Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Waspada Kader PKS Jadi Anggota KPPS

Ujung tombak partai politik itu sebenarnya ada di pengurus tingkat anak ranting atau tingkat RW, karena anak ranting inilah yang berada dibarisan paling depan dalam melakukan komunikasi dengan masyarakat sehingga dengan komunikasi ini dapat diketahui sampai sejauh mana aspirasi masyarakat dengan segala macam problematika yang ada dapat diketahui, begitu juga melalui komunikasi ini pengurus partai tingkat anak ranting dapat mensosialisikan program partai pada masyarakat agar nantinya masyarakat juga tahu program dari partai politik tersebut.

Sama seperti Partai Politik, ternyata ujung tombak dari penyelenggara Pemilihan Umum juga ada di jajaran paling bawah yakni Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), Tugas KPPS ini adalah menyiapkan pemungutan suara dan penghitungan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS), Personil KPPS terdiri dari 7 orang dengan rincian 1 ketua dan 6 anggota.

Begitu pentingnya tugas KPPS dalam menyelenggarakan pemungutan suara di TPS hingga hasilnya dibuat dalam formulir C 1 yang berisi data penting yaitu jumlah pemilih yang terdaftar di Tempat Pemungutan Suara (TPS), surat suara yang dikirim ke TPS, jumlah surat suara yang baik dan rusak, surat suara yang digunakan, serta surat suara yang sah dan tidak sah. Nah, kecurangan biasanya terjadi dilakukan oknum dengan merubah data dalam Formulir C1 itu. Apalagi dalam sengketa Pemilu di Mahkamah Konstitusi, Formulir C 1 ini bisa menjadi data pendukung yang sangat penting, karena sebagai bukti awal terjadinya praktek kecurangan dalam penghitungan suara.

Begitu strategisnya peran KPPS dalam penyelenggara pemilihan umum, hingga menjadi lahan empuk bagi para oknum calon legislatif untuk melakukan pendekatan secara khusus pada personil di KPPS, tujuannya tak lain dan tak bukan hanya ingin mendapatkan Formulir C 1 maupun kongkalikong untuk mendapatkan tambahan suara siluman.

Saat ini menjelang pelaksanaan Pemilu 2014 berbagai persiapan kini telah dilakukan oleh penyelenggara pemilu yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum baik tingkat pusat maupun daerah bahkan penyelenggara pemilu sampai tingkat paling bawah yakni KPPS. Kita semua tentu berharap para penyelenggara pemilu ini dapat menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya agar tidak terkontaminasi oleh perilaku kurang sehat yang dilakukan oleh oknum partai politik maupun oknum calon anggota legislatif.

Ketika saat ini semua partai politik peserta pemilu 2014 dan seluruh calon anggota legislatif di seluruh Indonesia sedang mempersiapkan diri untuk melakukan konsolidasi persiapan pemenangan dalam pemilu, tiba-tiba ada berita baru yang sangat menghebohkan didunia maya, yakni adanya bocoran para kader PKS telah terdaftar sebagai anggota KPPS, hingga kita semua tentunya perlu waspada, karena masuknya kader PKS sebagai anggota KPPS ini, diduga dalam rangka ingin mendapatkan target tiga besar dalam pemilu 2014.

Antara percaya dan tidak percaya, akhirnya beberapa aktifis yang peduli pada penyelenggaraan pemilu yang bersih mencoba melakukan investigasi dilapangan. Dalam melakukan investigasi itu, beberapa aktifis telah menemukan fakta bahwa kader PKS itu memang benar telah masuk menjadi anggota KPPS, tetapi yang sangat mengejutkan, bahwa temuan itu ternyata bukan berkaitan dengan KPPS sebagai Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara, Namun KPPS dalam hal ini adalah Komunitas Penggemar Pustun Syarkiyah.

Mengapa Komunitas Penggemar Pustun Syarkiyah (KPPS) ini bisa terbentuk dan kebetulan anggotanya lebih banyak berasal dari kader PKS, selidik punya selidik ternyata komunitas ini terbentuk karena kepatuhan kader PKS yang begitu tinggi terhadap mantan presiden PKS Luthfi Hasan Isaaq yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus suap impor renyah daging berjanggut dan kasus pencucian uang.

Harap maklum kader-kader PKS ini memang terkenal dengan taqlid butanya, mereka para kader PKS yang taqlid buta ini masih menganggapnya pemimpinya itu mulia tanpa salah dan harus dipatuhi secara total, malah kalau dipikir-pikir kepatuhan ini layaknya sebuah robot yang hidup dalam kendali hipnotis massal melalui indokrinisasi dengan berbagai metodenya.

Karena kepatuhan yang membabi buta akhirnya para kader PKS ini membentuk satu Komunitas yang diberi nama Komunitas Penggemar Pustun Syarkiyah, Dan latar belakang terbentuknya Komunitas ini berkaitan dengan terungkapnya kata sandi Pustun-Pustun dan Jawa Syarkiyah antara Mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Isaaq dengan Ahmad Fathanah.

Kata sandi ini terungkap dalam lanjutan persidangan kasus suap impor renyah daging berjanggut. Dalam sidang tersebut terungkap, Luthfi Hasan Ishaaq dan Ahmad Fathanah pernah membicarakan tentang perempuan “bahenol” dengan bahasa Arab. Tim jaksa penuntut umum dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sempat memutar rekaman percakapan antara dua sahabat itu, dari hasil penyadapan yang dilakukan pada 9 Januari 2013. Berikut ini percakapannya 

Assalamu Alaikum. Istri-istri antum (Luthfi) sudah menunggu semua,” ucap Fathanah dalam rekaman tersebut sambil tertawa. Luthfi kemudian membalas ucapan Fathanah. Yang mana saja ? timpal Luthfi. Ada semuanya. yang pustun-pustun atau Jawa Syarkiyah, kata Fathanah. Luthfi pun menjawab. “pustun,” keduanya pun sama tertawa.

Agar kata Pustun dan Jawa Syarkiyah tidak berkonotasi negatif serta ingin menunjukan solidaritas kepatuhan pada mantan pemimpinya, maka para kader PKS ini berinisiatif untuk membentuk satu wadah yang diberi nama Komunitas Penggemar Pustun Syarkiyah (KPPS). Mereka juga berharap dari komunitas ini dapat menjaring ribuan anggota yang punya hobby memelihara pustun-pustun dan jawa syarkiyah serta agar mereka bisa bergabung bersama di komunitas ini. Karena kalau bicara pustun-pustun yang berarti cewek bahenol, ternyata bukan monopoli Luthfi Hasan Isaaq dan Ahmad Fathanah saja, diduga jutaan laki-laki Indonesia juga suka dengan daya tarik cewek bahenol ini.

Maka target selanjutnya, terjaringnya jutaan laki-laki yang suka terhadap cewek bahenol itu, diharapkan jutaan laki-laki tersebut bisa bergabung dalam Komunitas Penggemar Pustun Syarkiya, sehingga target PKS yang ingin mencapai tiga besar dalam pemilu 2014 dapat segera terwujud dan tanpa kendala yang berarti

Berita Lainnya :