Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Indonesia Maju dan Kokoh berlandaskan Jiwa Gotong Royong

Makna Hari Pahlawan yang diperingati setiap tanggal 10 Nopember bagi rakyat dan bangsa Indonesia bukan hanya sekedar sebagai upaya untuk menghargai jasa para pahlawan, namun lebih dari itu generasi muda penerus bangsa seyogjanya dapat mengambil suri tauladan dari jiwa para pahlawan kita yang telah melakukan perjuangan dengan mempertaruhkan jiwa dan raganya bagi Indonesia yang Merdeka dan Berdaulat. Menghargai jasa pahlawan bukan hanya sekedar memperingati hari pahlawan melainkan dengan menanamkan rasa cinta pada tanah air dalam diri para generasi muda penerus bangsa.

Rasa cinta pada tanah air memang harus dilakukan oleh generasi muda penerus bangsa, Karena dengan mencintai Tanah Air tentunya kita akan menghargai semua apresiasi untuk kemajuan bangsa dan negara. Beragam cara tentunya bisa dilakukan oleh generasi muda penerus bangsa untuk mewujudkan rasa cintanya pada tanah air, Terutama bagaimana mengisi kemerdekan dengan melakukan kegiatan yang positif bagi kemajuan kehidupan berbangsa dan bernegara untuk kesejahteraan rakyat Indonesia. Dan hal itu tentunya harus dilakukan tanpa pamrih. karena itu sebagai salah satu perwujudan dari kecintaan kita kepada tanah air.

Sikap tanpa pamrih inilah yang telah dilakukan oleh para mantan Pasukan Tentara Pelajar TRIP (Tentara Republik Indonesia Pelajar) Jawa Timur. Setelah mereka berjuang mempertaruhkan jiwa dan raganya untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia, Maka terdorong rasa cintanya pada tanah air serta dalam dalam rangka mengisi kemerdekaan dengan kegiatan yang positif dan bermakna bagi kemajuan kehidupan berbangsa dan bernegara. Tepatnya pada tanggal 10 Nopember 1957 ketika berlangsung peringatan ke 12 tahun Hari Pahlawan. Para mantan Pasukan Tentara Pelajar itu berkumpul bersama untuk mendiskusikan perkembangan kebangsaan dan kenegaraan. Diskusi singkat itu menghasilkan kesepakatan untuk mendirikan koperasi dengan keanggotaan para anggota Tentara Republik Indonesia Pelajar.

Wadah Koperasi itu bernama lengkap KOSGORO yang lahir tepat pada tanggal 10 Nopember 1957. Pada awalnya wadah ini hanya sebagai Koperasi Simpan Pinjam Gotong Royong, yang kemudian berubah menjadi Koperasi Serba Usaha Gotong Royong. Namun seiring dengan perkembangan zaman KOSGORO tidak hanya sebagai gerakan koperasi saja, tapi juga sebagai Gerakan Massa sehingga ia menjadi organisasi kemasyarakatan (Ormas). Dengan demikian, KOSGORO bagaikan uang dengan dua sisi, yakni sebagai Gerakan Massa dan sebagai Gerakan Koperasi, dengan dua pengertian yakni : KOSGORO sebagai Koperasi Serbausaha Gotong Royong dan KOSGORO sebagai Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong.
                     Pelantikan PDK Kosgoro Kota Depok Periode 2013-2018
PDK Kosgoro Kota Depok
Oleh Ketua Umum PPK Kosgoro H.Hayono Isman
Pada peringatan hari ulang tahun KOSGORO ke 56 yang jatuh pada tanggal 10 November 2013, KOSGORO kembali mengenang dan mengambil sebuah arti khusus dari perjalanan KOSGORO yang telah memasuki usia yang cukup matang dengan berbagai pengalaman, asam garam, dan pahit getir serta tak lupa dengan prestasi yang telah dicapai, KOSGORO yang dengan ajaran Tridharmanya telah ikut dalam eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia, Mereka hadir dalam alam : Pengabdian-Kerakyatan dan Solidaritas untuk kemajuan bangsa

Dalam konteks KOSGORO, benang merah menuju Indonesia Maju dan Kokoh berdasarkan Jiwa Gotong Royong adalah telah termaktub dalam ajaran Tridharma yang selama ini dipakai dan diaplikasikan. Pengabdian-Kerakyatan dan Solidaritas adalah Ruh dari sifat asli Gotong Royong tersebut, dimana dengan Pengabdian kita di minta untuk tetap teguh menjalankan amanah dimanapun kita beraktifitas, sementara dengan Kerakyatan kita terus dilatih dan di asah keberpihakan kita terhadap Masyarakat atau kepentingan yang lebih besar, selanjutnya dengan Solidaritas kita diwajibkan untuk menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa ini, tanpa syarat atau apapun demi terwujudnya Indonesia Maju dan Kokoh Berdasarkan Jiwa Gotong Royong.