Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Jokowi dan Agus Sutondo Ada di DuckDuckGo

Berita mengejutkan datang dari negeri Paman Sam Amerika Serikat, Berita ini terkait dengan terkuaknya skandal PRISM atau Program Penyadapan Intelijen Amerika terhadap komunikasi warga Amerika Serikat. Skandal PRISM terbongkar setelah mantan analis CIS Edward Snowden membocorkan program penyadapan email, panggilan telpon dan komunikasi warga.

Terungkapnya skandal PRISM ini berawal ketika sejumlah perusahaan besar diantaranya Google, Facebook, Apple dan Yahoo menyerahkan data pengguna mereka atas permintaan badan keamanan Amerika (NSA), Permintaan ini dimaksud sebagai bentuk keterbukaan perusahaan besar tersebut kepada Pemerintah Amerika Serikat.

Dampak dari terbongkarnya skandal PRISM ini ternyata sungguh luar biasa, sebab hal ini berkaitan dengan privasi seseorang karena tidak ada seorang pun yang mau data-data pribadinya dilacak sehingga membuat warga Amerika Serikat beralih pada pilihan ke hal yang memiliki privasi itu. Dampak skandal ini akhirnya membawa berkah bagi mesin pencari DuckDuckGo.

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa selama ini mesin pencari Yahoo, Bing dan Google adalah yang terbaik dan sangat dikenal oleh penikmat dunia maya. Semua mesin pencari ini merekam data pencarian penggunanya. Namun kondisi ini berbeda dengan mesin pencari DuckDuckGo yang justru melindungi kebijakan privasi penggunanya, karena perusahaan ini tidak menyimpan riwayat pencarian, tanggal dan waktu pencarian, informasi tentang komputer pengguna (IP komputer) serta data log lainnya.

Akibat skandal PRISM ternyata berdampak positif bagi DuckDuckGo sehingga tanpa disengaja DuckDuckGo hadir di waktu dan momen yang tepat. Seakan meledek layanan privasi Google, DuckDuckGo menampilkan iklan berbunyi, Google melacak Anda, sedangkan kami tidak.

Mesin pencari DuckDuckGo memanfaatkan pasokan data dari situs semacam Wikipedia, menyaring spam dan pola pencarian dibuat terpisah, tidak agregat atau dibuat kumpulan seperti Google. Meski mekanisme itu tidak menjamin bebas dari pelacakan, tapi setidaknya layanan DuckDuckGo memberi alternatif di tengah skandal PRISM. Sehingga akibat skandal itu, kepercayaan publik kepada mesin pencari bisa membesar.

Akibat terbongkarnya skandal PRISM ternyata berdampak positif bagi DuckDuckGo, Sehingga DuckDuckGo layak dipertimbangkan sebagai mesin pencari alternatif selain mesin pencari Google karena tidak seperti kebijakan privasi milik mesin pencari Google yang dianggap oleh banyak pihak cukup kontroversial, kebijakan DuckDuckGo sangat jelas karena DuckDuckGo tidak mengumpulkan atau berbagi informasi pribadi. Seakan ingin meledek layanan privasi Google, DuckDuckGo menampilkan iklan berbunyi, Google melacak Anda, sedangkan kami tidak.

Penasaran dengan keberadaan mesin pencari DuckDuckGo dan sekalian ingin mengetahui seperti apa sih model mesin pencarian ala DuckDuckGo, apakah sama persis dengan mesin pencari Google yang selama ini selalu menjadi teman setia ketika sedang berselancar di dunia maya untuk mencari beraneka ragam informasi.

Setelah ditemukan webnya, maka iseng-iseng saya menulis dengan kata kunci agus sutondo yakni nama saya sendiri, dengan harapan apakah kata kunci agus sutondo sudah ada di mesin pencarian DuckDuckGo. Setelah mengetik kata kunci agus sutondo ternyata yang tampil didinding DuckDuckGo hanya ada dua informasi yakni berita tentang Agus Sutondo Diterima Jokowi di Rumah Dinasnya dan Agus Sutondo Peduli Preman Pulogadung.

Loh kok cuma ada dua berita padahal bila mencari di mesin pencari Google bisa mencapai ribuan informasi sesuai dengan kata kunci yang kita ketik. Memang mesin pencari DuckDuckGo tidak sebesar mesin pencari Google, Sebagai perbandingan, DuckDuckGo membutuhkan 1.445 hari untuk mendapatkan akses satu juta pencarian, kemudian berkembang dan butuh 483 hari untuk mencapai dua juta pencarian. Hal ini sangat berbeda dengan mesin pencari Google yang dapat mengakses 5.1 milyar pencarian dalam waktu sehari.

Setelah berselancar cukup lama di mesin pencarian DuckDuckGo dan atas beberapa pertimbangan ternyata mesin pencarian Google masih tetap yang terbaik dan lebih oke punya dibandingkan dengan DuckDuckGo.Masalah privasi yang dikhawatirkan Warga Amerika akibat terbongkarnya skandal PRISM di Amerika Serikat. Bagi saya yang tidak punya kepentingan apa-apa dengan Amerika Serikat. Terbongkarnya skandal PRISM ini tetap tidak berpengaruh sama sekali apalagi Google sudah berbaik hati terhadap saya yang telah memberi ruang untuk beraktifitas di blog gratisan milik Google.

Ternyata ada keuntungan dibalik iseng-iseng membaca berita di media online tentang terbongkarnya skandal PRISM, keuntungan itu akhirnya membuat saya jadi tahu bahwa ternyata Agus Sutondo dan Jokowi bisa ada di DuckDuckGo  melalui informasi yang ada di mesin pencari DuckDuckGo dengan berita, Agus Sutondo Diterima Jokowi di Rumah Dinasnya dan Agus Sutondo Peduli Preman pulogadung.

Berita Lainnya :
* Jokowi dan Luthfi Hasan Isaaq Popular di Dunia Maya
* Kloningan Jokowi Bikin Ngakak dan Sakit Perut
* Caleg Sukmajaya Kota Depok Pilihan Google
* Agus Sutondo Peduli Preman Pulogadung
* Siapakah Blog Tertinggi di Kota Depok