Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Ratusan Istri Setia di Kota Depok Tertular Virus HIV/AIDS

Wanita malang ini tidak tahu apa-apa, mereka adalah para istri setia yang tidak pernah mempergunakan jarum suntik bergantian dengan pengguna Narkoba dan mereka tidak pernah bergantian pasangan dengan siapa saja. Dalam hidupnya para istri setia ini hanya berhubungan seksual dengan suaminya, namun kesetiaan para istri setia ini ternyata bertepuk sebelah tangan karena dikhianati oleh suaminya yang sering berhubungan dengan pasangan lain atau sering disebut dengan istilah jajan diluar.

Dampak dari ketidaksetiaan suami ini ternyata berakibat fatal, tanpa disadari akibat sering jajan diluar, harus dibayar mahal. Suami tidak setia ini akhirnya tertular virus HIV dan menularkannya pada istri setia yang tidak tahu apa-apa tentang kelakuan suaminya itu. Para suami tidak setia ini hanya berpikir praktis saja, ungkapan konyol lebih baik beli sate dari pada memeilihara kambing ternyata berdampak sangat fatal bagi keluarganya. Bukan hanya istri setia yang harus menanggung derita, anak-anaknya pun akan mengalami nasib yang sama.

Fenomena itulah yang kini terjadi di Kota Depok dan saat ini jumlah penderita HIV/AIDS di Kota Depok terus mengalami peningkatan yang sangat tajam, sejak tahun 2006 hingga 2010. Peningkatan terjadi hampir mencapai 27 persen. Pada 2006, estimasi HIV/AIDS berjumlah 290 penderita dan melonjak hingga 750 penderita tahun 2010. Meski estimasi tahun 2010, kurang meyakinkan. Tapi hal ini dapat dijadikan indikator untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya penularan virus HIV. Sementara, periode Februari-Mei 2013 terdapat 18 orang terindikasi mengidap HIV/AIDS. diduga jumlah itu lebih banyak lagi jika diestimasi sesuai wilayah sebaran penyakitnya.

Data tersebut baru yang diketahui, ibarat gunung es yang terlihat hanya di permukaannya saja dan yang dibawah permukaan telah mengakar kemana-mana bagaikan bola salju terus menggelinding semakin lama semakin membesar. Sehingga dampak dari penyebaran epidemi HIV/Aids yang meluas dan cenderung tidak terkendali di Kota Depok, membuat lebih banyak ibu-ibu rumah tangga yang terinfeksi virus HIV daripada para pekerja Sex atau pengguna narkoba. Misalkan, jika 50 persen penderita HIV/AIDS memiliki pasangan dan sedikitnya memiliki seorang anak, berarti akan ada 375 istri dan anak yang berpotensi tertular virus HIV.

Penyebaran Virus HIV yang sedemikian pesat bak meteor tentunya harus disikapi secara bijak oleh semua pihak, masalah AIDS bukan masalah penderita saja tetapi ini adalah masalah kita bersama. apalagi hingga saat ini belum ada obat yang benar-benar dapat menyembuhkan penderita HIV/Aids. Berdasarkan data penyebaran dari 11 kecamatan yang ada di Kota Depok, tiga diantaranya menduduki posisi tertinggi. yakni, Kecamatan Beji, Sukmajaya dan Kecamatan Pancoran Mas. Daerah-daerah ini merupakan wilayah yang dekat dengan pusat pemerintahan dan bisnis di Kota Depok.

Belum lagi masalah diskriminasi terhadap penderita HIV/Aids atau Orang yang hidup dengan HIV (ODHA), Karena masih ada Rumah sakit yang menolak untuk menerima pengidap HIV/AIDS dan juga banyaknya tenaga medis yang menghindar mengobati pasien tersebut.

Mengapa mereka yang tertular Virus HIV mesti dipinggirkan atau diperlakukan secara diskriminasi, Mereka semua adalah saudara-saudara kita yang juga punya hak untuk mendapatkan perlakuan yang sama sehingga Perlu dibangun sinergitas antara pemerintah dalam hal ini dinas kesehatan dan masyarakat untuk meminimalisir adanya stigmatisasi bagi para penderita HIV/Aids agar memiliki kedudukan yang setara dengan manusia yang lain.

Berita Lainnya :  
Humor Hati Nurani
Tanda-Tanda Istri Tidak Setia
Modus Penipuan Baru Mencari Istri
Dampak Kekerasan Terhadap Isteri
Bahaya Permen Cinta di Hari Valentine
Pentingnya Kasih Sayang Seorang Ayah
Tragedi Memilukan Korban Jaminan Persalinan
* Nasib Wanita Apakah Diperkosa Atau di Penjara
Memelihara Istri Muda Ternyata Ada Manfaatnya
Ribuan Istri Tertular Virus HIV.AIDS di Jawa Barat
Pemerintah Kota Depok Kurang Peduli Pada Remaja