Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Pertigaan Raden Saleh Butuh Perhatian Pemkot Depok

Pertigaan Raden Saleh Kota Depok
Setiap tahun sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) di Kota Depok selalu mengalami peningkatan. Silpa Pemerintah Kota Depok memang terus membengkak sejak tahun 2006. Silpa tahun 2008 mencapai Rp.200 Milyar, Silpa tahun 2009 ada Rp.197 Milyar, Silpa APBD Tambahan (ABT) 2012 mencapai Rp.256 Milyar dan diprediksi akan terus bertambah pada tahun 2013 menjadi Rp.300 Milyar. Bila diperkirakan, rata-rata Silpa tersebut mencapai Rp.250 Milyar/tahun sepanjang 2006-2012.

Peningkatan Silpa di Kota Depok ini bukanlah satu prestasi yang patut dibanggakan, karena tingginya Silpa membuktikan bahwa penyerapan anggaran di Kota Depok sangat rendah. Indiikator ini juga membuktikan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Depok ternyata tidak sehat, Artinya, Pemerintah Kota Depok tidak mampu merealisasikan pembangunan dan menyerap anggaran yang telah ditetapkan.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) di Kota Depok sangat tinggi, antara lain lemahnya perencanaan atau perencanaan yang tidak benar, yaitu antara perencanaan dan implementasinya tidak sinkron sehingga anggaran yang sudah direncanakan tidak bisa direalisasikan, misalnya untuk perbaikan jalan yang sebetulnya membutuhkan dana sebesar Rp.1.5 Milyar ternyata hanya Rp.1.3 Milyar, Sehingga ada sisa anggaran yang tidak terpakai. Dan itu baru satu kegiatan, bila dikalikan dengan ratusan kegiatan yang sama tentunya sangat besar nilainya dan bisa dipergunakan untuk program pembangunan lain yang belum tersentuh.

Misalkan program pembangunan lain yang belum tersentuh adalah terkait banyaknya titik-titik rawan kemacetan di Kota Depok, salah satunya adalah pertigaan jalan raden saleh dan tole iskandar di kecamatan sukmajaya yang kondisinya tiap hari selalu mengalami kemacetan lalu lintas yang sangat parah, baik pagi, siang maupun sore hari. Faktor penyebab kemacetan ini adalah banyaknya kendaraan yang keluar masuk melalui pertigaan raden saleh ini, ditambah kondisi jalan yang tidak memadai. Karena itu dibutuhkan langkah konkret dengan segera merencanakan pelebaran jalan raden saleh. Yakni dengan melebarkan mulut jalan raden saleh tersebut setidaknya dapat meminimalisir terjadinya kemacetan.

Alangkah bijaknya bila peningkatan prestasi Pemkot Depok bisa diwujudkan dengan program pembangunan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat luas daripada prestasi peningkatan sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa), karena banyaknya Silpa membuktikan banyaknya program kegiatan yang tidak bisa dilaksanakan dan ini bukan wujud dari penghematan anggaran melainkan karena ketidakmampuan Pemkot Depok dalam menjalankan kinerjanya.

Menjadi sebuah pertanyaan, apakah silpa ini sengaja diciptakan apalagi dana Silpa ini sangat menggiurkan, Karena Silpa ini menyangkut bunga deposito bank atas simpanan Silpa di Bank Jabar Banten cabang Kota Depok. Masyarakat harus mewaspadai segala bentuk upaya Pemkot Depok untuk mempermainkan dana Silpa untuk kepentingan pribadi, Sehingga wajar saja bila kebutuhan pembangunan yang sebenarnya sangat penting dilakukan jadi terabaikan, misalkan pembanguan pelebaran mulut jalan raden saleh yang memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat luas agar dapat mengatasi kemacetan disepanjang jalan tole iskandar yang kondisinya dari hari ke hari sangat memprihatinkan. Begitu juga dengan titik-titik rawan kemacetan lainnya di wilayah Kota Depok.

Berita Lainnya :