Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Darin Mumtazah Ada di DuckDuckGo Amerika Serikat

Bagi masyarakat Indonesia yang sering berselancar di dunia maya tentunya nama besar Google sudah tidak bisa diragukan lagi terutama kemampuannya dalam hal melacak beragam informasi melalui mesin pencari google, bayangkan Google mampu mengakses 5.1 milyar pencarian dalam waktu sehari, bandingkan dengan pendatang baru mesin pencari DuckDuckGo yang membutuhkan 1.445 hari untuk mendapatkan akses satu juta pencarian

Mesin Pencari DuckDuckGo memang tergolong sebagai mesin pencari pendatang baru sehingga belum begitu dikenal oleh pengguna internet di Indonesia yang memang lebih mengenal mesin pencari Google, Yahoo dan Bing. Cara kerja semua mesin pencari ini yakni merekam data pencarian penggunanya, sehingga memudahkan bagi pengguna internet di Indonesia untuk mencari informasi melalu mesin pencari itu.

Walaupun DuckDuckGo sebagai pendatang baru namun ada berita yang sangat mengejutkan, hal ini terkait dengan terbongkarnya skandal PRISM atau Program Penyadapan Intelijen Amerika terhadap komunikasi warga Amerika Serikat. Skandal PRISM terbongkar setelah mantan analis CIS Edward Snowden membocorkan program penyadapan email, panggilan telpon dan komunikasi warga.

Terungkapnya skandal PRISM ini berawal ketika sejumlah perusahaan besar diantaranya Google, Facebook, Apple dan Yahoo menyerahkan data pengguna mereka atas permintaan badan keamanan Amerika (NSA), Permintaan ini dimaksud sebagai bentuk keterbukaan perusahaan besar tersebut kepada Pemerintah Amerika Serikat.

Dampak dari terbongkarnya skandal PRISM ini ternyata sungguh luar biasa, sebab hal ini berkaitan dengan privasi seseorang karena tidak ada seorang pun yang mau data-data pribadinya dilacak sehingga membuat warga Amerika Serikat beralih pada pilihan ke hal yang memiliki privasi itu. Dampak skandal ini akhirnya membawa berkah bagi mesin pencari DuckDuckGo. Malah seakan meledek layanan privasi Google, DuckDuckGo menampilkan iklan berbunyi, Google melacak Anda, sedangkan kami tidak. Sumbernya bisa dilihat disini :  Jokowi Ada di DuckDuckGo

Penasaran dengan keberadaan mesin pencari DuckDuckGo dan sekalian ingin mengetahui seperti apa sih model mesin pencarian ala DuckDuckGo, apakah sama persis dengan mesin pencari Google yang selama ini selalu menjadi teman setia kita ketika sedang berselancar di dunia maya untuk mencari beraneka ragam informasi.

Setelah ditemukan situs webnya, maka iseng-iseng saya menulis dengan kata kunci Darin Mumtazah, mengapa harus dengan kata kunci Darin Mumtazah. Ya namanya juga iseng-iseng, siapa tahu keberadaan Darin Mumtazah bisa terlacak apalagi Darin Mumtazah memang lagi jadi buronan dan dapat status cekal oleh KPK karena sudah tiga kali berturut-turut tidak mau memenuhi panggilan KPK terkait statusnya sebagai saksi dalam kasus pencucian uang terhadap tersangka mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Isaaq.

Setelah mengetik kata kunci Darin Mumtazah di mesin pencarian DuckDuckGo ternyata yang tampil didinding DuckDuckGo tidak selengkap di mesin pencarian Google. Didinding DuckDuckGo hanya ada beberapa informasi tentang Darin Mumtazah, hal ini sangat jauh berbeda dengan mesin pencarian Google yang bisa menampilkan ribuan informasi tentang Darin Mumtazah, Maksud hati ingin melacak Darin Mumtazah di DuckDuckGo tapi apa daya ternyata Darin Mumtazah memang belum bisa diketahui keberadaannya.

Apakah tidak ditemukannya Darin Mumtazah di DuckDuckGo karena faktor kebijakan privasi, mengingat DuckDuckGo ini memang lagi ngetren banget karena kebijakan privasinya itu. Namun setelah berselancar cukup lama di mesin pencarian DuckDuckGo dan atas beberapa pertimbangan ternyata mesin pencarian Google masih tetap yang terbaik dan lebih oke punya dibandingkan dengan DuckDuckGo.

Masalah privasi yang dikhawatirkan Warga Amerika akibat terbongkarnya skandal PRISM di Amerika Serikat. Bagi saya yang tidak punya kepentingan apa-apa dengan Amerika Serikat. Terbongkarnya skandal PRISM ini tetap tidak berpengaruh sama sekali apalagi Google sudah berbaik hati terhadap saya yang telah memberi ruang untuk beraktifitas di blog gratisan milik Google.

Berita Lainnya :