Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Presiden PKS dan Darin Mumtazah Bulan Madu di Malaysia

Membaca media online kompas, ada berita yang sangat mengejutkan, yakni terungkapnya bulan madu antara Darin Mumtazah dan mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Isaaq. Dalam berita itu dijelaskan bahwa Luthfi Hasan Ishaaq yang saat itu masih menjabat sebagai Presiden PKS sedang berbulan madu dengan istri mudanya Darin Mumtazah yang baru berumur 19 tahun, Mereka berdua pergi ke Kuala Lumpur, Malaysia, pada akhir tahun 2012.

Kabar yang didapat oleh Kompas, kedua sejoli yang sedang di mabuk asmara itu pergi ke negeri jiran untuk berbulan madu. Informasi ini terkonfirmasi dari data perlintasan penumpang di Bandara International Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten. Luthfi dan Darin berangkat ke Malaysia tepat pada hari natal tanggal 25 Desember sekitar pukul 08.00 WIB dengan menggunakan pesawat Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH723.

Keduanya berbulan madu di Malaysia selama tiga hari dan baru kembali ke Indonesia pada tanggal 27 Desember 2012. Luthfi Hasan Isaaq dan Darin Mumtazah diketahui kembali ke Indonesia dengan menggunakan pesawat yang sama yakni Malaysia Airlines, dengan nomor penerbangan MH723. Pesawat itu mendarat di Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 19.00 WIB.

Terungkapnya bulan madu mantan presiden PKS Luthfi Hasan Isaaq dan Darin Mumtazah di Malaysia, maka teka-teki status Darin sebagai istri mudanya Luthfi Hasan Isaaq terjawab sudah. Pernikahan dan bulan madu itu terjadi ketika Luthfi Hasan Isaaq masih menjabat sebagai Presiden PKS, fakta ini membuktikan mengapa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Darin Mumtazah sebagai saksi dalam kasus suap dan pencucian uang yang dilakukan oleh Luthfi Hasan Isaaq.

KPK sangat berkepentingan menghadirkan Darin sebagai saksi, diduga Darin Mumtazah mengetahui sepak terjang suaminya itu terutama terkait dengan keberadaan harta benda milik Luthfi Hasan Isaaq yang diduga bagian dari pencucian uang.

Saat ini status Darin sudah dicekal oleh KPK, karena sudah tiga kali berturut-turut, Darin Mumtazah tetap tidak mau memenuhi panggilan KPK, ada indikasi kuat, tidak maunya Darin memenuhi panggilan KPK adalah untuk menghambat proses pemeriksaan terhadap Luthfi Hasan Isaaq terutama batas waktu kelengkapan berkas pemeriksaaan yang harus sudah terpenuhi atau P21.

Namun tak mau berlama-lama dengan berkas perkara dugaan kasus suap dan pencucian uang dengan tersangka mantan presiden PKS Luthfi Hasan Isaaq, KPK akhirnya merampungkan berkas tersebut dan kini berkas perkara itu sudah dinyatakan P21 dan selanjutnya berkas akan dilimpahkan ketahap penuntutan.

Menurut Juru Bicara KPK Johan Budi Berkas LHI (Luthfi Hasan Ishaaq), rencananya P21 hari ini, di Jakarta, Kamis (30/5/2013). Lebih jauh Johan mengatakan, ada waktu maksimal 14 hari bagi tim jaksa KPK untuk menyusun surat dakwaan perkara Luthfi. Setelah itu, berkas akan dilimpahkan ke pengadilan dan segera disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

Berkas perkara Luthfi Hasan Isaaq memang sudah lengkap atau P21, tetapi kelengkapan berkas tersebut tanpa keterangan saksi Darin Mumtazah yang mangkir tiga kali berturut-turut dipanggil Oleh KPK, Padahal KPK berencana ingin memanggil secara paksa Darin Mumtazah, namun yang bersangkutan tidak diketahui dimana keberadaannya ini.

Kemanakah Darin Mumtazah bersembunyi, Mengapa Darin tidak mau memenuhi panggilan KPK, waktulah nanti yang akan membuktikan apalagi saat ini status Darin Mumtazah sebagai orang yang dicekal pergi ke luar negeri.

Berita Lainnya :