Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Paman Gembul dan Paman Kikuk di Kompasiana

Membayangkan Kompasiana seperti Majalah Bobo terkadang ada rasa gelinya juga, anggap saja para Kompasianer yang sedang berkompetisi ria melalui beragam tulisannya di Kompasiana sebagai pemeran karakter tokoh-tokoh di Majalah Bobo. Ada seperti Bobo, Coreng, Emak, Bapak, Upik, Paman Gembul, Bona, Nirmala, Paman Kikuk, Husin dan Deni Manusia Ikan.

Majalah Bobo adalah majalah anak-anak yang sangat popular, bahkan di era tahun 70-80 an, majalah ini sangat digandrungi oleh anak-anak Indonesia, beragam cerita menarik dan mendidik banyak ditemukan di Majalah Bobo ini. Bagi anak-anak Indonesia era 70-80 an, selalu merasa kangen bila belum membaca Majalah Bobo, terkadang anak-anak suka mengirim surat ke redaksi Majalah Bobo, baik berupa pertanyaan, tulisan ringan dan lain sebagainya, ada kesenangan yang tak terhingga bila tulisan kita dijawab atau ditampilkan di Majalah Bobo.

Majalah Bobo dan Kompasiana sebenarnya sebelas dua belas karena didirikan oleh satu group yang sama yakni Gorup Kompas, apalagi sejarah terbitnya Majalah Bobo berawal dari halaman anak-anak di Harian Kompas. Atas prakarsa PK Ojong bersama Jakob Utama, halaman anak-anak ini lalu dikembangkan menjadi majalah anak-anak. Begitu juga dengan Kompasiana yang diterbitkan sebagai media online milik Group Kompas, namun bedanya Kompasiana dengan Bobo adalah Kompasiana bukan media khusus untuk anak-anak kecil.

Entah kebetulan atau serba kebetulan, karakter Kompasianer dengan karakter tokoh-tokoh Majalah Bobo hampir sama persis, misalkan kalau di Kompasiana ada Om Jay dan Pakde Kartono sedangkan di Majalah Bobo ada Paman Kikuk dan Paman Gembul. Arti Om dan Pakde sebenarnya sama yakni sama-sama sebagai Paman.

Karakter Paman Gembul dan Paman Kikuk memang sangat lucu di Majalah Bobo begitu juga karakter Om Jay dan Pakde Kartono juga sangat lucu di Kompasiana, masing-masing tokoh Paman ini punya banyak penggemarnya, Kalau Paman Gembul yang di ilustrasikan sebagai Pakde Kartono adalah sosok yang ahli dalam segala hal yang menyangkut kata sandi atau kode rahasia, terutama kata sandi pustun-pustun dan jawa syarkiyah, kata sandi ini terungkap dari percakapan antara Mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Isaaq dengan Ahmad Fathanah.

Berikut ini kata sandi yang sudah diungkap oleh Paman Gembul alias Pakde Kartono :

Kata sandi Pustun artinya Perempuan Untuk Selingkuh Tidak Untuk Nikah, Selanjutnya kata sandi antara Mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Isaaq dan Ahmad Fathanah terkait dengan Maharani :

Assalamualikum Akhi, korma satu kardus sudah ana terima, dan 10 biji ana ambil untuk vitamin unta kita, sebagai kendaraan jihat, syukron ? ?

Begitu juga dengan karakter Om Jay yang di ilustrasikan sebagai Paman Kikuk, Om Jay ini memang lagi menjadi pusat perhatian, konon katanya menurut beberapa anggota kompasiana, Om Jay atau Paman Kikuk ini dianggap melawan arus terkait dengan beberapa tulisannya yang tidak seperti biasanya. Sehingga Om Jay banyak mendapat kritikan dari Kompasianer, Mendapat kritikan dari Kompasianer, Om Jay hanya tersenyun saja sama persis dengan tersenyumnya Paman Kikuk.

Berikut ini sedikit cerita tentang sosok Paman Kikuk di Majalah Bobo :

Tiba-tiba sebuah mobil berhenti di depan rumah Paman Kikuk, Beberapa orang terlihat keluar sambil mengangkut kursi tamu baru. Wow kursi baru, Paman ? seru Husin girang ? ya iya, lah, kita harus selalu ganti suasana, Sin. Biar hidup lebih berwarna, ujar Paman Kikuk.

Mmm, tumben bilang begitu, Biasanya bilang jangan gonta ganti barang, bikin boros, ledek Husin. Ah kamu ini cerewet. sudah, aku mau mengatur letak kursi sofa ini, kilah Paman Kikuk.

Paman Kikuk lalu memberi komando pada para pengangkut agar meletakan kursi sofa pada posisi yang ia mau. kursi ini dibuat dari bahan khusus, Sin. Busa kursi Sofa ini dari Mesir dengan kualitas nomor satu. Disainsnya dibuat oleh seniman hebat dari Timur Tengah. Kursi ini sudah terbukti awet, Malah rencananya kursi ini akan aku pakai saat pemilihan kepala desa nanti, harap maklum, Sin, Pamanmu ini kan dapat urut nomor tiga ujar Paman Kikuk dengan bangganya.

Paman Kikuk terlihat sangat girang sekali, sambil duduk Paman Kikuk memantul mantulkan badannya di busa kursi sofa yang empuk. Sin, lihat, kursi sofa ini bisa membuat aku seperti kera sakti. Ciaaat, ciaaat ! Paman kikuk melompat dari satu kursi ke kursi lainya.

Paman Kikuk melakukanya sambil bergaya layaknya seorang jago kung fu, Paman, awas jebol loh, tegur Husin, itu kan, Aaah, tenang saja kan, sudah kubilang kalau ini kursi sofa berkualitas nomor saa, Kraaakkk, Gebluk ! Aduuuh, punggungku, rintih Paman Kikuk.

Wah, kursi sofa kualitas nomor satu, kok, gampang berantakan seperti ini. Paman yakin ini bukan kursi obralan, apalagi mau di pakai dalam pemilihan kepala desa ? sindir Husin, grrr, geram Paman Kikuk.

Berita Lainnya :
* Misteri Negeri Atlantis di Indonesia dan Mumi di Mesir
* Bermain Cinta Pada Jam Kerja di Kawasan Harmoni
* Kisah Nyata Tukang Service Sofa Jadi Presiden
* Kesombongan Kader PKS Seperti Karakter Iblis
* PBB Mengancam PKS, Apakah ini Konspirasi
* Kartu Jakarta Sehat Untuk Fahri Hamzah
* Kerja Politik PKS Membahayakan NKRI