Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Nasib Presiden Mesir dan PKS Sebelas Dua Belas

Berita mengejutkan datang dari negeri Mesir, Presiden Muhammad Mursi akhirnya turun tahta karena di kudeta oleh militer dibawah pimpinan Jenderal Abdel Fattah al-Sisi, Apa yang terjadi di mesir tentunya membuat kita semua terkejut apalagi Mursi baru menikmati singgasanah sebagai Presiden Mesir selama satu tahun lebih tiga hari.

Kudeta militer ini berawal dari aksi demonstrasi besar-besaran yang dilakukan rakyat mesir yang kecewa terhadap gaya kepemimpinan Mursi. Jutaan masyarakat negara itu akhirnya turun ke jalan untuk menuntut Mursi mundur. Keluhan para demonstran antara lain terkait tuduhan adanya upaya agar birokrasi pemerintah diisi oleh orang-orang dari Ikhwanul Muslimin. Namun lebih dari itu ternyata Presiden Mursi dianggap gagal memulihkan kondisi perekonomian Mesir, begitu juga kondisi pariwisata dan investasi di Mesir menurun drastis, ditambah tingkat inflasi yang semakin merajela dan distribusi minyak kian menipis.

Dalam aksi kudeta itu bukan Mursi saja yang ditangkap dan dijadikan tahanan rumah oleh militer bahkan ratusan pimpinan teras Ikhwanul Muslimin juga mengalami nasib yang sama seperti Mursi. Sungguh tragis memang nasib Presiden Mursi dan Ikhwanul Muslimin di negeri piramida itu, padahal perjuangan yang mereka rintis selama 80 tahun itu dan baru menikmati kekuasaan selama satu tahun di mesir harus berakhir dengan cara yang memilukan. Apalagi aksi kudeta yang berhasil itu akan di ikuti oleh pelarangan bagi Ikhwanul Muslimin dari kehidupan politik di mesir.

Berita tergulingnya Presiden Mesir Muhammad Mursi yang diikuti oleh penangkapan para pentolan Ikhwanul Muslimin, berita ini tentunya sangat mengejutkan, khususnya bagi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang selama ini kita tahu sebagai murid ideologinya Ikhwanul Muslimin.

Guru dan murid se-aliran ini memang sedang mengalami nasib yang sangat tragis, kalau gurunya di mesir bakalan dilarang beredar dalam kehidupan politik. Begitu juga dengan muridnya yang sedang mengalami nasib yang sama yakni dihantam gelombang tsunami akibat mantan presiden PKS dijadikan tersangka dalam kasus suap dan pencucian uang. Malah tidak menutup kemungkinan bila terbukti nantinya ada aliran dana pencucian uang mengalir ke PKS maka nasib PKS pun akan sama seperti Ikhwanul Muslimin yang dibekukan keberadaanya sebagai partai politik.

Sebenarnya apa sih kesalahan Presiden Mursi dengan Ikhwanul Muslimin sehingga membuat rakyat mesir marah dan melakukan demonstrasi besar-besaran, Kesalahan utama dari Ikhwanul Muslimin adalah ingin memaksakan kehendak untuk menjadikan negeri piramida itu sebagai Negara Islam, hal ini sama persis dengan tingkah laku kader PKS yang mengklaim bahwa PKS itu Islam dan Islam itu PKS. Harap maklum guru dan murid ini memang satu ideologi.

Kesalahan berikutnya dari Presiden Mursi dengan Ikhwanul Muslimin adalah dengan menempatkan kader-kader Ikhwanul Muslimin pada semua pos strategis tanpa memikirkan keberadaan golongan lain. Akibat dari penempatan posisi kekuasaan yang tidak pada tempatnya dan hanya berdasarkan pertimbangan kepentingan golongannya, maka wajar saja bila kehidupan ekonomi, politik dan sosial di Mesir menjadi terjun bebas. Karena pemangku kebijakan baru yang ditempatkan oleh Mursi adalah orang-orang yang tidak berpengalaman. Kondisi ini hampir sama dengan arogansi penguasa wilayah Kota Depok yang dipimpin oleh mantan presiden PKS pertama Nur Mahmudi Ismail

Apa yang terjadi terhadap Presiden Mursi, Ikhwanul Muslimin dan PKS tentunya bisa menjadi pelajaran yang berharga bagi kita semua bahwa sebagaimana Ikhwanul Muslimin, PKS juga menggunakan alasan keagamaan untuk meraih kekuasaan. Agama hanya dijadikan alat untuk mempengaruhi masyarakat agar dapat meraih kekuasaan padahal setelah berkuasa, mereka akan memanfaatkan kekuasaanya untuk melakukan konsolidasi yang lebih besar dengan menafikan golongan dan kelompok lain.

Lihat saja model kerakusan dengan korupsi yang marak di mesir selama satu tahun ini yang dilakukan oleh Ikhwanul Muslimin. Praktek serupa pun telah dilakukan oleh PKS dengan ketiga Kementerian yang didapat dari hasil koalisi dengan Pemerintahan SBY, Ketiga kementerian itu adalah Kemenkominfo, Kementan dan Kemensos, diduga ketiga kementerian ini ditargetkan bisa mengumpulkan pundi-pundi uang haram sebanyak 2 triliun rupiah bagi kepentingan PKS menjelang pemilihan Umum 2014. Apalagi kasus yang terjadi pada mantan presiden PKS Luthfi Hasan Isaaq setidaknya kasus ini bisa menjadi gambaran nyata bagaimana cara mereka mengumpulkan pundi-pundi uang haram untuk kepentingan pribadi maupun kelompoknya.

Presiden Mursi, Ikhwanul Muslimin dan PKS yang tingkah lakunya memang sebelas dua belas atau hampir sama kelakuannya, bagi mereka yang penting mendapatkan kekuasaan dan memanfaatkan pos-pos strategis untuk mencari uang bagi kepentingan mereka kedepan, hingga wajar saja bila cara seperti itu akhirnya membuat rakyat mesir menjadi marah, lalu bagaimana dengan nasib murid ideologinya PKS di Indonesia, waktulah yang nanti akan membuktikan bahwa PKS dan Ikhwanul Muslimin memang sebelas dua belas.

Berita Lainnya :