Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Fenomena Mobil Goyang di Taman Pustun

Kata pustun-pustun yang lagi ngetrend belakangan ini dan selalu menjadi perbincangan hangat masyarakat dunia maya maupun dunia nyata, lihat saja kata pustun-pustun ini selalu tampil dalam bentuk update status, artikel maupun sekedar komentar di facebook, twitter dan media online lainnya. Begitu juga di dunia nyata, kata pustun-pustun ini selalu menjadi perbincangan hangat di kedai kopi, restaurant, acara arisan dan obrolan pada waktu senggang diperkantoran. Dalam setiap obrolan itu kalau sudah berhubungan dengan segala macam urusan esek-esek selalu di umpamakan seperti pustun-pustun.

Terungkapnya kata pustun-pustun ini berawal dari rekaman percakapan antara mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Isaaq dengan sohib kentalnya Ahmad Fathanah yang sudah jadi pesakitan oleh KPK, Dalam rekaman percakapan yang sudah disadap oleh KPK itu, ternyata ada kata sandi yang dibicarakan oleh Luthfi dan Fathanah ? Kata sandi itu adalah pustun-pustun dan jawa syarkiyah, Namun diantara dua kata sandi itu, kata sandi pustun-pustun ternyata lebih popular dibandingkan dengan kata sandi jawa syarkiyah, apalagi kata pustun itu mengandung arti sebagai sosok perempuan bahenol, harap maklum kalau sudah bicara tentang bahenol, so pasti akan banyak yang suka terutama disukai oleh para penggosip ria.

Akibat kata pustun itu berhubungan dengan sosok perempuan bahenol maka banyak plesetan kata yang beredar didunia maya maupun dunia nyata, ada yang bilang pustun itu singkatan dari Perempuan Untuk Selingkuh Tidak Untuk Nikah, ada juga yang bilang kalau pustun itu berasal dari bahasa inggris, Push artinya tekan sedangkan Tune artinya suara, Dan itu berarti sesuatu yang ditekan akan menimbulkan suara.

Dua arti kata plesetan pustun itu ternyata berdampak negatif terhadap keberadaan taman wisata, terutama taman wisata yang berhubungan dengan tempat yang asyik untuk bermesraan ? Misalkan keberadaan taman wisata ancol yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Jakarta maupun luar daerah. Apalagi taman wisata ancol ini memang sangat unik dan menarik, Disamping banyak tempat bermain untuk keluarga beserta anak-anaknya, Disana juga ada tempat yang asyik untuk bermesraan dipinggir pantai maupun didalam mobil yang parkir di sepanjang pantai Ancol.

Mengapa kata pustun ini berkonotasi negatif terhadap taman wisata ancol ? Lihat saja keberadaan mobil-mobil yang parkir disepanjang pantai ancol, terutama mobil-mobil yang diparkir pada tempat yang sunyi jauh dari keramaian. Bila dilihat sepintas sepertinya mobil yang diparkir itu terlihat biasa-biasa saja, tetapi bila diperhatikan secara lebih jelas ternyata mobil-mobil yang diparkir ditempat sunyi itu terlihat mobilnya sedang bergoyang, hingga sering ada sebutan kata, ada mobil goyang di pantai ancol.

Fenomena mobil goyang itu bukan sembarang mobil, karena didalam mobil itu ada sepasang manusia yang sedang asyik bercumbu ria. Sepasang manusia yang sedang bercumbu ria itu adalah pasangan selingkuh yang sedang asyik menikmati kemesraan didalam mobil tanpa khawatir dilihat oleh pengunjung pantai, karena disamping terpisah dari mobil-mobil yang lain, mobil goyang ini juga tertutup oleh keberadaan kaca film hitam yang tidak bisa dilihat sepintas oleh orang dari luar mobil.

Siapakah sepasang manusia yang sedang asyik bermesraan didalam mobil goyang itu ? Sepasang manusia itu adalah pasangan yang sedang asyik berselingkuh ria, terutama pasangan selingkuh yang berasal dari pekerja kantor pemerintah maupun kantor swasta di jakarta.

Mengapa pasangan selingkuh dari kalangan perkantoran itu tidak menyewa kamar hotel saja, toh lebih nyaman didalam kamar dengan kasur empuknya dibanding bermesraan didalam mobil ? Selidik punya selidik, ternyata faktor keamanan menjadi prioritas utama bagi pasangan selingkuh itu. berselingkuh ria dikamar hotel ternyata mengundang resiko yang sangat besar, Resiko ketahuan dengan teman sejawat atau resiko terkena razia yang dilakukan oleh satpol PP, begitu juga dengan rasa malu bila terlihat masuk ke hotel, malu dianggap sebagai pasangan yang tidak lazim masuk ke hotel pada jam sibuk kantor. Karena itu pilihan paling aman dan murah meriah bagi pasangan selingkuh ini, adalah pantai ancol yang lokasinya tidak begitu jauh dari aktifitas mereka sebagai pekerja kantor di Jakarta.

Pasangan selingkuh dipantai ancol sepertinya sangat tepat mengandung kata pustun yakni, Perempuan Untuk Selingkuh Tidak Untuk Nikah, ditambah dengan istilah pustun dalam bahasa inggris yang artinya, ditekan dapat menimbulkan suara, kondisi ini sesuai dengan keberadaan mobil goyang yang didalamnya ada pasangan selingkuh yang sedang asyik menekan lalu menimbulkan suara, karena menekan itulah maka mobilnya pun ikut bergoyang.

Karena kata pustun ini lagi ngetren maka keberadaan taman wisata ancol juga ikut terimbas negatifnya terutama keberadaan mobil goyangnya, sehingga bagi masyarakat yang gemar bergosip ria, mereka sering memplesetkan Taman Wisata Pantai Ancol sebagai Taman Pustun-Pustun yang ada mobil goyangnya.

Berita lainnya :