Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Akal Bulus PKS Menolak Kenaikan BBM

Saat ini harga daging sapi tetap tidak beranjak di kisaran harga 90 ribuan rupiah perkilogram, mahalnya harga daging sapi ini memang tak lepas dari dampak permainan kotor impor renyah daging berjanggut di Kementerian Pertanian, Akibat permainan kotor ini, 5 orang telah ditetapkan sebagai tersangka Oleh KPK, yakni mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Isaaq, Ahmad Fathanah dan tiga Direksi dari PT Indoguna Utama. Dua diantara lima tersangka itu bahkan mendapat tambahan bonus dengan dijerat pasal pencucian uang, yaitu Luthfi Hasan Isaaq dan Ahmad Fathanah.

Berdasarkan keterangan dari beberapa saksi dan bukti rekaman yang diputar oleh KPK pada persidangan perdana kasus suap ini, Tidak menutup kemungkinan masih ada beberapa tersangka baru yang akan ditetapkan oleh KPK, Melalui keterangan saksi dan bukti rekaman, terindikasi banyak pihak yang bermain dalam pusaran hitam daging berjanggut ini, karena permainan kotor ini memang luar biasa, misalkan bagaimana mereka berusaha mendapatkan fee sebesar 5.000 rupiah perkilogram dari jatah 8.000 Kg kuota impor yang akan diperolehnya kelak, itupun yang ketahuan apalagi yang tidak ketahuan tentu nilainya lebih besar lagi, jadi melihat fakta ini wajar saja bila masyarakat yang jadi korban dan dirugikan dari permainan kotor ini, Hingga berimbas terhadap naiknya harga daging dipasaran.

Lalu apa yang dilakukan oleh PKS sebagai pihak yang bertanggungjawab terkait kader mereka yang duduk sebagai menteri pertanian, sepertinya tidak ada upaya sedikitpun yang dilakukan oleh mereka, apalagi berusaha mencegah agar harga daging tidak semakin naik dan memberatkan masyarakat luas, padahal menteri pertanian berangkat dari kader PKS, Menteri bodoh seperti ini kok malah dipertahankan, ironisnya Menteri yang membuat masalah ini justru dijadikan calon legislatif DPR di daerah pemilihan Jawa Tengah.

Alih-alih ingin menurunkan harga daging sapi, Petinggi dan kader PKS malah sibuk membela membabi buta bahwa kasus suap ini adalah rekayasa zionis dan tuduhan adanya konspirasi yang ingin menjatuhkan PKS, walaupun sampai hari ini semua tuduhan itu tak terbukti sama sekali. Ironisnya seakan ingin membela rakyat kecil, bukannya berusaha bagaimana agar harga daging bisa turun, PKS malah mempertontonkan politisasi murahan dengan mengkampanyekan menolak kenaikan harga BBM.

Politisasi murahan ini sungguh luar biasa, semua kader PKS di daerah-daerah sepertinya diwajibkan memasang spanduk menolak kenaikan harga BBM, melihat isi spanduk yang seragam, politisasi ini memang sengaja di ciptakan sedemikian rupa, seperti biasa, politisasi ini mudah sekali terbaca terutama dalam rangka mencari simpatik publik yang memang sudah rontok terhadap PKS, akibat skandal suap kasus daging impor dan keberadaan wanita-wanita cantik yang menerima aliran dana pencucian uang dibalik pusaran hitam kasus daging berjanggut itu.

Kampanye menolak kenaikan BBM ini memang terlihat sangat lucu, sebagai Partai yang tergabung dalam koalisi pemerintahan SBY, langkah PKS ini terkesan berada didua kaki, disatu sisi tetap ingin bergabung dengan koalisi karena ada kenikmatan disana, namun disisi yang lain langkah PKS ini seakan menusuk dari belakang, bahasa kasarnya munafik dan tidak mempunyai etika politik yang baik.

Bagaimana tidak disebut munafik, kalau mau jadi oposisi harus tegas dong, jangan mencle-mencle. Tidak tegasnya sikap PKS ini diduga karena masih ada kenikmatan yang ingin dicapainya, apalagi sempat ada dugaan bahwa ketiga kementerian yang dipimpin oleh Kader PKS yakni Kementerian Pertanian, Kemenkominfo dan Kementerian Sosial ditargetkan bisa mencari dana haram sebesar 2 Triliun untuk persiapan kampanye Pemilu 2014, untungnya niat kotor ini sudah terbongkar melalui pengakuan Yudi Setiawan tersangka kasus pembobolan Bank Jabar Banten.

Tersangka pembobol Bank Jabar Banten Yudi Setiawan mengaku menyerahkan uang miliaran rupiah kepada petinggi Partai Keadilan Sejahtera lewat Ahmad Fathanah. Mereka mengatakan Yudi mengejar target dana partai triliunan rupiah untuk kampanye Pemilu 2014. Kami menargetkan bisa menghimpun Rp 2 triliun," ujar Yudi kepada Tempo pada Jumat pekan lalu, menirukan pernyataan Luthfi Hasan Ishaaq. Hal itu terungkap dalam laporan utama majalah Tempo edisi pekan ini yang berjudul "Selingkuh Fathanah dan Partai Dakwah". Pernyataan Lutfi itu disampaikan kepada Yudi pada 12 Juli 2012 dalam perjamuan makan siang di kantor Yudi, di Jalan Cipaku I Nomor 14, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Luthfi saat itu masih menjabat Presiden Partai Keadilan Sejahtera. Dia ditemani karibnya, Ahmad Fathanah.

Kasus suap impor renyah daging berjanggut dan target 2 triliun persiapan pemilu 2014, semua itu adalah fakta dibalik kenikmatan yang sudah dan ingin dicapai oleh PKS, Karena itu terlihat sungguh aneh bila PKS tiba-tiba bagaikan pahlawan kesiangan menolak kenaikan harga BBM, Padahal PKS sudah dua periode dalam pemerintahan SBY, dan menjadi "stempel", tapi sekarang ini mencuri momentum dengan cara menolak rencana Pemerintah yang menaikan BBM. Terkesan politisasi murahan PKS ini hanya memikirkan kepentingan politik semata.

Kenaikan BBM dan Kenaikan harga daging sapi sama-sama memberatkan masyarakat, Dan penolakan kenaikan BBM sudah dilakukan oleh partai oposisi seperti PDIP, Partai Hanura, Gerindra, kok tiba-tiba tanpa ada hujan dan angin bak pahlawan kesiangan, PKS menebar pesona melalui spanduk dimana-mana menolak kenaikan harga BBM tetapi disisi yang lain tetap membiarkan kadernya duduk di Kementerian Pertanian yang diduga bermasalah sebagai biang kerok dari kenaikan harga daging sapi.

Partai Oportunis ini memang sedang memperbaiki citra tetapi citra yang ingin dibangun justru mendapat cibiran dari masyarakat luas yang paham terhadap politisasi murahan ala PKS ini, Nampak sekali ada akal bulus disana, Apalagi PKS Menolak Kenaikan Harga BBM namun disisi yang lain tetap mendukung Menteri yang jadi biang kerok Kenaikan Harga Daging Sapi.

Berita Lainnya :
* Akal Bulus PKS Mendukung PDS
* Kerja Politik PKS Membahayakan NKRI
PBB Mengancam PKS, Apakah ini Konspirasi
Ketua Majelis Syuro PKS Calon Tersangka Baru
* Rekaman Penyadapan KPK Menjawab Fitnah PKS
* Akal Bulus Suswono Mempermainkan Kuota Impor
Antara Zionis, Presiden PKS dan Peran Miss Amerika