Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Kata Sandi Cuti Luthfi Hasan Isaaq

Kata Sandi Cuti
Hantaman gelombang tsunami yang melanda Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akhirnya berbuntut panjang, Akibat kasus suap impor renyah daging berjanggut di kementerian pertanian, PKS mengalami goncangan begitu hebat layaknya hantaman gelombang tsunami serta menghantam apa saja yang ada didepannya.

Tidak tanggung-tanggung, gelombang tsunami ini langsung menghantam ke jantung utama di tubuh PKS, terlibatnya mantan presiden PKS dalam pusaran hitam daging berjanggut telah merontokkan slogan bersih dan peduli yang selama ini mereka banggakan, walaupun faktanya ternyata slogan itu hanyalah kamuflase dari sikap munafik para elit dan kader PKS, ironisnya partai ini juga mengklaim sebagai partai dakwah.

Hantaman gelombang semakin kuat, Ternyata dibalik kasus suap ini ada berita yang mengejutkan, dua dari lima tersangka kasus suap ini telah dijerat dengan pasal tambahan pencucian uang, yakni Luthfi Hasan Isaaq dan Ahmad Fathanah. 

Pendalaman proses penyelidikan oleh tim penyidik KPK ternyata tidak sia-sia, setelah kedua orang itu dijerat dengan pasal pencucian uang, maka semakin terungkap dengan jelas bahwa praktek kotor yang selama ini mereka lakukan sungguh luar biasa, puluhan milyar harta benda kedua tersangka pencucian uang akhirnya disita oleh KPK.
Konyolnya, dibalik kasus suap dan pencucian uang, ternyata banyak wanita-wanita cantik yang masuk dalam pusaran hitam daging berjanggut ini, termasuk keberadaan wanita cantik bernama Darin Mumtazah yang masih berstatus sebagai pelajar yang diduga sebagai istri sirinya Luthfi Hasan Isaaq.

Semua kasus ini berawal dari operasi tangkap tangan KPK terhadap Ahmad Fathanah yang ditangkap saat sedang berduaan dikamar hotel dengan seorang wanita cantik bernama Maharani dengan tarif 10 juta rupiah. Maharani memang tidak sendirian, Maharani hanyalah pintu masuk pertama terungkapnya praktek kotor yang selama ini mereka lakukan, bahasa gaulnya, praktek kotor ini dilakukan dari ujung rambut sampai ujung titit.

Apalagi setelah terungkap adanya rekaman percakapan antara Luthfi Hasan Isaaq dan Ahmad Fathanah dengan menyebut kata sandi pustun-pustun dan jawa syarkiyah, Siapakah yang dimaksud dengan pustun-pustun dan jawa syarkiyah ? Terekam dalam percakapan antara Luthfi dan Fathanah yang dibuka saat persidangan kasus suap ini digelar dipengadilan tindak pidana korupsi, kata sandi ini diduga mengandung unsur mesum atau menjurus kearah urusan esek-esek, Ahmad Fathanah yang diduga sebagai sang makelar perempuan, Ibarat transaksi esek-esek, mencoba menawarkan pada Luthfi Hasan Isaaq, bahasa gaulnya seperti percakapan dibawah ini :

hai Luthfi, ada barang bagus nih, mau yang pustun-pustun atau jawa syarkiyah tanya Fathanah pada Luthfi ?
Luthfi menjawab yang pustun aja, sambil mereka berdua tertawa terbahak-bahak karena transaksi esek-esek ini sudah deal.

Karena transaksi sudah deal, maka Ahmad Fathanah menghubungi salah satu wanita yang terkategori pustun-pustun itu dan masalah uang kerohiman untuk transaksi esek-esek tidak menjadi masalah, Ahmad Fathanah tinggal transfer saja, itu pun bagi pustun-pustun yang terkategori tidak tetap. Loh kok bisa-bisanya ada pembagian pustun-pustun berdasarkan kategori.

Karena memang pustun-pustun dan jawa syarkiyah ini terbagi dua kategori, ada yang kategori tetap dan ada yang tidak tetap, Maharani termasuk kategori pustun-pustun tidak tetap alias sekali pakai langsung bayar, sedangkan yang termasuk kategori tetap, modalnya memang sangat besar, bisa dalam bentuk pemberian mobil mewah, jam tangan mahal dan sebagainya. Biasanya pustun-pustun dan jawa syarkiyah yang terkategori tetap ini adalah orang-orang pilihan.

Disamping kata sandi pustun-pustun dan jawa syarkiyah, diduga ada kata sandi baru lagi yang akan segera terungkap dalam persidangan Luthfi Hasan Isaaq yang sebentar lagi akan digelar di pengadilan tindak pidana korupsi, kata sandi baru itu adalah Kata Sandi CUTI, Dan kata sandi ini diduga akan terungkap saat majelis hakim mendengarkan kesaksian terhadap orang-orang dekat Luthfi Hasan Isaaq.

Berikut ini perkiraan percakapan dalam persidangan sampai akhirnya terungkap kata sandi cuti :

Hakim : Saudara saksi, apakah anda tahu bahwa Luthfi Hasan Isaaq sudah beristri lagi
Saksi : tidak tahu pak hakim
Hakim : mengapa anda tidak tahu, padahal anda adalah orang dekat Luthfi Hasan Isaaq.
Saksi : saya memang orang dekat Luthfi Hasan Isaaq pak hakim, saya memang pernah menanyakan pada pak Luthfi, kenapa pulang kerumah hanya dua hari sekali. Terus pak Luthfi hanya bisa menjawab, biasa lagi cuti ? Saksi terdiam sambil menundukan kepala
Hakim : apa itu cuti
Saksi : saya tidak tahu pak hakim, karena setiap saya bertanya apa itu cuti, pak Luthfi tetap tidak mau memberitahu.
Akhirnya sidang ditunda untuk mendengarkan kesaksian lain dari orang dekatnya Luthfi Hasan Isaaq.

Berikut ini sidang lanjutannya :
Hakim : Saudara saksi, sebagai orang dekat Luthfi Hasan Isaaq, apakah anda tahu, pekerjaan apa saja yang dilakukan oleh Luthfi Hasan Isaaq selain sebagai presiden PKS dan anggota DPR
Saksi : saya tidak tahu pak hakim
Hakim : kenapa anda tidak tahu padahal anda adalah orang dekat Luthfi Hasan Isaaq
Saksi : saya tidak berani menanyakannya pak hakim, apalah artinya saya sebagai orang bawahannya pak Luthfi.
Hakim : setidaknya saudarakan pasti tahu apa keseharian Luthfi Hasan Isaaq, selain sebagai presiden PKS dan Anggota DPR.
Saksi : Pak hakim yang mulia, saya tidak tahu, tetapi setiap Pak Luthfi mau pergi dan ada urusan penting, Pak Luthfi hanya menyampaikan, kalau ada yang menanyakan saya, bilang saja saya lagi cuti.
Hakim : Apa itu yang dimaksud dengan cuti
Saksi : Mungkin cuti artinya libur pak hakim
Hakim : Mengapa libur terus, padahal jabatan beliau sebagai presiden PKS dan Anggota DPR.
Saksi : saya tidak tahu pak hakim, hanya kata cuti itu saja yang dijawab oleh Pak Luthfi.

Akhirnya sidang ditunda lagi untuk mendengarkan penjelasan terdakwa Luthfi Hasan Isaaq, Berikut ini sidang lanjutannya :

Hakim : saudara terdakwa Luthfi Hasan Isaaq, apa saja kegiatan anda selain sebagai presiden PKS dan anggota DPR.
Luthfi : tidak ada pak hakim, pekerjaan saya hanya sebagai presiden PKS dan anggota DPR
Hakim : Bila anda sebagai presiden PKS dan anggota DPR, mengapa anda selalu sering cuti, padahal pelaksanaan cuti ada aturannya, kalau di DPR namanya reses.
Luthfi : saya tidak pernah mengambil cuti pak hakim, seandainya reses selalu saya pergunakan untuk konsolidasi partai dan bertemu dengan konstituen saya.
Hakim : Saudara terdakwa, anda jangan berbohong, karena anda sudah disumpah dan ada sanksinya bila anda berbohong. Sekali lagi saya tanyakan, benarkah anda sering mengambil cuti dan apa sebenarnya arti cuti itu
Luthfi : saya tidak berbohong dan saya tidak pernah mengambil cuti pak hakim.
Hakim : saudara terdakwa, berdasarkan keterangan dari beberapa saksi yang kami panggil, mereka mengatakan bahwa saudara terdakwa selalu mempergunakan kata cuti sebagai alasannya, lalu apa yang dimaksud dengan kata cuti ini
Luthfi : Maaf pak hakim, saya malu untuk menjelaskannya.
Hakim : kenapa harus malu.
Luthfi : Maaf pak hakim, cuti itu cuma singkatan saja
Hakim : singkatan apa
Luthfi : sambil tersipu malu, Luthfi Hasan Isaaq menjawab, pak hakim yang mulia, cuti itu singkatan dari, Cuci Titit.

Setelah mendengar penjelasan dari Luthfi, mendadak semua yang hadir dipersidangan pada tertawa terbahak-bahak, ha,ha,ha,ha,ha, sambil dalam hati pengunjung sidang berkata, ternyata bukan hanya kasus suap dan pencucian uang, tetapi ada juga kasus pencucian titit.

Kata sandi cuti Luthfi Hasan Isaaq sepertinya sangat pas nih dengan tagline baru nya PKS yakni Cinta, Kerja dan Harmoni yang artinya suka berCinta pada jam Kerja Di kawasan Harmoni, Wah mesum banget nih tagline-nya, semesum wajah mantan presiden partainya, harap maklum Harmoni kan termasuk salah satu kawasan di jakarta yang tidak jauh dari tempat esek-esek he he he

Melihat gelagat yang kurang baik, pak hakim langsung mengetukkan palu, tok,tok,tok, sambil berkata, para hadirin diminta tenang dan jangan berisik, setelah mendengar penjelasan terdakwa maka sidang kami lanjutkan minggu depan untuk segera mengambil putusan, Pak hakim tak lupa mengetukkan palu kembali tanda sidang ditutup, tok,tok,tok

Berita Lainnya :