, jawab Anis Matta dengan singkat.

Dalam persidangan itu sangat jelas tergambar bahwa Anis Matta begitu dekat mengenal sosok Ahmad Fathanah, lalu apa artinya bantahannya dulu ketika ditanya Anis Matta tidak mengenal Ahmad Fathanah, lucunya kalau tidak kenal mengapa sertifikat rumah istri Anis Matta justru terselip di mobil milik Ahmad Fathanah ketika KPK melakukan penggeledahan.

Konyolnya disamping pura-pura tidak kenal dengan Ahmad Fathanah, tiba-tiba publik dikejutkan dengan pernyataan Anis Matta ketika dilantik menjadi Presiden PKS yang baru menggantikan mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Isaaq. Anis Matta menyatakan bahwa penangkapan Lutfi Hasan Ishaaq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi merupakan konspirasi otoritas.

Pernyataan Anis Matta ini jelas merupakan sesuatu yang sangat tendensius, apalagi dengan congkaknya beliau mengatakan, layaknya membangunkan macan yang sedang tidur. Walaupun faktanya tuduhan Anis matta itu tidak bisa dibuktikan sama sekali, malah terkesan tuduhan tersebut ternyata cuma isapan jempol saja. Maka semakin lengkap sudah julukan buat sang presiden PKS itu, disamping tukang bohong, berperilaku sombong plus suka menyebar isu yang tidak jelas pertanggungjawabannya.

Berita Lainnya :