Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Akil Mochtar Korban Rayuan Wanita Cantik

Operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap lima orang yang diduga ingin melakukan transaksi suap terkait sengketa pemilukada di Kabupaten Gunung Mas Kalimantan Tengah sungguh luar biasa. Operasi tangkap tangan ini ibarat sekali mendayung dua-tiga pulau terlampaui. tidak tanggung-tanggung dalam operasi tangkap tangan ini, KPK memecahkan rekor karena telah menahan dan menetapkan sebagai tersangka apa yang disebut dengan istilah Trias Politika yakni adanya unsur Yudikatif, Legislatif dan Eksekutif.

Unsur Trias Politika ini terpenuhi karena kelima orang yang ditahan dan dijadikan tersangka oleh KPK diantaranya adalah orang-orang yang mempunyai jabatan sesuai dengan istilah Trias Politika. Pertama adalah, Akil Mochtar jabatan sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi yang mewakili unsur Yudikatif, sedangkan yang kedua adalah Hambit Bintih jabatan Bupati Kabupaten Gunung Mas yang mewakili unsur Eksekutif, selanjutnya Chairunnisa jabatan Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar yang mewakili unsur Legislatif. Konyolnya Trias Politika ini justru dibantu oleh seorang pengusaha berinisial CN dan teman dekat Bupati Gunung Mas berinisial DH, kedua orang yang membantu unsur Trias Politika itu juga telah ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

Mereka berlima tertangkap tangan oleh KPK ketika sedang melakukan transaksi suap terkait dengan sengketa pemilukada di Kabupaten Gunung Mas Kalimantan Tengah, Penangkapan ini dilakukan di dua tempat. Penangkapn Pertama dilakukan dirumah dinas Akil Mochtar di Komplek Menteri Widhya Chandra sedangkan penangkapan kedua dilakukan di sebuah hotel di Jakarta Pusat. Dalam aksi tangkap tangan itu, KPK menyita sejumlah uang kurang lebih 2-3 milyar rupiah, Uang itu diduga merupakan uang suap menyangkut kasus sengketa Pemilukada di Kabupaten Gunung Mas Kalimantan Tengah.

Peristiwa penangkapan yang dilakukan oleh KPK terhadap kelima orang ini tentu saja sangat mengejutkan publik tanah air, apalagi sosok Akil Mochtar yang belum lama ini dilantik sebagai Ketua MK menggantikan mantan Ketua MK Mahfud MD. Hingga ada candaan di dunia maya kalau Akil Mochtar ini ternyata masih Akil Baligh alias masih bocah tapi sudah mempunyai jabatan yang luar biasa sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi. Walaupun sebenarnya Akil Mochtar belum pantas menduduki jabatan itu karena masih dianggap Akil Baligh dalam soal hukum.

Beredar desas-desus terlibatnya Akil Mochtar dalam kasus suap ini karena adanya bujuk rayu dari seorang wanita cantik yang kebetulan adalah koleganya sendiri di Partai Golkar. Wanita cantik itu bernama Chairunnisa yang lahir di Surakarta, 27 September 1958. Ia telah menjabat sebagai anggota DPR RI selama tiga periode sejak tahun 1997 s/d sekarang, dan tercatat pernah menjadi dosen di Universitas Palangka Raya (1983-1999).

Chairunnisa menyelesaikan sarjana S1-nya di Fakultas Pendidikan Islam IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan menamatkan program S2 di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta serta pernah tercatat sebagai mahasiswa S3 di Program Studi Manajemen Pendidikan di Universitas Negeri Jakarta.

Terkait dengan KPK, Chairunnisa tercatat pernah dua kali diperiksa sebagai saksi untuk kasus korupsi pengadaan Al Qur'an yang melibatkan koleganya Zulkarnaen Djabar Anggota DPR Fraksi Partai Golkar dari daerah Pemilihan Depok-Bekasi. Terakhir diperiksa KPK pada Kamis (15/9/2012) lalu. Saat ditangkap KPK, Chairunnisa yang didampingi pengusaha CN itu menyuap Ketua MK Akil Mochtar dengan segepok uang dolar Singapura.

Mungkinkah Chairunnisa merayu seorang Akil Mochtar, Karena dalam kode etik penyuapan yang tidak diatur dalam perundang-undangan, biasanya sebelum oirang ingin melakukan suap, terlebih dahulu diawali dengan segala macam bujuk rayuan, Berbagai teknik merayu pun pasti akan dilakukan agar orang yang mau disuap bisa terpedaya oleh rayuannya. Bila yang merayu itu adalah seorang wanita cantik. Tentu dengan gayanya yang manja dan tutur kata yang halus tentunya bisa menggoda setiap insan agar mau melakukan apa saja yang menjadi agenda rayuannya.

Kalau melihat Akil Mochtar yang masih Akil Baligh alias masih bau kencur soal hukum, tidak menutup kemungkinan, diduga Akil Mochtar adalah korban rayuan gombal dari seorang wanita cantik bernama Chairunnisa yang berusaha menyuapnya dengan segepok uang dollar singapura terkait dengan kasus sengketa Pemilukada Gunung Mas yang sedang ditanganinya.

Apalagi perkara dalam sengketa pemilukada Kabupaten Gunung Mas telah masuk daftar register di Mahkamah Konstitusi dengan nomor perkara 121-122/PHPU.D-XI/2013. Hakim panel yang menyidangkan perkara itu terdiri dari 3 orang yaitu Akil Mochtar, Maria Farida Indrati, dan Anwar Usman. Perkara tersebut tinggal mengagendakan putusan terkait Perkara Perselisihan Hasil Pilkada Kabupaten Gunung Mas.

Berita Lainnya :