Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Aksi Penangkapan Ibas Yang Menegangkan

Aksi penangkapan ibas patut mendapat acungan jempol, langkah berani kepolisian ini setidaknya memberi gambaran positif bahwa polisi sebagai pelayan masyarakat dapat menjalankan tugasnya dengan baik sebagai pemelihara dan ketertiban masyarakat dalam menegakan supremasi hukum dinegeri tercinta indonesia tanpa pandang bulu.

Berbagai aksi kejahatan belakangan ini memang sedang marak terutama aksi kejahatan yang mempergunakan senjata api, Maraknya penggunaan senjata api ini tak lepas dari begitu mudahnya mendapatkan senjata api di pasar gelap, Hal inilah yang dimanfaatkan oleh para penjahat di kota-kota besar untuk membekali diri dengan senjata api dalam melakukan aksi kejahatannya.

Baru-baru ini jajaran kepolisian republik indonesia di wilayah hukum Hulu Sungai Selatan telah berhasil menangkap pentolan penjahat yang bernama Basrani alias ibas (35 tahun). Dalam setiap aksinya penjahat bersenjata api ini memang sangat meresahkan warga Hulu Sungai Selatan.

Penangkapan terhadap ibas ini langsung dipimpin oleh Kasat Reskrim Polres Hulu Sungai Selatan Iptu Abdul Mufid. Aksi penangkapan ini memang sangat menegangkan, pasalnya ibas selalu membawa senjata api jenis revolver rakitan berisi empat peluru dan senjata tajam jenis belati. Dalam aksi penangkapan tersebut, Tim Polres terlebih dulu menyusun strategi agar sasaran bisa ditangkap tanpa ada polisi yang menjadi korban, baik terkena tembakan atau tusukan belati. Penangkapan tidak langsung dilakukan meski tim polres sudah mengepung rumah itu. Mereka sabar menunggu kelengahan Ibas. Akhirnya, peluang penangkapan muncul saat Ibas dan istrinya beristirahat siang di rumah.

Tak mau kehilangan kesempatan, tim langsung merangsek secara cepat agar Ibas tidak sempat menembakkan senjatanya. Sebaliknya, meski sudah terkepung, Ibas tetap berusaha kabur dan melakukan perlawanan. Tak mau mengambil risiko, Ibas pun akhirnya ditembak. Dua peluru menerjang kedua kakinya sehingga tidak berdaya saat ditangkap.

Menurut Kasat Reskrim Polres Hulu Sungai Selatan, Resikonya memang sangat besar. Yang kami hadapi adalah perampok berpistol dan bersenjata tajam. Strategi penangkapan harus cermat dan cepat. Saat disergap, tersangka melakukan perlawanan dan nyaris menggunakan pistolnya. Tapi anggota kami lebih dulu melumpuhkannya. Andai terlambat sedikit saja, anggota kami bisa jadi korban, tertembak," kata Mufid.

Lebih jauh Mufid mengatakan, bahwa ada empat tersangka yang masih kami buru. Identitasnya sudah diketahui. Mereka memiliki peran dan tugas berbeda. Tapi otak kelompok itu ya Ibas. Ia yang mengeksekusi. Memeloroti perhiasan korban sembari mengancam menggunakan senjata tajam dan pistol itu, kata Mufid.

Berita Lainnya :