Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Markas Besar Pustun-Pustun Ada di Jalan TB Simatupang

Pustun-pustun sepertinya lagi ngetrend banget, baik di dunia maya dan di dunia nyata, tiada hari tanpa bahasan tentang pustun-pustun ini, lihat saja di media social twitter, facebook bahkan di kedai kopi kelas kaki lima sampai kelas atas selalu terdengar bahasan diskusi tentang pustun-pustun. Apalagi para ibu-ibu yang hobby ngerumpi, kata pustun ini sering jadi omongan mereka terutama kegelisahan para ibu-ibu bahwa pustun-pustun ini bisa menjadi momok yang menakutkan karena di khawatirkan para suaminya bisa menjadi korban pustun-pustun.

Kata pustun-pustun ini memang berawal dari terungkap rekaman percakapan antara mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Isaaq dan Ahmad Fathanah dengan menyebut kata sandi pustun-pustun dan jawa syarkiyah, Siapakah yang dimaksud dengan pustun-pustun dan jawa syarkiyah ? Terekam dalam percakapan antara Luthfi dan Fathanah yang dibuka saat persidangan kasus suap ini digelar di pengadilan tindak pidana korupsi, Dalam percakapan itu mereka berdua diduga membicarakan tentang perempuan “bahenol” dengan bahasa Arab, berikut ini percakapannya :

Assalamu Alaikum. Istri-istri antum (Luthfi) sudah menunggu semua,” ucap Fathanah dalam rekaman tersebut sambil tertawa. Luthfi kemudian membalas ucapan Fathanah. Yang mana saja ? timpal Luthfi. Ada semuanya. yang pustun-pustun atau Jawa Syarkiyah, kata Fathanah. Luthfi pun menjawab. “pustun,” keduanya pun sama tertawa.

Ternyata, kata pustun merupakan kata dalam bahasa Arab yang biasa digunakan sebagai bahasa keseharian. Arti halus dari kata pustun sendiri adalah perempuan yang molek dan modern. Sementara kata Jawa Syarkiyah berarti Jawa Timur. Namun ada juga yang mengartikan kalau Pustun itu berasal dari bahasa Inggris ? push artinya tekan sedangkan tune artinya suara jadi pustun itu artinya suatu benda yang kalau ditekan bisa mengeluarkan suara.

Terungkapnya kata sandi pustun-pustun memang berdampak luar biasa, apalagi dalam dalam kasus suap dan pencucian uang yang dilakukan oleh Luthfi Hasan Isaaq dan Ahmad Fathanah ternyata banyak wanita-wanita cantik yang turut terlibat, terutama terlibat dalam hal aliran dana pencucian uang, misalkan keberadaan artis film panas Ayu Azhari, Fotomodel Vitalia Sesha dan penyanyi dangdut Tri Kurnia Puspita, Wanita-wanita itu telah diperiksa sebagai saksi oleh KPK dan beberapa harta benda milik mereka yang diduga hasil pemberian dari Ahmad Fathanah akhirnya disita oleh KPK sebagai barang bukti untuk proses hukum kasus pencucian uang.

Lebih dari itu KPK juga melakukan penyitaan terhadap harta benda milik Luthfi Hasan Isaaq dan Ahmad Fathanah, bahkan ada satu peristiwa yang sempat menghebohkan pubklik ketika KPK ingin menyita mobil-mobil mewah milik Luthfi Hasan Isaaq yang diparkir di halaman markas besar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang berlokasi di jalan TB Simatupang Jakarta, Dalam proses penyitaan itu, awalnya KPK mendapat hambatan bahkan juru bicara KPK Johan Budi dilaporkan ke polisi karena dituduh melakukan perbuatan tidak menyenangkan, infonya bisa dilihat disini : Pendulum PKS Marah Akibat Aksi KPK

Kembali dalam topik bahasan masalah pustun-pustun, setelah diselidiki lebih mendalam, ternyata keberadaan pustun pustun ini sangat terorganisir, mereka begitu rapi mengelola pustun-pustun ini. Uniknya pustun-pustun ini justru punya markas besas (mabes) di jalan TB Simatupang Jakarta. Namun pustun-pustun ini bukan kata sandi antara mantan Presiden Luthfi Hasan Isaaq dan Ahmad Fathanah. Pustun yang dimaksud disini adalah singkatan dari Perusahaan Swasta Trakindo Utama Nasional atau lazim sering disebut sebagai PT Trakindo Utama yang memang punya markas besar di jalan TB Simatupang yang lokasinya tidak jauh dari markas besar PKS yang juga berada di jalan TB Simatupang Jakarta.

Berita Lainnya :