Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Penyadapan KPK Adalah Tugasnya Malaikat Rakib dan Atid

Suara tawa terdengar begitu ramai ketika Komisi III DPR RI mengadakan rapat dengar pendapat dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada kamis 27/06/2013 di gedung DPR Senayan Jakarta. Tawa hadirin itu berawal dari ucapan Aboe Bakar Al Habsy anggota Komisi III yang berasal dari PKS ketika bicara tentang penyadapan KPK. 

Menurut Aboe Bakar Al Habsy soal penyadapan itu adalah bukan tugas KPK tetapi tugas dari Malaikat Rakib dan Atid untuk mencatat pahala dan dosa manusia. Apakah KPK itu sudah menjadi seperti Malaikat Rakib dan Malaikat Atid kata Aboe Bakar dengan nada tinggi, namun lontaran Aboe Bakar itu malah disambut dengan tawa oleh para hadirin yang hadir pada rapat dengar pendapat itu.

Lebih jauh Aboe Bakar juga mengatakan bahwa KPK itu sampai kegiatan istri saya itu tahu semua. Jangan sampai akhirnya dengan penyadapan itu bukanya pencegahan tapi malah penjebakan, sambung Aboe Bakar yang lagi-lagi menuai tawa para hadirin. Akibat ditertawakan akhirnya Aboe sempat protes kalau pernyataannya dijadikan bahan tertawaan. Padahal dia serius mempersoalkan masalah penyadapan ini.

Mengapa lontaran Aboe Bakar tentang penyadapan KPK dijadikan bahan tertawaan ? Mungkin Aboe Bakar sangat kesal gara-gara aktifitasnya disadap oleh KPK, namun lebih dari itu sebenarnya ada sesuatu yang membuat Aboe Bakar terlihat sangat emosi, terutama terkait dengan hasil penyadapan yang dilakukan oleh KPK yang telah berhasil mengungkap kasus suap impor renyah daging berjanggut di Kementerian Pertanian. Akibat kasus itu nama baik PKS hancur lebur dimata masyarakat.

Lucu memang bila melihat karakter para politisi dari PKS yang terlihat begitu panik dan sangat emosional bila sudah menyangkut sepak terjang KPK, Jangan-jangan kasus suap impor daging dan pencucian uang yang dilakukan oleh mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Isaaq dan Ahmad Fathanah ketika sudah divonis oleh hakim dan sudah mempunyai kekuatan hukum tetap, maka mereka akan mengatakan bahwa yang berhak menghukum manusia hanyalah Tuhan bukannya manusia. Mereka lupa bahwa hakim adalah wakil Tuhan didunia dalam memutuskan perkara berdasarkan keadilan, lihat saja setiap putusan hakim selalu didahului dengan kalimat DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. 

Dalam acara rapat dengar pendapat itu, ada lagi yang terlihat lebih emosional yakni lontaran Fahri Hamzah sang pendekar dari PKS yang mengatakan bahwa penyadapan itu dosa besar, lebih tegas Fahri mengatakan bahwa Korupsi di negara ini bukan soal kejahatan orang tapi system sehingga jangan mengambil jalan pintas melalui penyadapan, kata Fahri, selanjutnya Fahri langsung membuka buku catatan dalam secarik kertas yang sudah dipersiapkan sebelumnya, lalu Fahri membacakan surat Alhujurat ayat 12. Jangan meragukan saya Pak Busyro, saya bisa baca Alquran, kata Fahri dengan nada bercanda, sebelum mulai membaca.

Ketika Fahri membaca ayat tersebut, pimpinan KPK dan anggota Komisi III yang hadir dalam forum tersebut mendengarkan dengan khidmat. Setelah Fahri selesai membaca, Ketua KPK Abraham Samad menukas, artinya ? Fahri menjawab, Hai orang-orang yang beriman jauhilah prasangka karena sebagian prasangka itu dosa.

Luarbiasa memang sang pendekar dari PKS itu kalau sudah bicara tentang sepak terjang KPK, apakah Fahri lupa bahwa petinggi PKS pernah melakukan tuduhan dan prasangka buruk dengan mengatakan adanya Konspirasi Zionis, Konspirasi Otoritas dan Konspirasi Amerika dibalik peristiwa mantan Presiden PKS dijadikan tersangka oleh KPK padahal tuduhan itu sampai hari ini tidak bisa dibuktikan oleh para petinggi PKS itu. Lalu, apakah tuduhan dan prasangka buruk itu tidak dosa ? Apakah petinggi maupun kader PKS yang melakukan prasangka buruk tidak termasuk dosa.

Tetapi harap dimaklumin itulah karakter petinggi-petinggi PKS yang juga seirama dengan karakter kader PKS diakar rumput, kalau sudah bicara kepentingannya terganggu, apapun akan mereka lakukan, tanpa mereka sadari bahwa dibalik semua itu, kata-kata munafik adalah yang paling tepat diarahkan pada mereka semua.

Berita lainnya :