Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Kisah Nyata Jeritan Wanita Ketika Melahirkan

Terima kasih atas kunjungannya, Bila ada pertanyaan tentang masalah kelahiran bisa dilihat dan Klik : DI SINI - 085710090000 

Jeritan memilukan karena menahan sakit yang luar biasa selalu terdengar ketika detik-detik seorang wanita akan melahirkan sang jabang bayi. Jeritan memilukan itu adalah perjuangan antara hidup dan mati, mengorbankan jiwa dan raga demi mengeluarkan sang jabang bayi keluar dari rahimnya. Namun semua jeritan memilukan hati tersebut akan berganti menjadi senyum kegembiraan ketika sang jabang bayi bisa lahir dengan selamat, begitu juga dengan sang calon ibunya.

Sekedar catatan dan bisa menjadi bahan renungan tentang gambaran memilukan seorang wanita yang akan melahirkan bisa dilihat pada syair lagu berikut ini :

Tak tahanku melihat dia yang dicekam penderitaan
Istriku sukar melahirkan, tangisnya sungguh memilukan

Dia mengaduh kesakitan dengan jeritan yang tertahan-tahan
Dia mengeluh putus asa, tak tahan lagi menahan sakitnya, 
tak tega, tak tega aku melihatnya

Ya Tuhan apakah dosanya sehingga engkau mengazabnya 
Jadikan aku penggantinya janganlah dia yang kau siksa.

Syair diatas adalah gambaran nyata bagaimana seorang wanita harus berjuang mengorbankan jiwa dan raganya demi mengeluarkan sang jabang bayi dari rahimnya, kisah nyata yang lebih menegangkan dan sangat memilukan hati yang menceritakan tentang detik-detik ketika seorang wanita akan melahirkan bisa dilihat disini Tragedi Memilukan Korban Jaminan Persalinan atau bisa dilihat disini Kisah Sedih Melahirkan di Malam Tahun Baru

Selain cerita yang memilukan tersebut diatas ternyata ada satu kebijakan yang dibuat oleh beberapa rumah sakit di Negara Zimbabwe, sebuah kebijakan yang sangat tidak manusiawi, yakni jeritan wanita yang akan melahirkan, setiap jeritannya akan didenda sebesar 5 Dolar atau setara dengan 50 ribu rupiah per-teriakan. Tentunya kita bisa membayangkan, berapakah denda yang harus ditanggung oleh keluarga sang wanita akibat teriakan atau jeritan memilukan hati saat sedang menahan sakit selama proses persalinan.

Akibat kebijakan atau peraturan yang tidak manusiawi itu maka banyak wanita di zimbabwe lebih memilih untuk melahirkan dirumah daripada harus membayar mahal akibat kena denda karena menjerit atau berteriak saat melahirkan di rumah sakit. Fakta ini membuktikan bahwa kebijakan yang tidak manusiawi itu adalah sebagian kecil dari maraknya praktek korupsi yang terjadi di Zimbabwe sebuah negara paling miskin di benua Afrika.

Begitu dasyatnya praktek korupsi yang terjadi di Zimbabwe hingga hak-hak kemanusiaan wanita disana harus mengalami penderitaan, Semua terjadi akibat sebuah kebijakan yang tidak manusiawi dan cenderung beraroma korupsi dengan mengenakan biaya denda terhadap seorang wanita yang menjerit saat melahirkan. Apa yang terjadi di Zimbabwe tentu sungguh miris melihatnya apalagi setiap harinya sebanyak 8 wanita meninggal dunia karena melahirkan di Negara Zimbabwe.

Berita Lainnya :