Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Mister Hai Sosok Misterius di Gedung MK

Senyum dan canda adalah ciri khas bagi penikmat tanaman daun kering bernama ganja. Tanaman ini merupakan salah satu jenis NAPZA singkatan dari Narkotika Alkohol Psikotropika dan Zat Adiktif. Penikmat daun ganja memang selalu tersenyum, tertawa sendiri dan matanya selalu terlihat merah, Apalagi ketika mereka sedang asyik nyetun, bahasa gaul dari penikmat daun terlarang tersebut.

Nyetun adalah bahasa gaul yang selalu diucapkan oleh penikmat daun ganja, misalkan ada ungkapan dalam bentuk bahasa gaul, wah asyik nih kalau kita nyetun sambil ditemani teh manis atau ungkapan, wah kayaknya luh habis nyetun nih, mata merah dan cengar cengir sendirian. Ungkapan nyetun tersebut mengandung arti wah asyik nih kalau kita ngeganja sambil minum teh manis atau wah kayaknya luh habis ngeganja nih, mata merah dan tersenyum sendirian.

Dulu pada era tahun 80-an bahasa nyetun ini sangat popular dikalangan penikmat daun ganja, malah ada yang lebih keren lagi selain dari kata nyetun yakni sosok mister hai atau ungkapan bagi seseorang penikmat daun ganja. Mengapa mereka disebut mister hai, karena sosok mister hai ini diibaratkan sebagai seseorang yang suka mengkhayal dan selalu tersenyum sendiri, berikut ini sebait lagu tentang Mister Hai yang popular di era tahun 80 an :

Oh Mister hai membuat khayalan
Dia mengkhayal diatas awan
Gara-gara mariyuana
Mister Hai jadi masuk penjara

Jangan bung, jangan menghisap ganja
Ganja dapat merusakkan jiwa
Jangan bung, jangan berbuat salah
Nanti Bung bisa masuk Penjara

Lagu mister hai ini bercerita tentang sosok seorang pengkhayal yang suka menghisap ganja, lalu apa hubungannya sosok mister hai ini dengan gedung MK (Mahkamah Konstitusi). Semua berawal dari operasi tangkap tangan yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar.

Dalam operasi tangkap tangan itu KPK telah menahan lima orang yang diduga ingin melakukan transaksi suap terkait dengan sengketa pemilukada di Kabupaten Gunung Mas Kalimantan Tengah. Penangkapan ini dilakukan di dua tempat. Penangkapn Pertama dilakukan dirumah dinas Akil Mochtar di Komplek Menteri Widhya Chandra sedangkan penangkapan kedua dilakukan di sebuah hotel di Jakarta Pusat. Dalam aksi tangkap tangan itu, KPK menyita sejumlah uang kurang lebih 2-3 milyar rupiah, Uang itu diduga merupakan uang suap menyangkut kasus sengketa Pemilukada di Kabupaten Gunung Mas Kalimantan Tengah.

Dalam pengembangan selanjutnya, Tim penyidik KPK kemudian menggeledah ruangan kerja mantan ketua MK Akil Mochtar dan menemukan ganja dan sabu di laci meja kerjanya, selanjutnya KPK menyerahkan barang bukti Narkoba itu ke Badan Narkotika Nasional (BNN) karena barang bukti itu tak terkait dengan proses penyidikan. Barang bukti Narkoba itu berupa tiga linting ganja yang masih utuh, satu linting ganja yang terpakai dan sabu berbentuk pil

Berdasarkan pemeriksaan lebih lanjut yang dilakukan oleh BNN, maka telah dapat dibuktikan secara ilmiah dan tidak terbantahkan secara genetik bahwa sebagian profil DNA pada linting ganja yang sudah terpakai tersebut identik dengan profil yang dimiliki DNA Akil Mochtar, Namun BNN belum bisa memastikan apakah Akil Mochtar yang memakai ganja itu, karena hasil pemeriksaan sebelumnya terhadap tes urine dan rambut Akil Mochtar terbukti negatif memakai narkoba. Hal ini memang bisa saja terjadi karena rentan waktu anatara penggunaan narkoba dengan pemeriksaan tes urine dan rambut terlampau jauh.

Mungkinkah seorang Akil Mochtar tidak menggunakan Narkoba walaupun profil DNA pada linting ganja yang sudah terpakai identik dengan profil yang dimiliki DNA Akil Mochtar, Kemungkinan tersebut bisa iya, bisa tidak. Kalau Akil Mochtar tidak mempergunakan narkoba, mengapa benda terlarang tersebut bisa ada di laci meja kerjanya. Lalu siapakah sosok mister hai yang telah berani menyimpan benda terlarang tersebut dan menyimpannya di laci meja kerja mantan Ketua MK. Sosok mister hai itulah yang kini menjadi teka-teki di gedung Mahkamah Konstitusi.

Waktulah nanti yang akan membuktikan siapakah sosok mister hai pengkhayal itu. Apalagi saat ini KPK telah melakukan perlindungan terhadap seorang saksi bernama Daryono karena dianggap sebagai whistleblower. Status Daryono yang dilindungi terungkap ketika Badan Narkotika Nasional berkoordinasi dengan KPK untuk memeriksa Daryono, hal ini terkait penemuan narkoba berupa empat lintingan ganja dan dua pil yang mengandung unsur sabu di ruang kerja Akil Mochtar.

Berita Lainnya :