Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Pengusaha Nasional Ketahuan Tidur Dengan Pembantunya

Lewat perampokan raksasa yang terlembaga, ditambah dengan seperangkat kebijakan di mana Rezim Orde Baru menjamin kepentingan mitra usahanya terutama dari Amerika, maka tidaklah mengherankan bahwa gelombang pemasukan dari Minyak, Tembaga, Emas, Intan, Uranium memberikan sedikit sumbangan atau bahkan tidak sama sekali bagi pembangunan ekonomi yang rasional atau membantu penduduk di lapisan bawah dan lihat sekarang ini, Indonesia masih saja tetap miskin, utang yang semakin besar tapi kekayaan alam sudah hampir habis di rampok oleh mereka yang senang berpesta pora di atas penderitaan rakyat.

Padahal Sejarah telah membuktikan bahwa segala keindahan semasa Orba tidaklah fundamental, namun bersipat artificial serta semu belaka. Mampukah kita bangkit kembali sebagai bangsa yang berdaulat, namun kalau melihat sipat masyarakat kita yang mudah menjadi pelupa serta ketiadaan kemampuan dalam mengidentifikasi persoalan yang sebenarnya terjadi, maka sampai kapan pun republik ini tetap tidak akan berubah, malah dikhawatirkan kedepannya akan lebih parah apabila masyarakat masih terbuai dan terpesona dengan model pencitraan semu yang dilakukan para pemimpin karbitan yang sudah tidak lagi malu-malu lagi mengiklankan diri bagaikan pahlawan kesiangan.

Cerita dibawah ini mungkin bisa menjadi renungan bahwa inilah kondisi nyata perkembangan Demokrasi Indonesia sejak tampilnya Orde Baru hingga Orde Reformasi sekarang ini :

Agus seorang anak Sekolah Dasar di Kota Depok bertanya kepada Bapaknya tentang arti dari Demokrasi, Bapaknya kemudian menjelaskan bahwa Demokrasi itu bisa di ibaratkan dalam rumah tangga.

Bapak bertindak sebagai pengusaha kaum kapitalis yang mencari nafkah, Ibu sebagai Pemerintah yang mengelola hasil, sedangkan Agus sebagai rakyat serta adiknya sebagai masa depan yang perlu diperhatikan dan pembantunya sebagai pekerja.

Suatu ketika Agus anak seorang pengusaha nasional pulang kerumah dan mendapati Adiknya sedang buang air besar dilantai serta dilihat Ibunya sedang tidur lelap, Agus kemudian ke kamar pembantunya untuk minta tolong, Tetapi Agus kaget bukan kepalang ketika mendapati bapaknya sedang tidur bersama pembantunya itu.

Besoknya Agus mengatakan kepada Bapaknya !!!

Pak, Sekarang Agus sudah mengetahui arti Demokrasi ? Yaitu, kaum pengusaha kapitalis menekan para pekerja sedangkan pemerintah tertidur lelap, Rakyat tidak berani membangunkan dan hanya bisa melihat masa depan yang penuh dengan kekotoran.

Berita Lainnya :