Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Tiga Kader PKS Tewas di Markas Kopasus

Berita tewasnya tiga kader PKS di markas kopasus sempat mengejutkan banyak orang terutama para kompasianer yang tergabung di media online kompasiana. Kematian tiga kader PKS di markas kopasus ini terungkap melalui berita yang disampaikan oleh kompasianer bernama andreas dengan judul tulisan Uhui Para PKS Lovers di Blokir di Kompasiana, Loh apa hubungannya antara PKS Lovers yang diblokir kompasiana dengan Kematian tiga Kader PKS di Markas Besar Kopasus.

Selidik punya selidik ternyata arti Kopasus ini bukan Kopassus, Komando Pasukan Khusus Tentara Nasional Indonesia yang menjadi kebanggaan rakyat Indonesia, namun Kopasus yang dimaksud disini adalah Kompasiana Pasukan Khusus atau yang lazim disebut sebagai satgas online PKS di Kompasiana, tapi satgas online ini memang sudah mendapat julukan sebagai Kompasiana Pasukan Khusus (Kopasus) yang tugasnya hanya melakukan perbuatan tidak beretika dan bermoral dalam beraktifitas di media online kompasiana yakni dengan melakukan spamming, annoying, bullying, dan flooding. Dan satgas online ini telah menjadikan media online kompasiana sebagai markas besar kopasus atau tempat berkumpulnya Kompasiana Pasukan Khusus Kader PKS.

Meminjam tulisan sahabat kompasiana bung andreas, disebutkan bahwa, ini pelajaran kepada segenap Kader PKS, Lovers PKS, Simpatisan PKS, atau apapun namanya supaya lebih cerdas dalam menulis dan berkomentar. Tak salah kalian membela partai pujaan hati kalian, tetapi jangan jadi penyebar sampah di setiap tulisan yang mengkritisi PKS. Jika ingin partai pujaan hati kalian lebih baik, buatlah tulisan yang lebih baik. Buat argumen yang lebih baik. Sampaikan maksud dan tujuan kalian dengan cara yang lebih baik, sehingga tidak makin terlihat bodohnya kalian.

Beberapa tingkah laku kader PKS penyebar sampah tersebut, selengkapnya bisa dilihat dibawah ini :
1. Kader PKS Sudah Seperti Sampah
2. Kader PKS Seperti Klinik Tong Fang
3. Kader PKS Seperti Murid Eyang Subur
Namun lebih seru dan tegas lagi adalah tulisan sahabat kompasiana yang lain misalkan tulisan bung ninoy yang mengatakan bahwa PKS alias Partai Keadilan Sejahtera kebablasan dalam melakukan penggalangan kaderisasi. PKS dengan caranya sendiri mengidentifikasi dirinya sebagai Islam dan Islam sebagai PKS. Ini sangat disayangkan dan tidak benar. Apakah benar PKS mewakili Islam ? Siapa yang memberikan delegasi dan hak bahwa PKS adalah wakil Islam?

Maka demi menegakkan kebenaran dari tipu muslihat partai politik termasuk PKS yang membawa-bawa persoalan agama ke dalam ranah politik, maka pandangan rakyat dan warga negara harus diluruskan. Para kader PKS yang dengan sangat lantang selalu berteriak di mana-mana tentang dakwah namun dalam prakteknya yang dilakukan oleh PKS niatnya adalah kampanye.

Melalui dakwah PKS menggiring para jamaah pengajian untuk memilih PKS. Padahal kader PKS juga tahu bahwa "innamal akmalubinniyat" bahwa amal tergantung niat. Maka jika niat beribadah dicampuradukkan dengan politik dan kekuasaan, maka jelas niat tersebut bukan niat untuk beribadah melainkan niat untuk memperoleh kekuasaan atas nama kegiatan agama. Rakyat sudah mulai pintar dan mampu membedakan mana niatan tulus beragama dan mana niatan menggapai kekuasaan.

Maka dengan sangat sadar di kompasiana muncul istilah untuk meluruskan perbedaan pandangan politik dan agama dengan munculnya istilah agama PKS. Istilah agama PKS muncul bertebaran di Kompasiana gara-gara PKS selalu mengaitkan PKS dengan Islam. Para kompasianer yang cerdas yang memiliki kesadaran tinggi tentang partai dan agama (Islam) tidak rela Islam selalu dibawa-bawa oleh para kader PKS untuk kampanye dan menganggap PKS identik dengan Islam. Rakyat sejatinya telah memiliki pemahaman yang jernih bahwa partai politik hanyalah alat mencari kekuasaan. Sementara agama Islam adalah alat mencari ridho Allah, dan bukan ridhonya PKS.

Kembali dalam konteks tingkah laku satgas online PKS, diantaranya adalah akun tiga kader PKS yang telah bernasib malang karena tewas untuk selama-lamanya dimarkas kopasus, akibat akun-akun ini dalam aktifitasnya ternyata lebih banyak tidak beretika dan bermoral hingga akhirnya ketiga akun kader PKS tersebut telah dibekukan oleh admin kompasiana dan lebih dari itu sebenarnya banyak sekali akun-akun PKS Lovers yang juga telah dibekukan oleh admin kompasiana 

Berita Lainnya : 
Pelawak Kiwil Jadi Caleg Dari PKS
Caleg PKS Terindikasi Terlibat PKI
Pusat Rehabilitasi Korban Politik Kancil Pilek
Kamar Misterius Ini Membuat Kader PKS Histeris
Kader PKS Menipu Ratusan Warga Sukmajaya Kota Depok