Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Transkrip Rekaman Percakapan Penyadapan Australia Terhadap Indonesia

Bicara penyadapan bagi rakyat Indonesia bukanlah sesuatu yang baru dan menghebohkan. Karena selama ini rakyat Indonesia sudah banyak disuguhkan oleh berbagai berita penyadapan yang banyak membawa korban para pejabat di Indonesia. Misalkan penyadapan yang dilakukan oleh KPK terhadap mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Isaaq terkait dengan kasus suap impor renyah daging berjanggut di Kementerian Pertanian. Selanjutnya penyadapan terhadap mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar, Penyadapan ini berkaitan dengan percobaan suap kasus sengketa pemilukada di Gunung Mas Kalimantan Tengah.

Begitu juga penyadapan-penyadapan lain yang telah dilakukan oleh KPK. Dan umumnya penyadapan ini selalu berhasil dan sangat berdaya guna hingga mampu membuat orang yang disadap menjadi pesakitan lalu di kirim ke kebun bunga Hotel Prodeo.

Melihat banyaknya kasus penyadapan yang berhasil dilakukan oleh KPK, membuat rakyat Indonesia sudah tidak asing lagi dengan istilah penyadapan. Lalu bagaimana dengan upaya penyadapan yang dilakukan oleh Pemerintah Australia terhadap Indonesia. Penyadapan ini pasti ada target tertentu yang diinginkan oleh Pemerintah Australia, sebagaimana target tertentu yang diinginkan oleh KPK ketika melakukan penyadapan.

Ada indikasi penyadapan yang dilakukan oleh Pemerintah Australia. Karena Australia sangat takut dengan perkembangan teknologi militer yang dimiliki Indonesia dan ditakutkan perkembangan teknologi militer ini dapat mengancam stabilitas keamanan negeri kangguru tersebut. Misalkan bagaimana Indonesia telah berhasil menciptakan sebuah roket super canggih yang diberi nama RX520. Keunggulam Roket RX520 ini memiliki spesifikasi yang lebih hebat ketimbang Roket sebelumnya yakni Roket RX420. Keberadaan Roket RX520 ini merupakan roket terbesar yang dimiliki oleh Indonesia dan di buat oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), 100 persen adalah hasil karya anak bangsa, para insinyur Indonesia.

Ketakutan negara tetangga Australia memang cukup beralasan ? Karena keberhasilan LAPAN menguji coba roket-roketnya sudah barang tentu membuat Indonesia semakin di takuti oleh negara-negara tetangga. Apalagi bila Roket buatan LAPAN ini tinggal di bekali hulu ledak di ujungnya. Misalkan roket ini diluncurkan di pulau timor dan di isi hulu ledak nuklir. Tentunya luncuran Roket ini membuat  Australia menjadi panas dingin. Apalagi rakyat Australia sangat percaya adanya mitos ancaman serangan dari Utara. Wilayah Utara Australia ini siapa lagi kalau bukan Negeri Indonesia. Kehebatan Roket buatan anak bangsa itu bisa dilihat di sini : Roket RX520 Bikin Takut Negara Tetangga atau bisa juga dilihat di sini : Mitos Serangan Dari Utara

Ketakutan Australia semakin memuncak, suhu badan semakin panas dingin ketika satelit mata-mata milik Australia yang sedang memantau wilayah Indonesia menemukan adanya aktifitas mencurigakan yang dilakukan oleh Tentara Nasional Indonesia. Aktifitas mencurigakan ini memang sempat dilaporkan ke Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Akibat laporan dari Australia maka Tim Dewan Keamanan PBB langsung mengirim beberapa personil intinya untuk melakukan investigasi di wilayah Indonesia, info selengkapnya tentang peralatan perang Indonesia diperiksa oleh PBB bisa dilihat langsung pada sumbernya di sini : Peralatan Perang Indonesia Diperiksa PBB

Melihat beberapa kenyataan ini akhirnya membuat Pemerintah Australia perlu mengambil tindakan pengamanan segera, salah satunya yakni dengan melakukan upaya penyadapan dengan target dan tujuan agar dapat diketahui sampai sejauh mana kebijakan Pemerintah Indonesia terutama dibidang pertahanan dan keamanan terhadap Australia. Apalagi rakyat Indonesia sempat geram terhadap tingkah laku militer Australia yang telah melukai hati para nelayan Indonesia yang tertangkap di perairan Australia ketika sedang mencari ikan. Akibat tingkah laku militer Australia yang congkak itu sudah barang tentu membuat rakyat Indonesia menjadi marah. Kasus penghinaan yang dilakukan oleh militer Australia terhadap para nelayan Indonesia bisa dilihat langsung pada sumbernya di sini : Cerita Sedih Seribu Kapal Presiden SBY

Upaya penyadapan yang dilakukan oleh Pemerintah Australia berawal dari laporan tim intelijen Australia melalui Kedutaan Besar Australia di Jakarta. Laporan hasil penyadapan yang salah sasaran inilah yang menjadi awal pangkal penyebab dari rasa takut yang sudah ada menjadi rasa ketakutan yang luar biasa. Berdasarkan informasi dari sumber yang tidak mau disebutkan itu mengatakan. Bahwa alat sadap milik Australia itu ternyata salah sasaran alias tidak akurat dan melenceng dari target yang diinginkan. Karena alat sadap milik Australia ini ternyata kalah canggih dibandingkan dengan alat sadap milik KPK.

Mengapa alat sadap milik Australia itu bisa salah sasaran. Maksud hati ingin menyadap para pejabat Indonesia tapi apa daya hasil sadapannya tidak sesuai harapan. Ternyata semua berawal dari kesalahan dalam menempatkan arah tujuan. Antena kecil yang dipasang dan dipergunakan dalam melakukan penyadapan itu ternyata tidak mengarah ke Istana Negara melainkan mengarah ke wilayah lain dan wilayah lain yang disadap itu diantaranya di jalan gajah mada dan jalan hayam wuruk, sebuah wilayah jalan yang berada di kawasan kawasan harmoni yang memang tidak jauh dari Istana Negara. Bagi masyarakat Jakarta tentunya sudah tahu bahwa kawasan harmoni adalah salah satu kawasan esek-esek di wilayah Jakarta Pusat. Sumber langsung mengenai keberadaan kawasan harmoni tersebut bisa dilihat disini : Bermain Cinta Pada Jam Kerja di Kawasan Harmoni

Akibat antena alat sadap milik Australia salah sasaran dan tidak mengarah ke istana negara, maka yang terdengar bukan percakapan para pejabat Indonesia namun yang terdengar justru percakapan transaksi esek-esek di wilayah tersebut.

Berikut ini salah satu transkip rekaman percakapan esek-esek yang sudah disadap oleh alat sadap milik Australia yang dipasang di Kedutaan Besar Australia di Kawasan Kuningan Rasuna Said Jakarta Selatan.

Dalam transkrip rekaman percakapan itu terdengar dengan jelas adanya penyebutan nama Bambang, Raden dan Purnom. Ketiga nama itu adalah nama-nama yang sudah tidak asing lagi bagi rakyat Indonesia, karena nama Bambang, Raden dan Purnomo sama seperti nama agus yang sangat populer dan menjadi nama pasaran di Indonesia. Kedubes Australia menduga bahwa ketiga orang itu adalah pejabat Indonesia yang sedang melakukan percakapan rahasia. Padahal ketiga orang itu hanyalah tiga orang sahabat yang sedang mencari hiburan di kawasan harmoni. Berikut percakapannya yang sudah disadap oleh Pemerintah Australia :

Raden : Pak Pur, kapan nih rudal kita mau diluncurkan
Purnomo : nunggu keputusan Pak Bambang aja, jawab Purnomo
Bambang : aku mah siap aja, bagaimana dengan logistiknya, apakah sudah di siapkan
Purnomo : Siap Pak, logistik sudah kita siapkan.
Raden : wah bakalan seru dan heboh nih nantinya.

Pemerintah Australia salah mengartikan percakapan ketiga orang itu, Pemerintah Australia menganggap bahwa ketiga orang itu adalah percakapan antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Menteri Luar Negeri Raden Mohammad Marty Muliana Natalegawa dan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro yang dikira sedang mempersiapkan rencana untuk melakukan peluncuran rudal, malah logistiknya sudah mau dipersiapkan he he he. Padahal ketiga orang itu hanyalah rakyat biasa yang kebetulan namanya hampir sama dengan nama pejabat tinggi Indonesia itu. Ketiga orang sahabat itu adalah para pekerja di kawasan harmoni yang ingin melepaskan hajat di pusat hiburan dengan bahasa sandi rudal (alat vital) dan logistik (keuangan).

Akibat laporan awal yang salah dari Kedubes Australia di Jakarta yang disampaikan secara langsung ke Perdana Menteri Australia, Hasil laporan berupa transkrip rekaman percakapan penyadapan yang salah ini membuat Pemerintah Australia begitu panik, gelisah dan sangat ketakutan. Mereka takut Negara Indonesia benar-benar akan menyerang Australia. Mitos adanya ancaman serangan dari utara itu ternyata bukan hanya sekedar mitos tapi bisa menjadi sebuah kenyataan. Walaupun sebenarnya ketakutan Australia itu tidak beralasan, karena faktanya sampai hari ini tak ada niatan sedikitpun dari Pemerintah Indonesia yang ingin melakukan penyerangan terhadap kedaulatan Wilayah Australia.

Transkrip rekaman percakapan awal itulah yang menjadi sumber malapetaka dan menjadi pangkal penyebab mengapa Pemerintah Australia begitu bersemangat untuk melakukan penyadapan-penyadapan selanjutnya. Mereka ketakutan mitos serangan dari utara benar-benar menjadi kenyataan.

Akibat penyadapan-penyadapan selanjutnya dan sikap ceroboh serta kurang ajar Pemerintah Australia ini tentunya dapat mengusik rasa nasionalisme kita. Australia memang harus diberi teguran keras sebagaimana Presiden SBY juga pernah memberikan teguran keras pada Pemerintah Malaysia. Kasus dengan Pemerintah Malaysia bisa dilihat langsung pada sumbernya disini : Surat Presiden SBY Yang Bikin Takut Malaysia

Berita lainnya bisa dilihat dibawah ini :