Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Akun Darin Mumtazah di Google Plus Ternyata Pustun Sarkiya

Kata sandi pustun-pustun dan jawa syarkiyah kini lambat laun semakin terungkap, setelah selama ini jadi perbincangan hangat, baik di media massa maupun di warung-warung kopi, bahkan kata pustun-pustun dan jawa syarkiyah sering juga jadi bahan candaan para ibu-ibu yang sedang ngerumpi dimana saja berada.

Munculnya kata sandi pustun-pustun dan jawa syarkiyah ini berawal dari percakapan antara mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Isaaq dan Ahmad Fathanah dalam lanjutan persidangan kasus suap impor renyah daging berjanggut. Dalam sidang tersebut terungkap, Luthfi Hasan Ishaaq dan Ahmad Fathanah pernah membicarakan tentang perempuan “bahenol” dengan bahasa Arab. Tim jaksa penuntut umum dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sempat memutar rekaman percakapan antara dua sahabat itu, dari hasil penyadapan yang dilakukan pada 9 Januari 2013.

Assalamu Alaikum. Istri-istri antum (Luthfi) sudah menunggu semua,” ucap Fathanah dalam rekaman tersebut sambil tertawa. Luthfi kemudian membalas ucapan Fathanah. Yang mana saja ? timpal Luthfi. Ada semuanya. yang pustun-pustun atau Jawa Syarkiyah, kata Fathanah. Luthfi pun menjawab. “pustun,” keduanya pun sama-sama tertawa.

Simpang siur arti dari kata sandi pustun dan jawa syarkiyah memang masih jadi bahan perdebatan yang menarik bahkan ahli kata sandi dari kompasiana yakni Pakde Kartono pernah mengatakan bahwa Pustun itu singkatan dari Perempuan Untuk selengkuh Tidak Untuk Nikah, Namun ada juga yang mengatakan bahwa Pustun itu berasal dari Bahasa Inggris ? push artinya tekan sedangkan tune artinya suara jadi pustun itu artinya suatu benda yang kalau ditekan bisa mengeluarkan suara.

Kini simpang siur arti kata sandi pustun-pustun itu mulai terungkap setelah Pakde Kartono membentuk tim investigasi pencarian pustun-pustun (tipus), Tim ini berjumlah tujuh personil dibawah koordinator langsung Pakde Kartono dengan anggota sebagai berikut : gatot, agus, ninoy, andreas, sutomo dan galaxy. Tim ini diberi nama Tim Tipus7 atau Tipus Seven dan tim ini murni dibiayai oleh dana infaq dari masing–masing personil Tim Tipus Seven, sehingga diharapkan dari dana infaq ini, Tim Tipus Seven benar-benar bekerja secara profesional tanpa adanya kepentingan pihak lain. 

Setelah Tim Tipus Seven terbentuk maka mulailah mereka bekerja layaknya agen-agen mossad yang sedang beraksi dalam cerita film laga, beberapa anggota tim ada yang dikirim ke Pakistan, Afganistan, Iran, Turki, Malang, Condet dan Jatinegara (Jakarta Timur). 

Alhasil dari kerja keras Tim Tipus Seven, akhirnya ditemukan juga arti sesungguhnya dari kata sandi pustun-pustun dan jawa syarkiyah, hasil sementara pelacakan Tim Tipus Seven bisa dilihat langsung pada sumbernya dibawah ini : Hasil Pelacakan Tim Tipus Seven

Setelah melihat di pelacakan, benarkah akun di google plus itu milik Darin Mumtazah atau ada pihak lain yang memang sengaja membuat akun itu untuk mengecohkan publik atau mungkin saja akun itu dibuat agar publik mengetahui bahwa istilah pustun-pustun dan jawa sarkiyah tidak berkonotasi negatif. Kondisi ini sama persis ketika Maharani dan Ahmad Fathanah yang ditangkap oleh KPK ketika sedang berduaan di kamar hotel, Tetapi dalam konferensi pers, Maharani justru menyangkal bahwa mereka ditangkap bukan dikamar hotel tetapi di kafe hotel, bantahan Maharani akhirnya terjawab ketika sidang perdana kasus suap ini digelar, ternyata Maharani dan Ahmad Fathanah justru tertangkap tangan oleh KPK ketika sedang berduaan di kamar hotel.

Hasil pelacakan Tim Tipus Seven memang belum maksimal karena beberapa anggota Tim Tipus Seven masih belum pada pulang dari tempat tugasnya masing-masing, karena sebagian anggota Tim Tipus Seven sampai hari ini masih melacak dimana sebenarnya Darin Mumtazah berada.

Kini publik tanah air memang sedang menunggu, kira-kira kejutan apalagi yang akan muncul, mengingat sebentar lagi akan segera digelar persidangan kasus suap dan kasus pencucian uang yang akan menghadirkan terdakwa mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Isaaq dan Ahmad Fathanah di pengadilan tindak pidana korupsi (tipikor) di Jakarta, kedua terdakwa ini diduga sebagai aktor utama dibalik terungkapnya pusaran hitam daging berjanggut di Kementerian Pertanian. Sehingga melalui persidangan ini akan semakin terungkap dengan jelas, apa itu yang dimaksud dengan pustun-pustun dan jawa syarkiyah, apalagi bila nanti Darin Mumtazah berhasil ditemukan dan bersaksi di persidangan, tentunya sidang ini akan semakin tambah ramai dan menarik untuk di ikuti.

Berita Lainnya :
* Lima Dokumen Rahasia Keterlibatan CIA Terhadap PKS
* Bermain Cinta Pada Jam Kerja di Kawasan Harmoni
* Kode Rahasia Sosok Bunda dan Luthfi Hasan Isaaq
* Terungkap Semboyan Isardas Luthfi Hasan Isaaq
* Asmara Luthfi dan Rani di Bulakan Sapi Lanang
* Luthfi dan Rani Satu RT Tapi Tak Pernah Lapor
* PKS Buka Stand Jamu Pustun-Pustun di PRJ
* Darin Mumtazah Hamil Dalam Kesendirian
* Mantan Presiden PKS Akhirnya Bernyanyi