Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Presiden PKS Mantan Orang Stres

Presiden PKS Luthfi Hasan Isaaq yang saat ini sudah menjadi mantan presiden PKS akibat pengunduran dirinya, terkait kasus suap impor renyah daging berjanggut di Kementerian Pertanian. Kasus suap ini berawal ketika KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap Ahmad Fathanah di hotel Le Meridien ketika sedang berduaan dikamar dengan seorang wanita cantik. Dalam aksi operasi tangan tangan tersebut, KPK berhasil menyita uang senilai 990 juta rupiah di mobil Ahmad Fathanah dan 10 juta rupiah dari wanita cantik teman kencannya. Keberhasilan KPK dalam operasi tangan tangan ini, akhirnya KPK menetapkan empat orang sebagai tersangka yakni, Ahmad Fathanah, Luthfi Hasan Isaaq dan dua direksi dari PT Indoguna Utama.

Saat ini Luthfi Hasan Isaaq memang telah menjadi pesakitan karena telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh KPK. Bukan hanya dijerat sebagai tersangka dalam kasus suap impor renyah daging berjanggut di Kementerian Pertanian, namun dalam proses pengembangan penyidikan yang dilakukan oleh tim penyidik KPK, ternyata mantan presiden PKS itu juga telah dijerat pasal pencucian uang.

Sebagaimana kita ketahui bahwa ketika KPK menetapkan seseorang dengan pasal pencucian uang, maka KPK langsung melakukan pengecekan keberadaan harta benda milik tersangka yang diduga bagian dari proses pencucian uang, misalkan kasus korupsi pengadaan Simulator SIM di Korlantas Polri, dalam hal ini KPK telah menetapkan Joko Susilo sebagai tersangka, dalam pengembangan kasus selanjutnya KPK juga telah menjerat Joko Susilo dengan pasal pencucian uang dan berhasil menyita beberapa harta benda milik Joko Susilo senilai kurang lebih 100 milyar rupiah.

Begitu juga ketika KPK menjerat Ahmad Fathanah orang kepercayaan Luthfi Hasan Isaaq dengan pasal pencucian uang, KPK akhirnya menyita beberapa harta benda milik Ahmad Fathanah, dan sampai saat ini KPK masih terus melakukan pengembangan kasus pencucian uang yang dilakukan oleh Ahmad Fathanah. Berita terakhir yang menghebohkan publik adalah pengakuan artis cantik Ayu Azhari yang telah mengembalikan uang pemberian Ahmad Fathanah senilai 20 juta rupiah dan 1800 US Dollar, Saat ini Ayu Azhari telah dijadikan saksi oleh KPK dalam tersangka Ahmad Fathanah.

Dalam kasus pencucian uang yang dilakukan oleh Luthfi Hasan Isaaq, KPK juga telah melakukan pengembangan penyidikan dengan melakukan inventarisasi harta benda milik Luthfi Hasan Isaaq yang diduga bagian dari proses pencucian uang, Dalam proses pencarian tersebut ternyata ada satu kejadian yang sempat menggelitik rasa ingin tahu banyak pihak terutama terkait dengan keberadaan Safe Deposit Box milik Luthfi Hasan Isaaq di Bank Mandiri.

Kotak Safe Deposit Box atau Kotak Penyimpanan Harta dan Surat-Surat Berharga milik Luthfi Hasan Isaaq, awalnya diduga berisi barang berharga milik mantan presiden PKS itu, namun Saat tim penyidik KPK membuka isi kotak tersebut, ternyata dalam kotak sepatu itu hanya berisi amplop kosong Bank Mandiri, amplop kosong bank HSBC, amplop kosong bertuliskan cek multiguna Bank BNI, serta laporan rekening HSBC atas nama Luthfi Hasan Ishaaq, Kotak Safe Deposit Box milik Luthfi Hasan Isaaq itu tersimpan di Bank Mandiri jalan Gatot Subroto Jakarta.

Menjadi sebuah pertanyaan mengapa seorang Luthfi Hasan Isaaq yang punya segudang jabatan berpengaruh mau menyimpan barang rongsokan itu di Kotak Safe Deposit Box ? Kenapa kalau hanya sekedar kardus sepatu yang berisi amplop kosong, seorang Luthfi Hasan Isaaq mesti bersusah payah menyimpannya di layanan Safe Deposit Box Bank Mandiri ? Apakah ada sesuatu yang disembunyikannya, apalagi kalau barang sejenis itu memang tidak berharga, kenapa tidak disimpan di rumahnya saja atau tepatnya ditaruh di gudang rumahnya, padahal kalau bicara layanan Safe Deposit Box sipatnya tidak gratis, malah layanan ini hanya bisa dilakukan oleh orang yang benar-benar mampu secara finasial serta keberadaan layanan ini dibutuhkan demi keamanan barang berharganya.

Fakta ini membuktikan bahwa tindakan presiden PKS yang sudah jadi mantan presiden PKS itu dan menyimpan barang rongsokan di Safe Deposit Box Bank Mandiri bisa terkategorikan sebagai perbuatan yang lucu dan diluar akal sehat kita, apalagi barang rongsokan Luthfi Hasan Isaaq sudah tersimpan cukup lama di Bank Mandiri sejak tahun 2005.

Apakah Luthfi Hasan Isaaq terlihat begitu bodoh atau memang terlalu banyak uang yang dimilikinya, hingga mau saja menyimpan barang rongsokan di Safe Deposit Box yang tidak gratis, Dan bila terbukti barang rongsokan itu memang tidak berharga, maka perbuatan Luthfi Hasan Isaaq yang menyimpan barang rongsokannya, tentu tingkah laku ini bisa terkategori sebagai perbuatan sia-sia dan cenderung seperti orang yang sedang linglung atau bisa dikatakan diduga bagaikan orang yang lagi stres.

Lalu apakah pihak Tim Penyidik KPK hanya bisa pasrah dan menganggap barang rongsokan itu tidak berharga, tentunya Tim Penyidik KPK tidak sebodoh yang kita bayangkan, karena secara logika, tidak akan mungkin sesuatu yang kita anggap barang rongsokan mau kita simpan di Safe Deposit Box yang memang tidak gratis itu. Kalau pun ada orang yang mau melakukannya, tentu patut kita pertanyakan motivasinya, karena hanya orang-orang yang kurang kerjaan saja atau diduga terkategori stres yang mau melakukan perbuatan itu.

Kenapa Luthfi Hasan Isaaq presiden PKS yang sudah jadi mantan presiden PKS ini diduga dianggap stres, karena berdasarkan info yang dikutip dari Wikipedia, stres adalah suatu kondisi anda yang dinamis saat seorang individu dihadapkan pada peluang, tuntutan, atau sumber daya yang terkait dengan apa yang dihasratkan oleh individu itu dan yang hasilnya dipandang tidak pasti dan penting. Kutifan ini sangat pas bila diarahkan pada perbuatan Luthfi Hasan Isaaq yang diduga terlihat stres karena telah menyimpan barang tidak berharga di Safe Deposit Box Bank Mandiri.

Kini publik memang sedang menunggu gebrakan apa saja yang akan dilakukan oleh KPK, terutama ada apa dibalik misteri barang rongsokan milik Luthfi Hasan Isaaq yang tersimpan di Safe Deposit Box Bank Mandiri. Dan bicara Stres tentunya saat ini Luthfi Hasan Isaaq bukan hanya diduga mantan orang stres tetapi benar-benar lagi stres akibat begitu banyak kasus yang sedang menimpa dirinya.

Berita Lainnya :