Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Mertua Mantan Presiden PKS Ternyata Makelar Pustun-Pustun

Tidak hadirnya Darin Mumtazah untuk memenuhi panggilan KPK yang sudah melayangkan surat panggilan selama tiga kali berturut-turut, tentunya ketidak hadiran Darin Mumtazah ini menimbulkan pertanyaan besar ? Kemanakah gerangan wanita muda yang masih duduk dibangku SMK itu tapi sudah dinikahi oleh mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Isaaq dan menjadi istri mudanya.

Pemanggilan terhadap Darin Mumtazah sebagai saksi dalam tersangka Luthfi Hasan Isaaq. Pemanggilan ini sangat diperlukan oleh KPK untuk dimintai keterangan tentang beberapa hal yang berkaitan dengan tersangka Luthfi, apalagi diduga Darin mengetahui secara persis aliran dana haram pencucian uang yang dilakukan oleh mantan Presiden PKS itu.

Kemanakah Darin Mumtazah pergi dan menghilang ? Akibat ketidakpatuhannya memenuhi panggilan dalam satu proses hukum yang sedang ditangani oleh KPK, maka kini Darin Mumtazah statusnya sudah menjadi orang yang tercekal.

Pergi dan menghilangnya Darin Mumtazah, tentunya menimbulkan pertanyaan besar ? Begitu pentingkah sosok Darin dalam kasus yang menimpa Luthfi Hasan Isaaq sehingga ada kekhawatiran untuk memenuhi panggilan KPK, Apakah ketidakpatuhan ini murni datangnya dari Darin sendiri yang merasa ketakutan dan malu serta tidak siap menghadapi kenyataan pahit ini apalagi usianya memang masih tergolong muda.

Atau ada pihak ketiga yang diduga sengaja melakukan semua ini karena pihak ketiga sangat khawatir bila Darin tidak disembunyikan maka akan sangat berbahaya apalagi sampai Darin Mumtazah hadir memenuhi panggilan KPK. Rasa khawatir itu bisa saja dalam bentuk kicauan Darin yang dikhawatirkan akan membuka semua persoalan yang terjadi antara hubungannya dengan mantan Presiden PKS itu serta hal-hal lain yang berkaitan dengan sepak terjang Luthfi Hasan Isaaq terutama tentang aliran dana haram pencucian uang.

Maraknya pemberitaan tentang Darin Mumtazah tentunya membuat publik bertanda tanya ? Sosok Darin itu memang tidak pernah muncul ke publik untuk memberikan keterangan, mengapa harus takut kalau memang tidak ada sesuatu yang disembunyikan. Akibat Darin tidak muncul dan memberikan keterangan maka semakin nampak didepan mata bahwa Darin Mumtazah memang begitu special bagi seorang Luthfi Hasan Isaaq.

Bagi publik sebenarnya tidak menjadi masalah terhadap pernikahan Darin dengan Luthfi, apalagi pernikahan itu adalah pernikahan resmi dan sah berdasarkan syariat agama. Kalau kasus ini berkembang menjadi ramai dan menjadi pembicaraan publik, karena publik hanya membicarakan dan kaget dengan fakta yang terjadi terhadap Luthfi Hasan Isaaq dan kasus sapinya serta ada embel-embel wanita cantik dibalik semua kasus itu.

Wanita cantik itu bukan hanya sosok Darin saja, karena terungkap dalam percakapan antara Ahmad Fathanah dan Luthfi Hasan Isaaq yang mempergunakan kata sandi pustun-pustun dan jawa syarkiyah, ada kesan kata sandi ini berkonotasi negatif, kesan itu menjadi semakin negatif ketika Ahmad Fathanah yang juga sebagai tersangka kasus suap dan pencucian uang itu banyak memberikan harta benda pada wanita-wanita cantik.

Apakah Darin Mumtazah tergolong sebagai wanita pustun-pustun sebagaimana yang diucapkan oleh kedua orang tersangka itu, kesan sebagai wanita pustun-pustun justru terungkap dari beberapa sumber yang mengetahui secara persis kehidupan orang tua Darin Mumtazah yang notabene adalah mertuanya Luthfi Hasan Isaaq, Pustun-Pustun yang dimaksud dalam hal ini berkaitan dengan sepak terjang ibunda Darin yang mempunyai pekerjaan sambilan sebagai makelar pustun-pustun.

Menurut salah satu sumber diceritakan bahwa ibunda Darin yang juga mertuanya mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Isaaq adalah seorang pedagang baju keliling, namun para tetangga Darin di kebon nanas mengatakan bahwa pekerjaan ibunda Darin sebagai penjual pakaian keliling hanyalah kedok belaka, pekerjaan utamanya adalah sebagai makelar pustun-pustun atau suka ngawinin perempuan-perempuan muda dengan pria-pria arab untuk nikah dibawah tangan.

Lebih jauh tetangga Darin juga mengatakan bahwa ibunda Darin memang pekerjaannya sebagai makelar pustun-pustun atau sebagai calo bagi perempuan-perempuan muda yang butuh uang untuk dinikahi dibawah tangan dengan pria-pria arab, dari hasil sebagai makelar pustun-pustun, ibunda Darin atau ibu mertua mantan presiden PKS itu mendapat komisi sampai 15 juta rupiah sekali transaksi pustun-pustun.

Berita Lainnya :