Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Cinta Kerja dan Harmoni Dapat Membesarkan Alat Vital

Seperti biasa setiap habis sholat isya saya selalu bertandang kedinding sohibku dikompasiana yakni Gatot Swandito, sama seperti gatot yang juga selalu bertandang kedinding kompasianaku. Hal ini selalu kami lakukan dalam rangka silaturahmi antar sesama kompasianer, terutama dalam rangka mencari informasi-informasi yang lagi aktual.

Kenapa harus bertandang kedinding kompasianer, hal ini mengingat begitu banyaknya tulisan yang hadir setiap menit di kompasiana sehingga berpengaruh terhadap lamanya tampil sebuah tulisan dikompasiana, apalagi bagi tulisan yang tidak masuk HL dan Ter-Ter, Nah tulisan yang tidak masuk terkategori HL dan Ter-Ter sudah tentu akan hilang karena terdesak oleh ribuan tulisan yang masuk di Kompasiana.

Bukan hanya silahturahmi bertandang kedinding kompasiana gatot swandito, silaturahmi juga dilakukan pada kompasianer yang lain terutama kompasianer yang selalu membuat tulisan-tulisan berbau aktual. Saling silaturahmi ini ternyata sangat mengasyikan dan bisa jadi modal inspirasi untuk membuat sebuah tulisan, misalkan ketika saya membuat tulisan dengan judul Praktek Palsu Membesarkan Alat Vital dan dikomentari oleh sohibku Gatot Swandito, tiba-tiba Gatot juga membuat sebuah tulisan yang berbau alat vital dengan judul : Klinik Pembesar Mr.P.

Antara Praktek Palsu Membesarkan Alat Vital dengan Klinik Pembesar Mr.P memang isinya sangat berbeda namun makna yang terkandung hampir sama yakni sama-sama berurusan tentang problematika masalah alat vital, itulah gunanya kita saling bersilaturahmi didunia Kompasiana.

Tulisan Gatot Swandito ini bercerita tentang problematika rumahtangga yang sedang dihadapi oleh Pakde Kartono, entah kenapa Pakde Kartono hanya curhat masalah yang sangat rahasia itu pada Gatot padahal sohib Pakde Kartono begitu banyak di kompasiana termasuk juga dengan diriku. Apakah Gatot lebih dipercaya oleh Pakde Kartono dibanding kompasianer yang lain atau antara Gatot dan Pakde Kartono memang sebelas dua belas alias sama-sama mempunyai problematika yang sama.

Dalam curhatnya Pakde Kartono bercerita tentang begitu hebatnya dia bertengkar dengan mantan pacarnya itu, mungkin karena pusing tujuh keliling dan supaya tidak terjadi pertengkaran yang lebih hebat, Pakde Kartono akhirnya pergi meninggalkan rumah untuk menenangkan diri. Dalam perjalanannya diantara keramaian lalu lintas, tiba-tiba Pakde Kartono melihat sebuah spanduk berukuran besar yang dipasang didepan sebuah rumah bercat putih, pada spanduk itu tertulis TARGET TIGA BESAR dan pada bagian bawah spanduk itu tertulis Cinta, Kerja dan Harmoni.

Mungkin karena Pakde Kartono lagi pusing tujuh keliling akibat habis bertengkar hebat dengan mantan pacarnya itu, tanpa berpikir panjang Pakde Kartono langsung masuk kedalam rumah yang didepannya terpasang spanduk itu, dalam hati Pakde Kartono berkata, jangan-jangan ini Klinik yang dimaksud oleh Agus Sutondo yakni terkait dengan klinik membesarkan alat vital dan klinik ini pasti bisa membesarkan alat vitalku sampai tiga kali lebih besar, ah mudah-mudahan klinik ini mampu menyempurnakan cinta, menambah semangat kerja dan bisa mengharmoniskan hubunganku dengan mantan pacarku, gumam Pakde Kartono, Apalagi dalam spanduk itu Pakde melihat ada seorang laki-laki yang sedang mengacungkan tangannya yang mengepal, Pakde Kartono langsung berpikir bahwa laki-laki didalam spanduk itu adalah orang yang bekerja sebagai pembesar alat vital.

Tanpa banyak pertimbangan lagi, akhirnya Pakde pun masuk. Di dalam rumah Pakde diterima dengan sopan oleh lelaki berjas putih. Ini pasti tenaga medis di klinik ini, pikir Pakde yakin. Apa masih buka ?

Ooh masih, Partai kami adalah partai terbuka. Siapa saja boleh bergabung dengan partai kami,” jawab lelaki berjas putih itu.

Apa benar di sini tempat yang tepat untuk membesarkan tiga kali lipat, kata Pakde dengan penuh sopan santun ? harap maklum Pakde Kartono memang terkenal dengan sopan santunnya.

Benar sekali Akhi, kami menargetkan tiga besar, Karenanya kami harus kerja keras, tentu saja dengan Cinta, Kerja dan Harmoni.

Itu pasti, jawab Pakde Kartono, karena tanpa Cinta, Kerja dan Harmoni tentu apa yang akan kita lakukan menjadi sia-sia, Dalam hati, Pakde sudah membayangkan ia akan segera mendapatkan yang diharapkannya yakni membesarkan alat vital miliknya.
Syukron kalau Akhi mengerti, kata lelaki berjas putih.

Lalu bagaimana caranya supaya bisa membesar tiga kali lipat itu ??? tanya Pakde penasaran. 


Mudah sekali., Kalau ada yang mencoblos sebanyak 10 juta, pastilah target bisa tercapai, cuma itu cara dan syaratnya.

Apaaa ??? Pakde terkejut, Kejengkelannya memuncak !!! Bagaimana saya yang seusia ini bisa mencoblos mantan pacar saya sebanyak 10 juta kali, yang benar aja dong jawab Pakde dengan sewot.

He he he, Pakde Kartono lupa bahwa Cinta, Kerja dan Harmoni adalah taqline barunya PKS menggantikan taqline lamanya Bersih dan Peduli, Perubahan taqline ini akibat hantaman gelombang tsunami yang menghantam PKS karena mantan Presidennya Luthfi Hasan Isaaq diduga terlibat dalam kasus suap impor renyah daging berjanggut dan kasus pencucian uang


Uniknya dalam kasus yang membelit mantan presiden PKS itu justru banyak dilingkari oleh wanita-wanita cantik, apalagi dalam lingkaran wanita-wanita cantik itu ada istilah kata sandi Pustun-Pustun dan Jawa Syarkiyah, Sehingga melalui kata sandi ini sepertinya sangat tepat sekali dengan taqline barunya PKS yakni Cinta, Kerja dan Harmoni yang artinya suka bermain Cinta pada jam Kerja di kawasan Harmoni, Wah mesum banget nih taqlinenya, semesum wajah mantan presiden partainya, Harap maklum Harmoni adalah salah satu kawasan di Jakarta yang tidak jauh dari tempat esek-esek he he he

Itulah curhatan Pakde Kartono pada Gatot Swandito, cuma sayangnya akibat ulah Gatot Swandito ini, Gatot sudah tidak bisa dipercaya lagi karena sudah membongkar curhatan Pakde Kartono pada teman-teman di kompasiana, tapi Gatot juga tentunya tidak bisa disalahkan, mungkin niatnya baik, ia ingin agar teman-teman kompasiana dapat juga membantu problematika yang sedang dihadapi oleh Pakde Kartono supaya Gatot juga bisa mengikuti jejak Pakde Kartono bilamana dikemudian hari ada sobat Kompasianer yang benar-benar tahu cara mengatasi problematika yang sedang dihadapi oleh Pakde Kartono

Berita Lainnya :
Suswono Akhirnya Bebas Dari Hukuman
Transaksi Pustun-Pustun Ahmad Fathanah
* PKS Buka Stand Jamu Pustun-Pustun di PRJ
Cara Membesarkan Alat Vital Murah dan Aman
Paman Gembul dan Paman Kikuk di Kompasiana
Bermain Cinta Pada Jam Kerja di Kawasan Harmoni
Markas Besar Pustun-Pustun Ada di Jalan TB Simatupang
Akun Darin Mumtazah di Google Plus Ternyata Pustun Syarkiya