Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Upeti Kader PKS Untuk Sang Presiden

Begitu romantisnya sosok Luthfi Hasan Isaaq memanggil istri mudanya yang bernama Darin Mumtazah dengan kata panggilan mama, begitu juga sosok Darin Mumtazah yang begitu mesra memanggil Luthfi Hasan Isaaq dengan kata panggilan ayah. Kita tentu bisa membayangkan bagaimana ketika Luthfi Hasan Isaaq datang kerumah istri mudanya ini, tentu Luthfi akan berkata dengan mesra, Mama, ayah kangen dengan mama, Darin sang mama juga pasti akan memanggil, Ayah, mama juga kangen dengan ayah.

Dua kata mama dan ayah ini tentu sangat bertolak belakang dengan kebiasaan rakyat Indonesia, kalau mama selalu berpasangan dengan papa sedangkan ayah berpasangan dengan ibu, lucunya kata-kata mama dan ayah, kok bisa-bisanya menjadi kata panggilan mesra seorang Luthfi Hasan Isaaq pada istri mudanya, padahal biasanya kader-kader PKS selalu memanggil kata mama dan ayah dengan panggilan umi dan abi.

Perubahan kata umi menjadi mama dan abi menjadi ayah, tentu perubahan panggilan ini mengagetkan semua pihak, terutama para kader PKS di akar rumput, Sehingga ada indikasi perubahan ini akan berpengaruh sangat luas terhadap panggilan umi dan abi, diprediksi nantinya ribuan kader PKS akan merubah panggilan umi dan abi menjadi panggilan mama dan ayah.

Mengapa perubahan ini terindikasi akan terjadi, harap maklum para kader PKS selalu mengikuti apa yang dilakukan oleh pemimpinnya, bila pemimpinnya mengatakan tidak, semua serentak dan sepakat mengatakan tidak, begitu juga bila pemimpinnya mengatakan ya, maka semua juga akan mengatakan ya. Sekedar contoh misalkan ketika Anis Matta mengatakan ada Konspirasi dibalik kasus suap impor renyah daging berjanggut, maka tanpa di komando lagi para kader PKS juga mengatakan hal yang sama. Padahal konspirasi yang dituduhkan Anis Matta itu sampai sekarang belum bisa dibuktikan.

Kembali dalam konteks panggilan mesra Luthfi Hasan Isaaq terhadap istri mudanya Darin Mumtazah, Terungkapnya pernikahan siri Luthfi dan Darin berawal dari terbongkarnya kasus suap impor renyah daging berjanggut. Akibat kasus suap ini, dalam rangka pengembangan penyidikan, Tim penyidik KPK telah memanggil Darin Mumtazah untuk dimintai keterangan sebagai saksi untuk tersangka Luthfi Hasan Isaaq. Namun sudah dua kali pemanggilan, Darin Mumtazah tetap tidak memenuhi panggilan KPK.

Mengapa Darin Mumtazah dipanggil KPK, lalu apa hubungannya dengan Luthfi Hasan Isaaq, Apakah ini terkait dengan kata sandi Fustu-Fustun dan Jawa syarkiyah atau ada peristiwa lain yang melatarbelakanginya. Mengapa Darin Mumtazah harus dipanggil oleh KPK, Ada dugaan Darin Mumtazah yang masih berstatus pelajar ini telah menikah siri dengan mantan presiden PKS Luthfi Hasan Isaaq. hal ini dibuktikan dengan seringnya Luthfi Hasan Isaaq menginap di rumah kontrakan Darin Mumtazah, kata-kata panggilan Mama dan Ayah setidaknya bisa membuktikan bahwa mereka sudah seperti layaknya suami istri.

Terungkapnya berita heboh adanya dugaan pernikahan siri antara mantan presiden PKS Luthfi Hasan Isaaq dengan Darin Mumtazah yang masih bersatus pelajar tentunya berita ini membuat publik tercengang antara percaya dan tidak percaya, mengapa orang yang selama ini menjadi panutan tetapi tidak bersikap layaknya seorang panutan, apalagi terungkapnya pernikahan siri ini dibumbui dengan peristiwa hukum yang sedang menimpa Luthfi Hasan Isaaq.

Sehingga akibat contoh perilaku buruk yang dilakukan oleh Luthfi Hasan Isaaq, maka bukan hanya masyarakat dunia nyata yang mencibirnya, masyarakat dunia maya juga banyak yang mencemooh perilaku buruk sang panutan ini, malah banyak beredar ejekan bahwa pernikahan siri ini wujud kesetiaan dari seorang kader PKS pada sang panutannya bahasa kasarnya macam upeti.

Apa itu yang dimaksud dengan upeti, padahal kata upeti ini sering kita lihat selalu ada di buku bacaan wiro sableng karangan bastian tito, atau istilah upeti ini sering dipergunakan pada zaman kerajaan dahulu kala, yang mana arti dari upeti adalah harta yang diberikan pada penguasa wilayah, raja atau orang yang dihormati berdasarkan kedudukannya dan upeti ini biasanya diberikan sebagai tanda ketundukan dan kesetiaan.

Pada zaman modern sekarang ini, kata upeti sangat jarang sekali kita dengar dan kalaupun ada biasanya hanya bersipat seremonial saja. Namun mendadak kata upeti ini begitu popular di dunia maya, hal ini terkait dengan terungkapnya pernikahan siri antara mantan presiden PKS Luthfi Hasan Isaaq dengan wanita baduta (bukan balita dan batita) tetapi wanita dibawah dua puluh tahun. Wanita itu bernama Darin Mumtazah, putri dari kader PKS bernama Ziad Baladzam.

Terus apa hubungannya antara kata upeti dengan pernikahan siri Luthfi Hasan Isaaq dengan Darin Mumtazah. Kata upeti ini muncul dan popular di dunia maya, kata upeti ini adalah bentuk sindiran halus dan diduga sebagai wujud tanda ketundukan dan kesetiaan seorang kader PKS pada sang panutannya yang kebetulan mempunyai jabatan tertinggi sebagai Presiden PKS.

Padahal kalau bicara atas nama cinta, sangat jarang terjadi seorang wanita baduta atau dibawah dua puluh tahun seperti Darin Mumtazah yang cantik jelita mau menikah dengan seorang bandot tua Luthfi Hasan Isaaq yang sudah mempunyai dua orang istri, Patut diduga dibalik pernikahan siri ini tentunya ada udang dibalik batu. Apakah udang itu berupa mahar yang nilainya luar biasa atau udang itu adalah bentuk kesetiaan seorang kader PKS pada sang Presidennya, apalagi ayah Darin Mumtazah adalah seorang kader PKS.

Berita Lainnya :