Iklan Layanan Padepokan Tumaritis

Iklan Layanan Padepokan Tumaritis

Terungkap Semboyan Isardas Luthfi Hasan Isaaq

Bagi anda yang sering jalan-jalan ke pusat perbelanjaan pasar baru Jakarta Pusat, pasti kenal dengan yang namanya Isardas, sebuah toko jahit (isardas tailor) yang menawarkan service bagi pembelinya dengan sangat cepat, cara penawarannya pun luar biasa, ketika kita berjalan di trotoar pertokoan pasar baru pasti terdengar suara nyaring dari Isardas Tailor ini, suara nyaring tersebut berbunyi : Isardas, Isardas, pagi pesan, sore kelar, Isardas, Isardas, sore pesan pagi kelar.

Penulis hampir setiap hari mendengar semboyan isardas itu ketika pulang dan pergi sekolah di era tahun 80 an, kebetulan sekolah penulis tidak jauh dari kawasan perbelanjaan pasar baru Jakarta pusat. Kadang kata-kata Isardas ini sering jadi bahan candaan sesama siswa didalam kelas, dengan candaan : Isardas, Isardas, Pagi pesan Sore hilang. Isardas, Isardas, Sore pesan Pagi hilang, bapak dan ibu guru yang mendengar candaan ini terkadang suka tersenyum simpul khas seorang guru 

Terus apa hubungannya semboyan Isardas ini dengan sosok Luthfi Hasan Isaaq sang mantan presiden PKS, ternyata setelah diselidiki, Luthfi Hasan Isaaq juga menggunakan semboyan Isardas ini, terungkapnya semboyan Isardas ini terkait dengan kasus hukum yang sedang menimpa mantan presiden PKS itu, terutama terkait dengan pemanggilan seorang wanita yang masih berstatus sebagai seorang pelajar oleh KPK.

Nama pelajar itu adalah Darin Mumtazah, diduga Darin ini adalah istri siri dari Luthfi Hasan Isaaq. Pemanggilan terhadap Darin Mumtazah oleh KPK diduga terkait dengan aliran dana pencucian uang milik Luthfi Hasan Isaaq. Akibat pemanggilan ini, maka hebohlah publik se-tanah air bahkan dunia, ternyata semakin terungkap dengan jelas bahwa sosok Luthfi Hasan Isaaq ini ternyata punya mainan perempuan, sama seperti sohib kentalnya Ahmad Fathanah yang juga terendus mempunyai daftar 45 wanita yang menerima aliran dana pencucian uang.

Bedanya kalau Darin Mumtazah justru dinikahi secara siri oleh Luthfi Hasan Isaaq sedangkan 45 wanitanya Ahmad Fathanah justru hanya kecipratan duit saja, kecuali satu wanita yang menemaninya di sebuah hotel di Jakarta yang menjadi awal malapetaka kasus suap ini terjadi. Mengapa kasus suap ini begitu heboh, karena dibalik kasus ini ternyata banyak kupu-kupu cantik yang mengitarinya, malah sempat terbongkar diantara kupu-kupu cantik itu dengan istilah kata sandi fustun-fustun dan jawa syarkiyah

Kembali ke masalah Isardas, mengapa semboyan Isardas ini dipergunakan oleh Luthfi Hasan Isaaq, berdasarkan sumber dari berbagai media cetak maupu elektronik, hubungan antara Luthfi Hasan Isaaq dengan Darin Mumtazah bagaikan hubungan suami dan istri, Luthfi selalu memanggil Darin dengan kata-kata mesra Mamah, sedangkan Darin memanggil Luthfi dengan kata-kata Ayah. Pertemuan Luthfi dengan Darin tidak pernah lama, biasanya kalau Luthfi datang sore hari, paginya dia sudah pulang ke istri tuanya, begitu juga sebaliknya kalau Luthfi datang di pagi hari maka sore harinya Luthfi langsung pulang.

Sore ke pagi dan pagi ke sore ini, ternyata hampir sama dengan semboyan Isardas yaitu pagi pesan sore kelar dan sore pesan pagi kelar, sama persis dengan hubungan Luthfi Hasan Isaaq dengan Darin Mumtazah, Sore datang pagi pulang, Pagi datang sore pulang. he he he

Berita Lainnya :
Kata Sandi Cuti Luthfi Hasan Isaaq
Upeti Kader PKS Untuk Sang Presiden
Nyanyian Merdu Rani Untuk Presiden PKS
Darin Mumtazah Hamil Dalam Kesendirian
Heboh Anggota PKS Cari Suami di Facebook
Transaksi Pustun-Pustun Ala Ahmad Fathanah
Heboh Beredarnya Foto-Foto Porno Kasus Sapi
17 Milyar Jatah Preman Ketua Majelis Syuro PKS
Dibalik Kehidupan Pelacur dan Mantan Presiden PKS
Kader PKS Fitnah Seniman Demi Membela Bandot Tua