Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Terima Kasih PKS Angka Kemiskinan Berkurang

Politik pencitraan sekarang sedang marak dilakukan oleh PKS, ribuan spanduk di seluruh Indonesia dipasang oleh kader-kader PKS, isi spanduk itu, PKS menolak Kenaikan Harga BBM, lebih lucu lagi ada kata-kata spanduk di salah satu sudut jalan di ibukota Jakarta yang tertulis, “Warga Jakarta Mengucapkan : Terima Kasih PKS, Telah Menolak Kenaikan BBM”.

Sepintas kata-kata pada spanduk itu mencerminkan rasa kepedulian PKS pada rakyat kecil, PKS masih menganggap rakyat itu bodoh padahal rakyat tahu bahwa PKS sedang risau dan gelisah, semua terjadi akibat kasus suap daging impor dan pencucian uang yang menimpa mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Isaaq, konyolnya dalam kasus suap dan pencucian uang ini, Sohib dekatnya Luthfi Hasan Isaaq yakni Ahmad Fathanah yang juga jadi tersangka ternyata banyak dikelilingi oleh wanita-wanita cantik yang diduga menerima aliran dana pencucian uang. Praktis akibat kasus ini, nama baik PKS hancur dimata masyarakat.

Sehingga apapun yang dilakukan oleh PKS sekarang ini dengan melakukan pencitraan melalui isu sensitif kenaikan BBM, Namun tetap saja langkah pencitraan PKS ini tidak akan berpengaruh sama sekali, masyarakat malah melihat sepak terjang PKS seperti orang yang lagi panik, stress dan depresi.

Mengapa PKS begitu Panik, Stress dan Depresi ? ini akibat ulah mantan presidennya sendiri yang terlibat skandal kasus suap Daging Impor di Kementerian Pertanian dan kasus pencucian uang, Apalagi banyaknya wanita wanita cantik dibalik pusaran hitam kasus daging berjanggut itu, wanita-wanita cantik ini diduga telah menerima aliran dana haram terkait dengan aliran dana pencucian uang.

Dalam pusaran hitam daging berjanggut itu, diduga beberapa elit PKS juga ikut terlibat, lebih parah lagi, kini malah terungkap ke publik melalui pernyataan yudi setiawan bahwa tiga kementerian yang dipimpin oleh Kader PKS harus mempersiapkan diri untuk mencari dana haram senilai 2 triliun rupiah bagi persiapan kampanye PKS pada pemilu 2014, maka menghadapai kenyataan yang tidak diduga ini karena terbongkar niat kurang baiknya, wajar saja kalau PKS terlihat sangat panik, stres dan depresi.

Sebenarnya apa sih definisi Panik, Stress dan Depresi yang sedang melanda PKS ? ternyata jawabannya adalah : Panik ketika istri hamil, Stres ketika selingkuhan hamil dan Depresi ketika dua-duanya hamil. itulah definisi Panik, Stress dan Depresi yang sedang terjadi pada PKS.

Bagaimana tidak panik kalau ternyata partai yang mengusung jargon bersih dan peduli ini ternyata telah ternoda, apalagi ada pustun-pustun dibalik ternodanya itu. Ironisnya, hal ini justru dilakukan oleh orang nomor satu di elit PKS (Presiden), Dan kepanikan ini diibaratkan seperti orang yang baru pertama kali hamil dan dia hamil dalam wujud korupsi yang melanda tubuh PKS, belum lagi keberadaan selingkuhan yang juga dalam keadaan hamil, selingkuhan ini adalah wujud dari kebohongan-kebohongan yang selama ini di tutupi oleh elit-elit PKS, ibarat orang selingkuh dia selalu akan berbohong dan terus berbohong, hingga akhirnya kebohongan ini juga terungkap dalam wujud korupsi juga.

Hingga ketika dalam waktu bersamaan dua-duanya ternyata dalam keadaan hamil ? istri dalam keadaan hamil, selingkuhan pun dalam keadaan hamil, mau di gugurkan dua-duanya jelas tidak mungkin karena di samping usia kehamilannya sudah tua, publik juga sudah tahu tentang kehamilan ini, akhirnya yang terjadi kemudian timbul depresi berat.

Maka untuk menutupi rasa panik, stress dan depresi, PKS menunjukan diri seolah-olah masih sehat bugar dan siap berada di garda terdepan menolak kenaikan BBM, walaupun tanpa disadari, bahwa penolakan ini terlihat lucu, di satu sisi menolak kenaikan harga BBM, tetapi di sisi yang lain tetap mempertahankan kadernya yang jadi Menteri Pertanian, padahal sosok Suswono selaku Menteri Pertanian yang juga sebagai kader PKS adalah orang yang paling bertanggung jawab terhadap naiknya harga komoditas pertanian dan peternakan.

Lihat saja dampak dari permainan kotor impor renyah daging berjanggut itu, membuat harga daging di Indonesia masuk kategori harga daging paling mahal sedunia, belum lagi kenaikan harga bawang putih, jengkol, kedelai dan lain sebagainya. Akibat kenaikan ini jelas rakyat yang sangat dirugikan, lalu mengapa PKS diam saja dan tidak bisa berbuat apa-apa, Diduga diamnya PKS karena ada kenikmatan di Kementerian Pertanian, Terutama kenikmatan untuk mendapatkan pundi-pundi bagi kesejahteraan.

Dampak kenaikan daging dan komoditas pertanian lainnya, tentunya sangat memberatkan rakyat terutama rakyat kecil yang sudah tidak mampu lagi membeli daging, jengkol dan bawang putih, karena rakyat sudah tidak mampu lagi membeli daging, maka rakyat sudah mengurangi mengkonsumsi makanan yang berkolesterol tinggi yakni daging, untuk hal ini rakyat mengucapkan terima kasih pada PKS karena sudah menurunkan kolesterol kami.

Dan kami menyadari bahwa kolesterol rendah sangat berpengaruh pada kondisi psikologis dan salah satu efek yang cukup berbahaya dari rendahnya kolesterol adalah rusaknya fungsi sistem syaraf yang mencakup rusaknya konduktor pada sistem syaraf, sistem pertahanan tubuh yang lemah dan kerja otak yang tidak seimbang. Berdasarkan studi, kolesterol yang terlalu rendah dapat berakibat pada Parkinson dan bahkan kanker, untuk itu sekali lagi kami ucapkan terima kasih pada PKS karena telah membuat kami menderita Parkinson dan kanker.

Malah menurut penelitian yang dilakukan Dr. Mercola, seseorang dengan kadar kolesterol yang terlalu rendah akan mempunyai kecenderungan enam kali lebih tinggi untuk bunuh diri, Sekali lagi terucap terima kasih PKS, karena telah membuat kolesterol kami rendah sehingga mempunyai kecenderungan enam kali lebih tinggi untuk bunuh diri, Dan dampak bunuh diri ini setidaknya dapat mengurangi angka kemiskinan di Indonesia, sekali lagi terima kasih PKS karena telah mengurangi angka kemiskinan.

Selanjutnya kalau PKS membabi buta menolak kenaikan BBM, itu cuma kedok untuk menutupi reputasi PKS yang memang sudah jeblok, sehingga langkah PKS yang menolak kenaikan harga BBM, diduga penolakan ini ada udang dibalik batu, dan udang itu sedang menunggu seakan-akan merasa di dzolimin, karena PKS berharap, langkahnya ini akan berakibat tiga menterinya bakalan ditarik dari Kabinet Pemerintahan SBY ? Loh, kenapa mesti menunggu tiga menterinya ditarik, kenapa tidak secara tegas saja menarik diri dari koalisi, apakah ingin dapat kesan seolah-olah di dzolimin ?

Alih-alih ingin mendapatkan kesan didzolimin karena tiga menterinya bakalan ditarik dari kabinet Pemerintahan SBY tetapi apalah daya, karena rakyat sudah cerdas, kesan didzolimin ini malah berubah menjadi mendzolimin diri sendiri, layaknya orang yang kena stroke, dampak dari panik, stres dan depresi.

Berita Lainnya :