Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Anis Matta Kecipratan 1.9 Milyar Dari Ahmad Fathanah

Calon tersangka baru dari lingkaran saksi kasus suap impor daging di Kementerian Pertanian kini mulai terbuka lebar. Dalam pusaran hitam daging berjanggut ini sepertinya tidak akan berhenti pada penetapan lima orang tersangka sebelumnya, namun sepertinya kasus suap ini akan terus menggelinding semakin lama semakin membesar tak terkendali bagaikan bola salju.

Dalam kasus suap itu sebanyak lima orang telah dijadikan tersangka oleh KPK yakni mantan Presiden PKS LUthfi Hasan Isaaq dan sohib kentalnya Ahmad Fathanah serta tiga Direksi dari PT Indoguna Utama. Dalam pengembangan kasus selanjutnya ternyata KPK telah menetapkan tambahan pasal baru pada Luthfi Hasan Isaaq dan Ahmad Fathanah dengan dijerat pasal pencucian uang.

Dalam rangka memperdalam proses penyidikan kasus suap itu, beberapa orang juga telah dipanggil oleh KPK untuk dimintai keterangan sebagai saksi bahkan diantara saksi itu ada beberapa petinggi PKS yang masuk dalam daftar lingkaran saksi. Para elit PKS diperiksa sebagai saksi karena diduga mengetahui banyak tentang permainan kotor impor renyah daging berjanggut di Kementerian Pertanian termasuk permainan kotor di lahan basah lainnya.

Fakta keterlibatan elit PKS itu tidak terbantahkan lagi ketika jaksa penuntut umum dari KPK menyebut Sekjen PKS Anis Matta yang kini menjadi Presiden PKS telah mendapat jatah preman sebanyak 1.9 Milyar dari Ahmad Fathanah tersangka penerima suap impor daging di kementerian Pertanian.

Jaksa penuntut umum juga mengatakan bahwa uang 1.9 milyar itu diberikan oleh Ahmad Fathanah berdasarkan perintah mantan presiden PKS Luthfi Hasan Isaaq terkait dengan pengadaan dan distribusi bibit kopi ke sejumlah propinsi di Indonesia, hal ini disampaikan oleh jaksa penuntut umum dalam amar dakwaan terhadap Luthfi Hasan Isaaq yang dibacakan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta pada senin, 24/06/2013.

Tabir gelap yang selama ini hitam dan selalu menjadi pertanyaan mengapa Luthfi Hasan Isaaq dan Ahmad Fathanah dijerat pasal pencucian uang, kini tabir gelap itu makin menampakan cahaya terang bahwa penetapan Luthfi dan Fathanah dalam pasal pencucian uang ternyata bukan hanya dalam hal kasus suap impor daging saja, tetapi kasus suap itu sebagai pintu masuk terhadap permainan kotor lainnya, Sehingga wajar saja jika akhirnya KPK banyak menyita harta benda milik Luthfi dan Fathanah yang diduga bagian dari alirana dana haram pencucian uang.

Dalam permainan kotor itu peran Ahmad Fathanah memang sangat besar, posisinya sebagai sahabat mantan presiden PKS Luthfi Hasan Isaaq menjadikan Ahmad Fathanah begitu dekat dengan lingkaran elit PKS, hal ini terlihat juga ketika KPK menemukan sertifikat milik presiden PKS Anis Matta yang terselip didalam tas milik Ahmad Fathanah yang disita oleh KPK, termasuk juga hubungan Ahmad Fathanah dengan Jazuli Juwaini calon Gubernur Banten yang diusung oleh PKS, Jazuli Juwaini diperiksa KPK terkait dengan transaksi pembelian mobil mewah dengan Ahmad Fathanah.

Begitu juga hubungan Ahmad Fathanah dengan Ridwan Hakim anak Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin, Hubungan ini terungkap melalui bukti rekaman yang dibuka oleh penyidik KPK, ketika KPK memeriksa Hilmi Aminuddin sebagai saksi untuk tersangka Luthfi Hasan Isaaq mantan presiden PKS. Saat pemeriksaan sebagai saksi, Penyidik KPK membuka rekaman percakapan dua orang itu di depan Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin.

Rekaman itu berisi pembicaraan antara Ahmad Fathanah dengan seseorang. Dalam rekaman antara Fathanah dan orang yang diduga Ridwan itu, berbicara dengan beberapa sandi. Misalnya saja ada kata Engkong yang diduga merujuk pada Hilmi. Nah, orang yang diduga Ridwan itu menanyakan perihal angka 17 Milyar untuk Engkong, apakah sudah dikirimkan atau tidak ? Bila fakta rekaman ini benar adanya maka bukan hanya Anis Matta saja yang diduga menerima jatah preman sebanyak 1.9 Milyar, Hilmi Aminuddin juga diduga menerima jatah preman sebanyak 17 Milyar.

Bola salju dalam kasus suap dan pencucian uang sepertinya akan terus menggelinding dan membesar serta tidak akan berhenti pada penetapan lima orang tersangka. Bila melihat jalannya persidangan dalam kasus suap impor daging yang selalu memunculkan kejutan-kejutan baru. Maka patut diduga dari kejutan-kejutan baru itu bakalan ada calon tersangka baru yang berasal dari lingkaran saksi.

Berita Lainnya :